Ratna Sarumpaet. (Solopos-dok)

Solopos.com, JAKARTA - Ratna Sarumpaet dinyatakan bebas bersyarat dari kasus hoaks yang menjeratnya. Meski sudah bebas, Ratna akan tetap mengkritik pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Ratna dinyatakan bebas pada Kamis (26/12/2019). Dia bisa menghirup udara segar setelah beberapa bulan mendekam di penjara. Ratna mengatakan akan melakukan wajib lapor satu kali dalam satu bulan hingga 21 Agustus 2020.

Best Seller, Jeep Rubicon Bupati Karanganyar Berwarna Oranye

Sudah pernah dipenjara tak akan membuat Ratna kapok mengkritik pemerintah. Menurutnya, itu sudah menjadi jiwanya sebagai aktivis. Dia justtru berharap Presiden Jokowi yang kapok memenjarakannya lantaran usianya yang sudah tua.

"Itu kan tabiat saya. Jadi saya rasa mudah-mudahan Pak Jokowi juga kapok memenjarakan saya. Enggak ada gunanya juga, saya orang tua. Masa kalau saya mengkritik terus saya dimarahin lagi, enggak boleh begitu dong. Kita negara demokrasi," kata Ratna seperti dilansir detik.com.

"Tugas saya sebagai aktivis adalah kritik dan itu bantuan buat Pak Jokowi, kalau beliau enggak saya kritik, berarti saya tidak sayang sama dia atau tidak sayang sama bangsa saya. Jadi kapan mulai mengkritik enggak usah ditanya juga ya," lanjutnya.

Upacara Adat Mahesa Lawung di Keraton Solo Digelar 2 Kali Dalam Sehari

Lebih lanjut, Ratna memaparkan, selama di penjara, dirinya tidak memiliki beban. Dia mengaku ikhlas menjalani hukuman penjara yang diterimanya. Dia bahkan bisa memetik banyak pelajaran atas kasus yang menimpanya.

"Akhirnya saya menulis otobiografi. Ya itu salah satu hikmahnya dan saya banyak belajar. Saya juga termasuk juga dalam beribadah ya itu juga bagian dari teguran dari Tuhan kepada saya," tandasnya.

Sumber: detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten