Aktivitas Lawang Sewu Kata Gadis Indigo Tak Pernah Usai
Tampak depan bangunan Lawang Sewu (Instagram—lawangsewu_semarang)

Solopos.com, SEMARANG – Billy Christian, youtuber sekaligus sutradara film horor, beberapa waktu lalu mengunjungi Lawang Sewu, Kota Semarang, di ibu kota Jateng. Billy mengajak serta dua gadis indigo, yakni Frislly Herlind dan Natasha atau Tasha Siahaan.

Indigo lazim disematkan sebagai anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural. Billy—sutradara film The Sacred Riana: Beginning—memisah perjalanan mereka berdua di Lawang Sewu.

Untuk Lawang Sewu bagian A, Billy melalui channel Youtube Billy Christian berjudul 'Mereka' Masih di Lawang Sewu: IndigoTalk Travel Semarang part 1 mengajak Frislly. Mula-mula Billy menuju pintu utama yang dihiasi kaca mozaik di atasnya.

Pembebastugasan Sucipto Hadi Purnomo Tarik Perhatian Istana Kepresidenan

Sedangkan Tasha dan kru Youtube channel itu menuju ke arah yang berlawanan. Baru saja berpisah dengan Frislly dan Billy, Tasha Siahaan langsung mengungkapkan aktivitas di gedung tersebut masih berjalan seperti zaman saat Lawang Sewu masih beroperasi.

Lawang Sewu dulunya merupakan kantor pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Billy dan tim beserta kedua gadis indigo itu menelusuri bangunan cagar budaya di Kota Semarang tersebut.

Saat memasuki gedung yang mempunyai koridor, Tasha mengatakan, "Ini tuh dulu kayaknya kantor deh, sebelah sana bagian apa, terus di sini itu bagian apa, dijadikan satu biar enggak ribet kali ya."

Penonaktifan Dosen Unnes Benarkan Terkait Plagiarisme Rektor?

Di koridor, pengunjung akan melewati ruangan penuh pintu. Setiap ruangan sengaja dibuat memiliki pintu sejajar yang berfungsi sebagai penghubung ke ruangan lainnya dan menjalankan operasional kereta api yang sibuk waktu itu.

Tasha pun mengungkapkan, "Mereka itu masih aktif banget, bener-bener kayak zaman dulu. Jalan terburu-buru sambil bawa berkas."

Gedung Baru NIS

Dulu, kantor NIS berada di Stasiun Semarang, tetapi karena perkembangan jalur jaringan kereta yang sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya personel teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit.

Hal itulah yang menyebabkan Pemerintah Belanda memutuskan membangun gedung baru yang sekarang adalah Lawang Sewu.

Aspal 1 Km Jalan, Udinus Semarang Gunakan Sampah Plastik

Orang-orang Belanda yang dilihat Tasya Siahaan seperti orang kantoran zaman dahulu. Sambil melihat satu titik ia mengungkapkan detail pakaian mereka, seolah-olah orang tersebut ada bersamanya.

"Yang cewek pakai rok rempel, kayak rok SD, terus yang laki-laki pake kemeja sama celana kain sepinggang sama punya jenggot," katanya kepada anggota tim channel Youtube Billy Christian sambil menunjuk orang tersebut.

Tasha juga menambahkan “mereka” tidak memilik aura yang seram. Mereka terlihat tak acuh dengan kedatangan Tasha karena mereka seakan-akan sedang sibuk bekerja. (Dhina Cantya/Semarang.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom