Bandara Adi Soemarmo, Ngemplak, Boyolali, (ilustrasi/JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha)

Solopos.com, SOLO -- Kota Solo diharapkan bisa menjadi tuan rumah yang baik seiring kian terbukanya akses menuju Kota Bengawan yang  berpotensi meningkatkan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Diketahui saat ini akses menuju Solo semakin terbuka setelah dibukanya penerbangan internasional di Bandara Adi Soemarmo, akses jalan tol Trans Jawa, serta sarana transportasi terintegrasi.

Bahkan salah satu penerbangan internasional dari Kunming, Tiongkok menuju Bandara Adi Soemarmo, dibuka khusus untuk melayani para wisatawan mancanegara (wisman) dari Kunming.

Untuk menindaklanjuti potensi tersebut, Solo dan sekitarnya diharapkan bisa menjadi tuan rumah yang baik sehingga nama baik Soloraya sebagai destinasi wisata selalu terjaga.

"Jangan sampai dengan dibukanya keran ini, kita tidak menjadi tuan rumah yang baik. Ada baiknya jika ada pengunjung atau wisatawan datang, jangan hanya beli batik lalu makan, beli batik lalu makan, mau sampai kapan seperti itu?" kata General Manager The Alana Hotel Solo yang juga perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Bidang Humas dan Promosi, Sistho A. Sreshtho, saat ditemui di Solo belum lama ini.

Dia juga berharap wisatawan yang datang ke Solo tidak kapok untuk datang lagi di lain waktu. Dia pun mencontohkan beberapa daerah yang menjadi tujuan destinasi di Indonesia seperti Batu maupun Bali.

"Kenapa Bali meskipun sudah dibom masih bertahan? Karena pilihannya banyak dan digarap secara maksimal," kata dia.

Menurutnya untuk menjadi tujuan destinasi, sebuah daerah harus terus menguatkan perangkat keras maupun perangkat lunaknya.

"Jadi akan lebih baik jika begitu dibuka kerannya, diimbangi dengan apa yang akan kita tawarkan. Jangan hanya kuliner dan batik. Bagaimana market keluarga? Bagaimana market anak-anak? Tentu harus diperhatikan. Anak-anak bisa apa di Solo? Apakah anak-anak mau dibawa ke Klewer? Diajak makan gudeg ceker? Ada baiknya jika semua segmen diperhatikan," jelasnya.

Menurut Sistho, masukan tersebut bukan tanpa alasan. Terlebih di sebuah keluarga, anak-anak memegang peran penting dalam menentukan tujuan wisata.

"Kalau orang tuanya ingin ke Bali, tapi anaknya ingin ke Solo, apa iya tidak dituruti? Tujuan berwisata kan salah satunya agar anaknya senang. Untuk itu tidak ada salahnya jika Soloraya juga memikirkan apa yang bisa ditawarkan untuk anak-anak," lanjut dia.

Dia pun mencontohkan bagaimana Arab Saudi yang menyadari besarnya potensi haji dan umrah dari Indonesia, sehingga menyiapkan penanda atau penunjuk arah dengan bahasa Indonesia.

Mengenai potensi pasar Tiongkok yang saat ini terlihat dengan tersedianya penerbangan langsung, menurut Sistho tidak ada salahnya Soloraya juga memberikan kenyamanan kepada tamunya.

"Orang Tiongkok kalau kami lihat mereka sangat bangga dengan kebudayaannya, dengan bahasanya. Bahkan mereka tidak banyak yang memakai bahasa Inggris, mereka bangga menggunakan bahasanya sendiri. Solo siap tidak?" kata dia.

"Bayangkan saja kalau kita wisatawan pergi ke luar negeri. Kemudian kita sampai sana, melihat di mal di restoran, ada bahasa Indonesia yang digunakan di sana, itu akan sangat berkesan dan sangat membantu," lanjut dia.

Untuk diketahui, setelah Kunming, direncanakan penerbangan langsung Tiongkok-Solo juga akan mengangkut para wisatawan asal Tiongkok dari dua kota lainnya. Dua kota tersebut adalah Nanning dan Beijing.

Perwakilan dari pihak land operator kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) Tiongkok, PT Cahaya Matahari Rembulan, yang mengurusi operasional di Solo dan sekitarnya, Djunanto Hutomo, saat ini persiapan untuk mendatangkan wisman dari dua kota tersebut masih dilakukan.

"Memang untuk pemandu wisata sangat dibutuhkan. Bukan hanya yang menguasai bahasa asing, sesuai kebutuhan tamu, tapi juga yang mengerti tentang Solo, sehingga informasi yang disampaikan bisa lebih mengena dan menarik," kata dia.

Managemen dari beberapa mal di Soloraya pun mengaku sudah banyak dikunjungi wisman. Pihak mal seperti Solo Paragon Mall dan The Park Mall menyebut sejak sekitar dua bulan terakhir, mal beberapa kali dikunjungi rombongan dari mancanegara.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten