Akreditasi Tuntas, RS PKU Aisyiyah Boyolali Tetap Layani Pasien BPJS

Rumah Sakit (RS) PKU Asyiyah Boyolali memastikan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang setempat tetap berlanjut. 

Akreditasi Tuntas, RS PKU Aisyiyah Boyolali Tetap Layani Pasien BPJS

SOLOPOS.COM - Pengendara melintas di depan RS PKU Aisyiyah Boyolali, Kamis (23/5/2019). (Solopos-Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, BOYOLALI — Rumah Sakit (RS) PKU Asyiyah Boyolali memastikan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang setempat tetap berlanjut. 

Kepastian itu diperoleh setelah rumah sakit tersebut sudah tuntas menjalani akreditasi RS tipe Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) pada 13-16 Mei 2019.

Direktur RS PKU Aisyiyah Boyolali Gazali Herudin mengatakan dari hasil akreditasi tersebut rumah sakitnya berpredikat paripurna atau bintang 5.

“Berkaitan dengan adanya pemberitaan di media bahwa RS PKU Aisyiyah dikhawatirkan tidak bisa berlanjut kerja samanya dengan BPJS karena izin operasionalnya akan berakhir 1 Juni. Kami sampaikan bahwa saat ini kami udah selesai proses akreditasi. Bahkan kami memperoleh predikat paripurna. Pada 2019 kami yang pertama di Boyolali yang mendapat predikat ini,” ujarnya didampingi jajaran manajemen kepada wartawan di aula rumah sakit setempat, Kamis (23/5/2019).

Predikat paripurna berarti pelayanan rumah sakit sudah diberikan secara maksimal. Sedangkan bagi rumah sakit, predikat paripurna berarti legalitasnya tidak dapat lagi diragukan secara hukum.

Gazali menambahkan kerja sama dengan BPJS memang punya nilai strategis bagi kedua pihak. 

"Prinsipnya, kerja sama ini sama-sama menguntungkan sehingga kemitraan ini harus terus dijaga," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Medis Sri Handayani menambahkan RS PKU Aisyiyah Boyolali selama ini banyak melayani peserta BPJS. Dengan kapasitas 142 kamar, hingga pertengahan tahun ini, 45 persen pengguna layanan rawat inap adalah peserta JKN-KIS.

"Untuk yang rawat jalan 80 persen. Pasien umum rawat jalan hanya 20 persen," imbuhnya. 

Di antara fasilitas pendukung layanan di rumah sakit ini yang tidak dimiliki semua rumah sakit lain adalah pelayanan hemodialisa (cuci darah).

Sebelumnya diberitakan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali yang mengepalai wilayah Boyolali dan Klaten, Juliansyah, mengatakan saat ini terdapat 20 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau rumah sakit dan 1 satu klinik kesehatan yang bermitra dengan pihaknya.

Dari 20 rumah sakit tersebut ada beberapa yang hampir habis masa akreditasinya. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).