Tutup Iklan

AKSI POLISI : Begini Kocaknya Kampanye Anti Hoaks Polisi Semarang

AKSI POLISI : Begini Kocaknya Kampanye Anti Hoaks Polisi Semarang

SOLOPOS.COM - Potongan video milik Humas Polrestabes Semarang yang mengajak masyarakat memerangi hoaks. (Instagram-@humasrestabessmg)

Aksi polisi dalam mengajak masyarakat memerangi hoaks cukup menghibur.

Solopos.com, SEMARANG – Aparat Polrestabes Semarang mengajak masyarakat untuk turut memerangi hoaks yang dapat memicu beragam masalah. Aksi polisi itu dilakukan mengingat kini sudah memasuki tahapan pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tegah (Pilgub Jateng) dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 sehingga situasi dianggap rawan tersebarnya hoaks atau kabar bohong.

Ajakan aparat Polrestabes Semarang untuk memerangi hoaks itu disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram @humasrestabessmg, Kamis (8/2/2018). Aksi polisi dalam mengajak masyarakat memerangi hoaks atau kabar bohong dalam video yang diunggah itu dikemas dalam cerita yang terbilang lucu.

Dikisahkan ada dua kelompok yang terpancing amarah lantaran mendapatkan hoaks yang dibuat salah satu pihak tak bertanggung jawab. Ketika dua kelompok tersebut hendak melakukan tindakan anarkistis, polisi menyetop mereka dan memberitahu bahwa penyebar hoaks sudah tertangkap. Pada akhir video, dua kelompok dan para polisi itu justru berjoget ria demi melupakan masalah yang dipicu kabar bohong.

Pada keterangan video upaya turn back hoax itu, Humas Polrestabes Semarang mengajak masyarakat untuk tak mudah mempercayai kabar yang memang diragukan kebenarannya. "Imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita hoaks," tulis pengelola akun Instagram milik Humas Polrestabes Semarang tersebut.

Sontak aksi aparat Polrestabes Semarang dalam upaya turn back hoax menjelang pilkada atau lebih tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu sanggup menyedot perhatian netizen. Bahkan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi turut me-repost video polisi tersebut di akun Instagramnya, @hendrarprihadi, Jumat (9/2/2018).

Di akun Instgaramnya itu, sang wali kota Semarang mengajak masyarakat untuk berani melaporkan penyebar hoaks kepada pihak berwajib. "Kalau ada yang menyebarkan hoaks – laporkan saja ke kepolisian / klik 'report as spam' tidak perlu saling hantam," ajak Hendrar Prihadi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Meninggal karena Covid-19, Ini Profil Wan Abud yang Terkenal dengan Ente Bahlul

Ini dia profil dan perjalanan karier dari komedian Wan Abud, pemain sinetron Putri Duyung yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Menko PMK Kunjungi Dukuh di Madiun yang Lockdown, Minta Masyarakat Waspadai Klaster Hajatan

Menko PMK lihat langsung dukuh di Kabupaten Madiun yang menjalani lockdown. Ia meminta warga untuk mewaspadai klaster hajatan.

Bawa Ribuan Butir Obat Terlarang, Pemuda asal Kedawung Sragen Diringkus Polisi

Pemuda asal Dukuh Selorejo RT 32, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen, diringkus polisi karena menjadi pengedar obat terlarang.

Hanyut di Sungai Trucuk, Cucu Kadus Mlese Cawas Klaten Ditemukan Meninggal 

Cucu Kadus Mlese, Cawas, Klaten, yang hanyut di Sungai Trucuk akhirnya ditemukan, meninggal dunia, Jumat (18/6/2021) pukul 12.10 WIB.

Covid-19 Klaster Hajatan di Simo Boyolali: 30 Warga Positif, 2 Dusun Lockdown

Dua dusun di Desa Sumber, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, lockdown sejak beberapa hari terakhir, setelah munculnya kasus Covid-19 klaster hajatan.

Bukan Hanya Nasi Gandul, Ini Sederet Makanan Enak khas Pati

Selain nasi gandul, terdapat makanan enak khas Pati, Jawa Tengah lainnya patut kamu coba saat berkunjung ke kota di pantura ini. Penasaran?

RS Penuh Pasien Covid-19, Pemkot Salatiga Tambah 20 Bed Isolasi

Keterisian bed pasien Covid-19 di RS Kota Salatiga sudah mencapai 90%. Pemkot Salatiga akan menambah 20 bed isolasi pasien Covid-19 di RSUD Salatiga.

Banyumas Belum Perlu Tambah Bed Pasien Covid-19

Banyumas belum perlu tambah tempat tidur untuk pasien Covid-19, karena bed yang tersedia di 15 rumah sakit di wilayah ini masih mencukupi.

Klaster Kudus di Wonogiri Meluas, Pemdes Ketos Bikin Tempat Isolasi Terpadu

Gedung PKK Desa Ketos mampu menampung 10-15 pasien dan kini ada satu pasien positif Covid-19 menempati tempat isolasi terpadu itu.

Dilegalkan di Era Edhy Prabowo, Ekspor Benur Kini Kembali Dilarang oleh Trenggono

Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono, mengembalikan kebijakan larangan ekspor benur yang sempat dicabut Edhy Prabowo.

PPKM Tak Efektif, Sultan HB X Bakal Lockdown Yogyakarta!

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menilai PPKM tidak berjalan efektif sehingga kasus Covid-19 melonjak. Sri Sultan melihat tidak ada opsi selain lockdown untuk menekan penularan Covid-19.

3 Dosen Meninggal karena Covid-19, UNS Solo Gelar Doa Bersama Secara Daring

Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo menggelar doa bersama secara daring mengingat ada tiga dosen yang meninggal karena Covid-19.