Akhir Petualangan Serigala Berbulu Domba, Ayah Sejuta Anak yang Menjual Anak

Suhendra sempat mendapat julukan sebagai “Ayah Sejuta Anak” karena menampung 55 bayi yang kelahirannya di dunia tidak diinginkan orang tuanya. Namun, ia akhirnya ditangkap polisi karena terlibat kasus penjualan anak.

 Ilustrasi human trafficking (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi human trafficking (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Seorang pria bernama Suhendra, 32, asal Bogor pernah viral di media sosial. Suhendra sempat mendapat julukan sebagai “Ayah Sejuta Anak” karena menampung 55 bayi yang kelahirannya di dunia tidak diinginkan orang tuanya.

Belakangan terungkap bila aksi Suhendra tersebut hanya kedok untuk mengambil keuntungan pribadi. Kini, Suhendra harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan aparat penegak hukum setelah terlibat kasus jual beli bayi. Suhendra yang dulu dianggap sebagai pahlawan mendadak menjadi musuh bersama. Kedoknya sebagai serigala berbulu domba terbongkar. Ungkapan from hero to zero tepat untuk menggambarkan kisahnya.

Karier Suhendra sebagai sukarelawan penampung bayi terbuang pun tamat. Sebelum ditangkap aparat, Suhendra mengaku menampung puluhan bayi itu secara ikhlas. Ia mengklaim mengeluarkan kantong pribadi untuk membiayai perlengkapan bayi-bayi terbuang itu. Aksinya tersebut dilatarbelakangi keprihatinan akan meningkatnya kasus pembuangan bayi.

Espos Plus

Tips Petani Muda Sukses: Niat Dahulu, Nekat Kemudian

+ PLUS Tips Petani Muda Sukses: Niat Dahulu, Nekat Kemudian

Petani muda dari kalangan milenial menggeliat di tengah isu krisis pangan dan membagikan tips sukses menjadi petani, salah satunya memulai dengan niat, baru kemudian nekat.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Pesona Girpasang Klaten, Destinasi Wisata Dataran Tinggi Terbaik Se-Indonesia

Destinasi wisata Girpasang di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang meraih Juara I pada kategori dataran tinggi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2022.

+ PLUS 30 Menit Kaos di Balik Tarif Parkir Konser Karanganyar Ugal-Ugalan

Kondisi arus lalu lintas yang padat, ramai, macet, ditambah pengendara egois menyebabkan situasi perparkiran saat konser Denny Caknan di Alun-Alun Karanganyar kacau hingga mengakibatkan tarif naik.

+ PLUS Indonesia Tua di Situs Megalitikum Gunung Padang Digoyang Gempa Cianjur

Situs Gunung Padang yang dikenal sebagai Indonesia Tua tak mengalami kerusakan akibat Gempa Cianjur, beberapa waktu lalu.

+ PLUS Jirat dan Nisan pada Makam, Potret Warisan Budaya Seni Bangunan Islam

Jirat dan nisan pada makam merupakan salah satu warisan budaya seni bangunan Islam.

+ PLUS Kontroversi Kohabitasi, Fenomena Kumpul Kebo yang Bakal Diatur Negara

Hidup bersama bagai suami istri tanpa ikatan perkawinan (kohabitasi) atau yang populer disebut kumpul kebo masuk ke dalam RUU KUHP.

+ PLUS Peradaban Kuno di Lembah Sungai Bengawan Solo

Lembah sungai terpanjang di Pulau Jawa, Bengawan Solo rekaman jejak peradaban kuno di lembahnya.

+ PLUS Ketika Jenama Tak Bisa Sembarangan Sebut Piala Dunia FIFA 2022

Jenama atau brand/merek tak bisa sembarangan menggunakan, menyebut, atau menulis Piala Dunia FIFA 2022 atau FIFA World Cup 2022 dalam setiap promosinya untuk tujuan komersial.

+ PLUS Kawin Kontrak di Balik Bisnis Mebel Jepara

Praktik kawin kontrak terjadi di Jepara antara wanita pribumi dengan pengusaha asing demi melanggengkan bisnis mebel.

+ PLUS Soloraya Layak Jadi Provinsi Baru

Soloraya dinilai sudah layak berdiri menjadi provinsi baru yang terpisah dari wilayah Jawa Tengah.

+ PLUS Warteg, Kedai Kuliner Cepat Saji Kearifan Lokal Cita Rasa Melegenda

Warteg adalah kedai kuliner dengan kearifan lokal tak lekang oleh waktu yang memiliki banyak makna filosofis, termasuk kesetaraan.

+ PLUS Gerakan Anti-Swapraja Pupus Mimpi Soloraya: Daerah Istimewa Surakarta (DIS)

Gerakan anti-swapraja mengubur mimpi Soloraya menjadi Daerah Istimewa Surakarta pada 1946.

+ PLUS Kecelakaan Mematikan di Jalan Tol Mayoritas Disebabkan Kesalahan Pengemudi

Sejumlah kecelakaan lalu lintas mematikan yang terjadi di jalan tol mayoritas penyebabnya adalah kesalahan pengemudi.

+ PLUS Denny Caknan dari Tukang Sapu Jadi Penyanyi Dangdut Koplo Paling Magis

Perjalanan karier Denny Caknan hingga menjadi penyanyi dangdut koplo paling magis saat ini penuh liku-liku, karena sebelumnya pernah menjadi tukang penyapu jalan.

+ PLUS Hampir 100 Tahun, Mahathir Mohamad Politikus Tertua dengan Harta Menggurita

Mahathir Mohamad, berusia 97 tahun akhirnya pensiun dari dunia politik dan disebut sebagai salah satu (mantan) kepala pemerintahan terkaya di dunia, dengan harta menggurita.

+ PLUS Indonesia Negeri Seribu Bencana

Indonesia disebut sebagai Negeri Seribu Bencana karena letak geografisnya di jalur pertemuan tiga lempeng, dikelilingi gunung berapi, dan berada tepat di garis khatulistiwa.

+ PLUS Asa Soloraya Jadi Provinsi Baru dari Pemekaran Wilayah Jawa Tengah

Harapan Soloraya menjadi provinsi baru dari pemekaran wilayah Jawa Tengah terus mengemuka, mengingat kawasan ini sudah cukup maju dalam berbagai bidang.

+ PLUS Sering Dibutuhkan, Kualitas Toilet Umum Belum Diperhatikan

Bukan hanya pemerintah, Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) juga memiliki standar kualitas yang harus dipenuhi oleh sebuah toilet umum.

+ PLUS Kisah Temuan Peripih Emas 18 Karat di Situs Ringinlarik Musuk Boyolali

Pekerja pembangunan proyek embung di Dukuh Kebon Luwak, Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Boyolali menemukan peripih emas 18 karat.

+ PLUS Rumah Tradisional Tahan Gempa Dirancang Nenek Moyang Sejak Dulu Kala

Sejak zaman dahulu, nenek moyang telah mewariskan teknologi bangunan tahan gempa melalui konstruksi rumah tradisional, salah satunya berbentuk Joglo.

+ PLUS Film Erotis Semi-Porno Pernah Warnai Indonesia di Era 1990-an

Pada dekade 1980-an hingga 1990-an, masyarakat Indonesia disuguhi deretan film erotis semi-porno yang memasukkan adegan seks dalam skenario ceritanya.