Kategori: Solo

Akhirnya, Nakes Lansia di Solo Disuntik Vaksin Sinovac


Solopos.com/Mariyana Ricky P.D

Solopos.com, SOLO — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use of Authorization/EUA) vaksin Covid-19 19 Sinovac dengan merek Coronavac untuk orang lanut usia (lansia) di atas 60 tahun.

Ratusan tenaga kesehatan (nakes) lansia di Kota Bengawan akhirnya bisa bernafas lega. Data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo menunjukkan 10% dari total nakes disumbang dari lansia atau berusia 60 tahun ke atas.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengawali pemberian vaksin untuk lansia di RSUD Bung Karno, Kamis (11/2/2021) siang.

Saat skrining awal pemberian vaksin, tekanan darahnya sempat tinggi lantaran menggunakan alat ukur otomatis. Baru ketika diuji menggunakan tensi darah manual, tekanan darahnya normal sehingga layak untuk divaksin.

Baca Juga: Tensi Sempat Tinggi, Wali Kota Solo Akhirnya Disuntik Vaksin Sinovac

Sang wali kota mengaku pemberian vaksin tersebut merupakan penutupan yang indah sepanjang karirnya menjadi kepala daerah di Solo. Pada 16 Februari mendatang, ia dan pasangannya Achmad Purnomo bakal purna tugas.

"Saya diberi tahu kalau sudah boleh divaksin, kemudian saya minta dibarengkan dengan dokter-dokter senior," ucapnya.

Vaksin untuk lansia pada tahap pertama ini menyasar memang nakes.

Baca Juga: Sadis, Perempuan asal Subang Dibunuh, Mayatnya Simpan di Lemari Hotel Semarang

"Vaksin ini merupakan salah satu upaya berperang melawan Covid-19. Kami sangat berharap ketika ada kesempatan untuk vaksin bagi lansia, segera lakukan. Ini merupakan pencegahan, selain tetap menjaga protokol kesehatan. Saya, yang ternyata masuk kategori lansia, sudah mengawali (divaksin). Mudah-mudahan Pandemi Covid-19 segera berakhir," kata wali kota yang akrab disapa Rudy itu.

Nakes Lansia yang Diutamakan

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan nakes lansia yang diutamakan menerima vaksin Sinovac adalah yang berusia 60-70 tahun. Di atas 70 tahun, lansia tersebut harus mengantongi izin dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

"Kami pastikan semua dapat. Tetapi antri dulu. Karena kami hanya mendapatkan alokasi 1.000 vial vaksin dari kekurangan 3.000 vial. Artinya dari jumlah itu, kami hanya bisa memberikan 500 vial untuk nakes lansia. Kami mengutamakan yang masih aktif pelayanan," jelasnya.

Baca Juga: Mobil Ambulans Angkut Jenazah Tabrakan dengan Mobil Honda CRV di Solo

Ia memastikan nakes lansia yang tak mendapatkan jatah di tahap pertama, bisa menyusul pada tahap kedua bersamaan dengan petugas pelayanan publik. Ia menyebut jumlah nakes lansia di angka 10% dari total nakes terdaftar sekira 9.000an orang.

Ratusan nakes lansia itu tak seluruhnya aktif. Sehingga, yang masih aktif bertugas di rumah sakit (RS) yang diutamakan.

"Saya pengin nakes dan pendukungnya segera selesai. Sehingga pada tahap kedua mulai, saya harus memastikan nakes dan pendukung sudah aman bertugas," ungkap Ning, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Link Komik Porno di Buku Pelajaran SMA Terbitan Klaten Bikin Geger, Ternyata Begini Ceritanya

Direktur Utama RS dr Oen Kandang Sapi Solo, William Tanoyo, mengaku dirinya termasuk nakes lansia yang dihubungi oleh DKK untuk menerima vaksin Sinovac.

"Saya bersyukur sudah diperhatikan dan bisa mendapatkan vaksin, karena sangat berguna buat kami yang bertugas di garda terdepan. Saya juga apresiasi DKK Solo karena ketat. Sebelum BPOM mengeluarkan izin vaksin untuk lansia, kan tidak ada nakes lansia yang divaksin. Karena itu saat dihubungi mendapat jatah, saya langsung menerima. Harapannya, nakes lansia lain juga bisa segera vaksin," kata dia saat dijumpai di lokasi yang sama.

Share