Tutup Iklan

Aksi Mantan Kapolsek Parigi Terungkap dari Chat Mesra Lewat WA

Aksi mantan Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka kasus pencurian ternak, S, 20, sebanyak dua kali terungkap melalui chat mesra di WhatsApp.

 Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto. (Detikcom)

SOLOPOS.COM - Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto. (Detikcom)

Solopos.com, JAKARTA — Aksi mantan Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka kasus pencurian ternak, S, 20, sebanyak dua kali itu terungkap melalui chat mesra di WhatsApp.

Saat ini, Iptu IDGN sudah mendapatkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) melalui sidang kode etik pada Sabtu (23/10/2021). Dilansir Detikcom pada Sabtu (23/10/2021), Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto, menyampaikan Iptu IDGN akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Dari hasil sidang kode etik tadi, memang ada perbedaan pendapat antara pelanggar dan korban. Kemudian putusan sidang tadi merekomendasikan untuk PTDH. Tapi dari pelanggar akan mengajukan banding atas putusan tadi dalam sidang,” kata Didik, Sabtu.

Baca Juga : Diduga Perkosa Anak Tersangka, Kapolsek Parigi Dipecat Tidak Hormat

Didik menjelaskan, pihaknya menunggu Iptu IDGN mengajukan banding. Rencana mantan Kapolsek Parigi mengajukan banding dalam waktu dekat. Iptu IDGN didampingi kuasa hukum dari Bidang Hukum. “Nanti kami lihat kapan dia mengajukan banding apakah sekarang atau besok lusa. Tadi kuasa hukum yang mendampingi dari Bidkum,” tutur dia.

Sebelum sidang kode etik, Sabtu, Iptu IDGN dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng). “Kapolsek telah dibebastugaskan dan pindah ke Yanma (Polda Sulteng),” ujar Didik saat dihubungi, Sabtu (16/10/2021).

Isi Chat Mesra

Kasus tersebut bermula saat Iptu IDGN nekat mengirimkan pesan lewat WhatsApp (WA) kepada anak tersangka kasus pencurian ternak, S, 20. Ayah S terjerat kasus dan ditangani Polsek Parigi. Mantan kapolsek itu diduga mengirim chat mesra kepada S. Isi chat yakni Iptu IDGN mengajak S tidur.

Baca Juga : Anggotanya Diduga Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf

Iptu IDGN mengajak S tidur dengan iming-iming membebaskan ayah yang tersangkut kasus hukum. Kabar itu terungkap setelah S menceritakan kepada media lokal. Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menelusuri kabar tersebut dengan mengirimkan tim internal.

“Memang benar ada di media. Untuk cek kebenarannya, tim internal kami mendalami kebenaran berita tersebut,” kata Didik Supranoto saat dimintai konfirmasi, Jumat (15/10/2021).

Kala itu, tim investigasi Polda Sulteng mengantongi bukti chat mesra Iptu IDGN kepada S melalui WA. Didik menyebut tim investigasi belum menemukan bukti lain saat dihubungi, Sabtu (16/10/2021). Selang beberapa hari, S akhirnya mau menceritakan detail kejadian tersebut. S menyampaikan Iptu IDGN merayu berkali-kali agar mau tidur dengannya. S dijanjikan kebebasan ayahnya yang sedang ditahan di polsek.

Baca Juga : Selain Dipecat, Kapolsek Parigi yang Lakukan Perkosaan Juga Dipidana

“Saya datang [ke Polsek] malam dengan Mama. Dia bilang, ‘Dik, kalau mau uang, nanti tidur dengan saya’. Terus beberapa minggu dia tawarkan lagi. Dia rayu, dia bilang nanti dibantu sama Bapak kalau misalnya saya mau temani dia tidur,” ujar S kepada jurnalis, Senin (18/10/2021).

Proses Pidana

S awalnya tidak termakan bujuk rayu Iptu IDGN. Hampir 2 pekan, Iptu IDGN melancarkan aksi membujuk S dengan janji akan membebaskan ayah S. “Mengeluarkan Papa, membebaskan Papa. Terus rayuannya begitu terus dia bilang. Selama 2 minggu sampai 3 minggu dia merayu terus,” ungkap S.

S mengaku prihatin dengan kondisi ayahnya yang ditahan di polsek hingga akhirnya termakan bujuk rayu. Iptu IDGN dan S bertemu di salah satu hotel. Iptu IDGN kembali mengajak S tidur untuk kali kedua. Saat itu, Iptu IDGN belum menepati janjinya membebaskan ayah S. “Dia ajak lagi kedua kalinya. Dan ada chat-nya. Harapan saya memang dia bisa mengeluarkan papaku,” kata S.

Baca Juga : Polisi Tangkap Bos Pinjol Pemicu IRT di Wonogiri Gantung Diri

Kapolda Sulteng, Irjen Rudy Sufahriadi, menyampaikan permintaan maaf terkait kasus tersebut. “Selaku Kapolda Sulteng, permohonan maaf saya kepada masyarakat. Ada anggota yang melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik, yang dilakukan oleh petugas Kapolsek di Parigi,” kata Irjen Rudy dalam konferensi pers, Sabtu (23/10/2021).

Rudy juga menyampaikan polisi akan memproses kasus tersebut secara pidana. Dia menyampaikan Iptu IDGN masih menjalani penyidikan. “Untuk pidana hukumnya, sedang dilakukan penyidikan oleh Dirkrimum. Nanti kami rinci apa yang dilakukan.”


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

10 Berita Terpopuler: 20 Ramalan Jayabaya hingga Kisah Novia Widyasari

Ulasan tentang misteri ramalan Jayabaya yang dikatakan akan terjadi pada tahun 2022 menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Senin (6/12/2021).

Solopos Hari Ini: Pekerjaan Besar Mitigasi Erupsi

Letusan besar Gunung Semeru telah menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan ribuan orang terdampak. Mitigasi letusan gunung api-yang aktivitasnya selalu terpantau sejak awal-menjadi sorotan.

Sejarah Hari Ini : 6 Desember 1992, Penghancuran Masjid Babri India

Insiden penghancuran Masjid Babri di India merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah yang terjadi pada 6 Desember seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Korban KKB, Persiapan Syukuran yang Berubah Jadi Kabar Duka

Keluarganya pun berencana membuat syukuran untuk menyambut kepulangan Serda Putra namun acara tersebut berubah menjadi duka.

Kirim 9 Personel, IOF Jateng Dirikan Dapur Umum di Lereng Semeru

Kesembilan anggota IOF Jateng itu selama ini kerap berjibaku sebagai sukarelawan SAR di Soloraya dan Jawa Tengah.

Relawan SAR Soloraya: Pengungsi Butuh Pakaian dan Perlengkapan Bayi

Di kelurahan Sumber Wulung ada satu dusun yang masih tertimbun abu Semeru dan belum bisa dilakukan evakuasi akibat tebalnya material letusan.

Satu Dusun Tertimbun Abu Semeru, 22 Orang Dalam Pencarian

Dari data yang diperoleh Solopos.com, Minggu malam, ada 22 orang yang belum diketahui nasib mereka.

Kumandang Azan Satu Jam Sebelum Jembatan Putus Akibat Erupsi Semeru

Tampak di lokasi itu diguyur hujan deras dan kabut, sang sopir yang takut sambil mengendarai kendaraannya itu langsung dirinya mengumandangkan suara azan.

Ternyata, Siskaeee Rekam Aksi Tak Senonoh di Sejumlah Tempat di DIY

Siskaeee mengaku melakukan aksi tak senonoh di sejumlah tempat di D.I. Yogyakarta. 

Pamer Aurat di Mana-Mana, Siskaeee Menderita Gangguan Mental?

Eksibisionisme masuk dalam kategori Diagnositic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), salah satu gangguan mental, dan ini cukup membuat seseorang harus mendapatkan pertolongan.

Almarhumah NWR Pernah Laporkan Kasus Asusila ke Kampus

Agus Suman menyatakan Universitas Brawijaya (UB) mengapresiasi dan mendukung langkah Polri dalam menangani kasus bunuh diri NWR.

Ini 20 Ramalan Jayabaya Terjadi di Tahun 2022

Dalam ramalan Jayabaya disebutkan bahwa di tahun 2022 atau zaman kalasurata ini, akan terjadi kiamat kubra.

Ini Dia Mitos tentang Gunung Semeru yang Perlu Anda Tahu

Karena itulah tidak heran ada yang menghubungkan letusan Gunung Semeru ini dengan ramalan Jayabaya, yang menubuatkan bahwa Pulau Jawa akan terbelah.

Bertambah Lagi, Korsel Laporkan Virus Corona Omicron Jadi 12 Kasus

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melaporkan tiga tambahan kasus virus corona Omicron sehingga menjadikan total kasus varian baru tersebut menjadi 12.

Media Asing Sebut Indonesia Batal Beli Jet Tempur Sukhoi Rusia

Media asing sektor militer pertahanan dan militer melaporkan bahwa Indonesia telah membatalkan pembelian jet tempur Rusia Sukhoi Su-35.