SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Surabaya–Kericuhan terjadi dalam aksi mahasiswa di sekitar kampus ITS Sukolilo tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan kuliah umum, Selasa (14/12). Aksi mahasiswa dihadang aparat kepolisian. Akibatnya, terjadi dorong mendorong antara mahasiswa dengan aparat yang bersenjatakan tameng dan pentungan.

Aksi mahasiswa dilakukan oleh BEM se Indonesia Wilayah Suramadu. Jumlah sekitar 100 mahasiswa. Mereka terdiri dari mahasiswa dari Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Institut Teknologi 10 November Surabaya, dan beberapa kampus di Madura. Selain itu, ada pula perwakilan mahasiswa dari Yogyakarta, Semarang, dan Solo.

Promosi Tanggap Bencana Banjir, BRI Peduli Beri Bantuan bagi Warga Terdampak di Demak

Dalam aksinya, mahasiswa melayangkan enam tuntutan yang dinamai NAMPAM (Enam Harapan Mahasiswa). Pertama menuntut pemerintahan SBY untuk menyelesaikan kasus korupsi di Bank Centuri dan kasus korupsi Gayus.

Kedua meminta penyelesaian kasus lumpur Sidoarjo dengan memenuhi hak-hak para korban. Ketiga meminta Madura dijadikan kawasan ekonomi khusus. Keempat menuntut reformasi birokrasi penegak hukum.

Kelima menuntut pemberian perlindungan hukum dan HAM terhadap TKI. Keenam menuntut nasionalisasi aset-aset strategis negara dan menuntut dijadikannya nuklir sebagai alternatif energi.

Koordinator aksi, yakni Nuruddin Yusuf menyatakan, keenam tuntutan tersebut penting dan mendesak dipenuhi oleh pemerintahan SBY. Jika tidak dipenuhi, Indonesia bakal terkungkung dalam kubangan masalah.

Pantauan di lokasi, aksi dorong mendorong antara mahasiswa tetap terus berlangsung. Aparat kepolisian yang berjumlah lebih banyak dari peserta unjukrasa memaksa mahasiswa untuk mundur dari lokasi. Meski kalah jumlah, mahasiswa tetap ngotot untuk bertahan. Bahkan, berusaha terus maju mendekati kampus ITS.

inilah/rif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya