Kelompok kesenian dari mancanegara unjuk kebolehan saat Parade Seni Budaya Jateng 2019 di Jl. Jenderal Sudirman di kawasan kota Wonogiri, Minggu (25/8/2019) siang. (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Rangkaian kegiatan Pasar Rakyat HUT ke-69 Jawa Tengah (Jateng) di Wonogiri ditutup dengan Parade Seni Budaya Jateng 2019 di sepanjang Jl. Jenderal Sudirman kawasan kota Wonogiri, Minggu (25/8/2019) siang.

Acara penutup itu menyita perhatian ribuan warga. Parade kali itu dimeriahkan penampilan seniman dari sejumlah negara, yakni Amerika Serikat, Laos, Hungaria, Ceko, dan Iran.

Mereka berkolaborasi dengan seniman Indonesia menyajikan kesenian etnik. Ada seniman mancanegera yang menjadi sinden, pemain alat musik seperti jimbe dan rebana, dan ada pula sebagai penari menggunakan hula hoop.

Penampilan mereka disambut tepuk tangan meriah penonton seusai tampil di hadapan tamu kehormatan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono, dan pejabat teras lainnya.

parade seni wonogiriSeniman dari Ceko, Amerika Serikat, Hungaria, Laos, dan Indonesia berkolaborasi dalam Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2019 di Jl. Jenderal Sudirman depan Pasar Kota Wonogiri, Minggu (25/8/2019). (Solopos/Rudi Hartono)

Penampilan kelompok marching band dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo juga tak kalah menarik. Mereka memainkan banyak alat yang berbeda.

Penampilan pembawa bendera yang atraktif menambah kemeriahan penampilan mereka. Para penonton pun menghadiahi tepuk tangan riuh kepada mereka ketika penampilan mereka rampung.

Seusai dua penampil tersebut unjuk gigi, satu per satu penampil dari seluruh daerah di Jateng unjuk kebolehan. Masing-masing daerah menyajikan kesenian khas.

Kabupaten Tegal menampilkan tari elo-elo itek yang menceritakan perlawanan terhadap penjajah. Kota Tegal juga menyajikan tari tentang perjuangan tokoh pahlawan daerah setempat.

Kabupaten Pekalongan menampilkan tari Turangga Kadenta Ki Ageng Cempuluk. Saat tampil para pemain menggunakan properti patung kuda, kuda kepang, dan mengenakan pakaian yang dipenuhi ornamen.

parade seniGubernur Jateng Ganjar Pranowo memperkenalkan dua anggota Paskibraka asal Jateng saat parade seni budaya di Wonogiri, Minggu (25/8/2019). (Solopos/Rudi Hartono)

Kabupaten Batang menampilkan tari serabi kali beluk. Nama tari itu diambil dari makanan khas Batang, yakni serabi kali beluk. Tari itu menceritakan tentang pembuatan serabi menggunakan alat tradisional, seperti tampah, tenggok, dan alu.

Gubernur Ganjar menilai peringatan HUT Jateng di Wonogiri sangat mengesankan. Rangkaian kegiatan digelar sukses dan lancar. Dia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk masyarakat Wonogiri yang sangat antusias menikmati berbagai kegiatan, dari jalan sehat, gowes, ketoprak, pentas musik, dan parade seni budaya.

“Saya tiga hari ini tak beranjak dari Wonogiri. Kulinernya mantap, oseng [sayur] lomboknya jadi favorit saya. Waktu saya main ketoprak juga penontonya membeludak. Luar biasa Wonogiri ini,” ucap Ganjar saat memberi sambutan sebelum parade seni budaya dimulai.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinung N. Rachmadi, saat ditemui Solopos.com menyampaikan semangat utama Pesta Rakyat tahun ini adalah menebarkan semangat merawat kebersamaan dan harmonisasi dalam perbedaan kepada masyarakat.

Ngrumat Bebrayan

Selain itu sebagai penegasan Jateng adalah benteng Pancasila. Masyarakat Jateng yang meski berbeda-beda latar belakang, tetapi selalu bersatu.

“Tema Ngrumat Bebrayan menjadi semangat utama dalam perhetalan Pesta Rakyat tahun ini. Merawat kebersamaan dan harmonisasi adalah tugas suci kita bersama,” kata Sinung.

Dia melanjutkan Pesta Rakyat HUT Jateng digelar di berbagai daerah di Jateng secara bergilir dimulai enam tahun lalu atau sejak awal Ganjar Pranowo menjadi Gubernur.

Sebelumnya, secara berurutan Pesta Rakyat digelar di Kota Semarang, Banyuwangi, Magelang, Jepara, dan Pemalang. Pergiliran tempat digelarnya Pesta Rakyat mempertimbangkan kesiapan daerah.

Pada tahun keenam, Pemprov menawarkan kepada daerah di Soloraya. Pemkab Wonogiri menyatakan siap atas inisiatifnya sendiri. Pemprov menyambut sangat baik inisiatif Wonogiri, kemudian Pemprov bergerak cepat untuk mengolaborasi konsep kegiatan antara konsep Pemprov dengan potensi yang dimiliki Kota Sukses.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten