Aksi May Day, Buruh KSPI Kritik Rencana Pemindahan Ibu Kota
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (kanan) mendatangi Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/10/2018). (Antara - Aprillio Akbar)

Solopos.com, JAKARTA -- Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa belum mendesak. Hal itu diungkapkan KSPI dalam memperingati Hari Buruh Internasional, Rabu (1/5/2019).

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan rencana pemindahan Ibu Kota ke luar Pulau Jawa akan menghabiskan banyak uang negara. Ia menyebut dana tersebut lebih baik digunakan untuk kesejahteraan buruh.

"Pemindahan Ibu Kota bagi kami kaum buruh tidak terlalu urgent, tidak terlalu dibutuhkan. Untuk apa? Saya dengar infonya dananya Rp 400 triliun. Lebih baik untuk kesejahteraan," kata Said Iqbal dalam konferensi pers sebelum aksi di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu pagi, dilansir Suara.com.

Menurutnya, anggaran Rp 400 triliun tersebut lebih baik digunakan untuk menurunkan harga kebutuhan pokok mulai dari sembako hingga tarif dasar listrik.

"Lakukan intervensi pasar turunkan harga sembako, turunkan harga dasar listrik. Rp 400 triliun atau 25 persen APBN sia-sia. Mungkin ketika pada pertumbuhan ekonomi 7 persen, tingkat kesejahteraan upah buruh meningkat, harga sembako bisa dikendalikan, barulah kita berwacana memindahkan ibu kota," jelasnya.

Dalam May Day 2019, sejumlah isu disuarakan KPSI. Berikut lima tuntutan yang akan mereka sampaikan hari ini:

1. Tolak Upah Murah, cabut Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Mereka meminta pemerintah merevisi Pasal 44 dan 45 di PP 78/2015 dengan memasukkan penambahan item Komponen Hidup Layak (KHL) yang menitikberatkan pada kualitas KHL, bukan kuantitas.

2. Hapus Outsourcing dan Pemagangan yang Berkedok Outsourcing.

3. Tingkatkan Manfaat Jaminan Kesehatan dan Jaminan Pensiun.

4. Turunkan Tarif Dasar Listrik dan harga Sembako.

5. Tingkatkan Kesejahteraan dan Pendapatan Guru dan Tenaga Honorer serta Pengemudi Ojek Online (Ojol).

Sebanyak 50.000 buruh KSPI menggelar aksi peringatan hari buruh dengan cara rapat akbar di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2019) hari ini mulai pukul 10.30 WIB. Tidak ada aksi jalan kaki di jalanan atau longmarch ke Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara ataupun di sekitaran Monumen Nasional.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto juga dijadwalkan hadir pada pukul 11.30 WIB untuk menyampaikan orasi di hadapan kaum buruh yang berasal dari Jabodetabek, Purwakarta, Serang, dan Cilegon.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom