Akrab, Gibran-Puguh Saling Senyum di Pesawat "Menjemput" Rekomendasi PDIP
Gibran Rakabuming Raka (tengah) berfoto bareng Achmad Purnomo (kanan) dan Teguh Prakosa di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Senin (10/2/2020). (Istimewa-Tim Gibran)

Solopos.com, SOLO -- Tiga tokoh lokal Kota Solo yang beberapa bulan terakhir terlibat persaingan memperebutkan rekomendasi cawali-cawawali Solo dari DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipertemukan dalam satu pesawat dari Solo ke Jakarta, Senin (10/2/2020) pagi.

Mereka adalah Achmad Purnomo, Teguh Prakosa, dan Gibran Rakabuming Raka. Purnomo-Teguh (Puguh) merupakan pasangan cawali-cawawali Solo yang diusung DPC PDIP Solo. Sedangkan Gibran mendaftar cawali Solo di DPD PDIP Jateng.

10 Berita Terpopuler: 28 Kambing di Wonogiri Mati Tercabik hingga Suami Jual Istri Rp50.000

Selama lebih kurang satu jam mereka berada di pesawat Citilink tujuan Bandara Halim Perdana Kusuma. Purnomo-Teguh duduk di seat nomor 02 di bagian depan. Sementara putra sulung Presiden Jokowi duduk di seat nomor 08.

Keberangkatan mereka ke Ibu Kota dengan tujuan sama, yakni "menjemput" rekomendasi sebagai cawali-cawawali Solo. Dari belasan pendaftar yang terjaring hanya mereka yang diundang untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan oleh DPP PDIP.

Hindari Motor Ngerem Mendadak, Bus Mira Sosor Kios di Mendungan Kartasura

Sahabat Achmad Purnomo, Farid Sunarto, yang ikut mendampingi Puguh dalam perjalanan menuju Jakarta menuturkan Puguh sempat bertemu dengan Gibran di dalam pesawat. Ketika itu mereka pun saling tersenyum dan menyapa.

“Ya biasa ramah tamah, grapyak semanak. Saling sapa, biasa beliau, saling senyum. Tapi tidak lama karena di pesawat tidak bisa ngobrol kayak saat berhadap-hadapan. Kalau yang foto bareng-bareng itu kan di Bandara Halim,” tutur dia.

Terima Suap Rp665 Juta Dari Calon Perdes Sragen, Eks Kades Trobayan dan Suaminya Segera Disidang

Farid mengatakan keberangkatannya ke Jakarta memang untuk mendampingi pasangan Puguh. Dia duduk di kursi nomor empat, di belakang Puguh. Sedangkan Puguh duduk bersebelahan karena saat pemesanan tiket mereka bersamaan.

“Kalau Pak Purnomo dan Pak Teguh duduk bersebelahan lah pesannya tiket bersamaan. Ada penumpang umum lainnya di sebelah mereka. Sedangkan kalau saya duduk di belakang mereka,” sambung pegiat Purnama Center itu.

Berapa Usia Ideal Anak Masuk SD?

Pertemuan antara Gibran dengan Puguh juga diakui pengusaha Martabak Kota Barat (Markobar). Dia mengaku kaget saat ternyata satu pesawat dengan Puguh.

“Beliau berdua duduk di seat nomor dua, saya di seat nomor delpan,” aku dia.

Matcha, Sajian Bangsawan Jepang Jadi Minuman Kekinian

Lantaran berada di dalam pesawat, pertemuan mereka pun berlangsung tidak lama. Namun saat turun di Bandara Halim Perdana Kusuma mereka pun bertemu kembali. Selain terlibat perbincangan ringan, mereka pun sempat berfoto bersama.

Sempet foto-fotonya setelah landing,” imbuh Gibran.

Hari Ini Dalam Sejarah: 11 Februari 1929, Vatikan Jadi Negara Berdaulat

Dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Gibran dan Puguh pun berpisah. Sebab Gibran menyempatkan diri mampir di kantornya sebelum mengikuti fit and proper test di Kantor DPP PDIP.

Sekira pukul 13.00 WIB Puguh dan Gibran kembali bertemu di DPP PDIP untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Mereka kompak mengenakan seragam PDIP dengan lambang kepala banteng moncong putih di bagian dada.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho