Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Hadapi Proses Hukum di KPK

Aktivis Papua Charles Kossay meminta Gubernur Lukas Enembe berjiwa besar untuk menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukannya.

 Gubernur Papua, Lukas Enembe yang menjadi tersangka kasus dugaan gratifikasi dikabarkan memiliki kekayaan yang fantastis. (Antara/Reno Esnir)

SOLOPOS.COM - Gubernur Papua, Lukas Enembe yang menjadi tersangka kasus dugaan gratifikasi dikabarkan memiliki kekayaan yang fantastis. (Antara/Reno Esnir)

Solopos.com, JAKARTAAktivis Papua Charles Kossay meminta Gubernur Lukas Enembe berjiwa besar untuk menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus Lukas itu terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukannya.

“Saya mengajak seluruh masyarakat dan termasuk Bapak Lukas harus berjiwa besar menjelaskan ke KPK untuk membuktikan terjadi korupsi atau tidak. Jika tidak hadir pasti ada sesuatu di dalamnya,” kata Charles dalam Diskusi Publik Human Studies Institute bertajuk Quo Vadis Penegakan Hukum Sebagai Instrumen Pembangunan di Papua yang digelar di Jakarta, Jumat (30/9/2022). “Kami mengetahui bahwa Pak Gubernur Lukas Enembe sudah jadi tersangka, saat ini beliau tidak bisa menemui KPK karena masih dihadang oleh massanya beliau,” kata Charles.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Mantan tahanan politik kasus pengibaran bendera bintang kejora di depan Istana Merdeka itu berharap perlu pendekatan-pendekatan persuasif terhadap kelompok massa yang menghadang. “Perlu dilakukan pendekatan-pendekatan persuasif terhadap kelompok yang menghadang proses penegakan hukum di Tanah Papua. Dengan mendatangi ke tempat kelompok massa, bangun komunikasi untuk bertemu pimpinan mereka,” ujarnya.

Baca Juga Uang Korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe

Charles berharap proses penegakan hukum berjalan baik tanpa mengorbankan kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Pada kesempatan sebelumnya, tokoh pemuda Papua Martinus Kasuay mendukung upaya KPK untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Lukas Enembe.

“Sudah sewajarnya siapa pun yang bersalah harus diberikan sanksi hukuman pidana, sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” kata Martinus.

Sekretaris Barisan Merah Putih itu menyatakan kasus korupsi yang menjerat Lukas Enembe merupakan kasus pribadi yang tidak ada kaitannya dengan politisasi atau kriminalisasi. “Kasusnya murni kaitannya dengan hukum,” ujarnya.

Baca Juga Pendeta Alberth Yoku Ingatkan Gubernur Papua

Martinus menegaskan di Indonesia tidak ada masyarakat yang kebal hukum, meskipun orang tersebut mempunyai jabatan di pemerintahan.

 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Hadapi Proses Hukum di KPK

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Dua Pasien RSHS Bandung Meninggal, Korban Gempa Cianjur jadi 331 Orang

      Kedua korban tambahan yang meninggal itu sebelumnya dirawat di RSHS Bandung.

      Kapolri Dampingi KSAL Dites DPR, Buktikan Polisi dan Tentara Solid

      Kapolri menyebut dirinya sengaja mendampingi KSAL sebagai bukti polisi dan tentara solid.

      Diusung PAN ke Pilpres 2024, Ganjar Nunggu Restu Megawati

      Mendapat dukungan dari PAN, Ganjar Pranowo menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai bakal calon presiden kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

      Pendapatan Negara Bukan Pajak Imigrasi Tembus Rp4 Triliun, Tertinggi dari Visa

      Direktorat Jenderal Imigrasi mengantongi PNBP Rp4 triliun hingga Kamis (1/11/2022) dan menyebut pemasukan tertinggi dari layanan visa, yakni hampir Rp1,8 triliun.

      Tim SAR UNS di Cianjur: Bantu Bayi Lahir di Tenda, Tolong Warga Digigit Ular

      Beruntung ada dua bidan dalam Tim SAR UNS sehingga mereka pun dengan sigap membantu menolong persalinan bayi tersebut.

      Pamit Pulang, Tim SAR UNS Ditangisi Puluhan Anak Korban Gempa Cianjur

      Video puluhan anak yang menangis sembari melambaikan tangan kepada Tim SAR UNS tersebar ke sejumlah grup Whatsapp.

      Usung Ganjar Pranowo ke Pilpres 2024, PAN akan Lobi Golkar dan PPP

      Terkait dengan masukan dan usulan mengusung Ganjar Pranowo tersebut, Zulhas akan membawanya untuk didiskusikan bersama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

      3 Perguruan Tinggi Solo Gelar Seminar Internasional Bisnis

      Profesor Safiah dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka menyebut fokus entrepreneur saat ini yaitu lebih mengarah ke entrepreneur in new era.

      1 Personel Gugur Ditembak KKB, 105 Anggota Brimob Dikirim ke Papua

      Ke-105 personel Brimob Polda NTT itu bergabung ke Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz di Papua.

      Jalan Mulus, Laksamana Yudo Margono segera Dilantik sebagai Panglima TNI

      Persetujuan terhadap Yudo Margono oleh anggota Komisi I DPR bulat tanpa melalui pemungutan suara.

      Kasus Tambang Ilegal, Penyidik Gelar Perkara Penetapan Tersangka Ismail Bolong

      Penyidik Dittipidter Bareskrim Polri melakukan gelar perkara untuk menetapkan Ismail Bolong sebagai tersangka kasus dugaan suap tambang ilegal di Kalimantan Timur, Jumat (2/12/2022).

      ART Sambo Terbukti Berbohong kepada Hakim, Warganet: Tangkap Kodir!

      Dalam rekaman kamera CCTV yang diperlihatkan di persidangan, Kamis (1/12/2022), terbukti Kodir berulang kali keluar masuk rumah Ferdy Sambo, baik sebelum maupun sesudah Yosua dibunuh.

      Janji Yudo Margono jika Menjadi Panglima TNI, Tindak Tegas Tentara Arogan

      Calon Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, menyampaikan visi-misi saat uji kelayakan di Komisi I DPR, Jumat (2/12/2022), salah satunya akan menindak tegas & menjamin tidak ada oknum TNI bertindak arogan.

      Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan Meninggal Dunia

      Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ferry Mursyidan Baldan, meninggal dunia di Jakarta pada Jumat (2/12/2022).

      Ini Dia Sosok Pria & Perempuan dalam Video Viral Muncul Imam Mahdi di Karawang

      Viral video tentang kemunculan sosok wanita dan pria paruh baya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang mengaku sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi dari Republik Kutatandingan Dunia.

      Jenazah Korban Kecelakaan Helikopter Polri Aiptu Joko Murdo Dibawa ke Jakarta

      Jenazah kru helikopter P-1103 Korpolairud Baharkam Polri, Aiptu Anumerta Joko Mudo, diterbangkan ke Jakarta pada Jumat (2/12/2022) pagi.