Airlangga Hartarto: Harga Minyak Goreng Ditetapkan Rp14.000 per Liter

Menko Airlangga Hartarto menyebutkan pemerintah menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat, salah satunya dengan menetapkan harga minyak goreng yang terjangkau.

 Menteri Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat mengumumkan penetapan harga minyak goreng di Jakarta, Rabu (5/1/2022). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Menteri Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat mengumumkan penetapan harga minyak goreng di Jakarta, Rabu (5/1/2022). (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah akan terus menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat. Jaminan ini salah satunya diwujudkan dengan menyediakan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan arahan prioritas utama pemerintah saat ini adalah pemenuhan kebutuhan rakyat, salah satunya harga minyak goreng yang terjangkau masyarakat. Oleh karenanya, pemerintah harus memprioritaskan penyediaan minyak goreng dengan harga terjangkau oleh masyarakat, sekaligus menciptakan stabilisasi harga minyak goreng di dalam negeri.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Arahan Presiden itu ditujukan untuk merespons tren kenaikan harga pangan, khususnya minyak goreng yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Tercatat pada pekan kelima Desember 2021, harga minyak goreng kemasan mencapai rata-rata Rp18.492 per liter atau mengalami kenaikan 8,31% dari bulan sebelumnya, atau month to month (MtM).

Baca juga: Airlangga Hartarto: Dukungan TNI /Polri Krusial untuk Menangani Pandemi

“Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah mengambil kebijakan menyediakan minyak goreng untuk masyarakat dengan harga Rp14.000 per liter di tingkat konsumen yang berlaku di seluruh Indonesia,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (5/1/2022).

Minyak goreng kemasan sederhana dengan harga khusus tersebut akan disediakan sebanyak 1,2 miliar liter selama jangka waktu 6 bulan dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan. Sementara itu, kebutuhan biaya untuk menutup selisih harga, PPN dan biaya surveyor Rp3,6 triliun bersumber dari anggaran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS). Selisih harga yang dimaksud adalah selisih harga produksi dan distribusi dengan harga eceran/retail.

Segera Terealisasi

Kebijakan pembiayaan minyak goreng kemasan sederhana untuk keperluan rumah tangga diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat. Kebijakan ini sebagai bentuk upaya nyata pemerintah dalam mendukung penyediaan pangan yang terjangkau untuk masyarakat.

Pemerintah juga telah menugaskan kepada Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Keuangan, dan Direktur Utama BPDP KS untuk mempercepat implementasi dari kebijakan ini.

Baca juga: Nataru Sudah Lewat, Harga Minyak Goreng di Solo Belum Juga Turun

Menteri Perdagangan akan bertugas untuk memastikan ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau, menyiapkan regulasi serta mekanismenya, dan menyiapkan regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sementara itu, Kementerian Keuangan akan menyiapkan peraturan mengenai tata cara pemungutan dan penyetoran PPN atas selisih kurang harga minyak goreng oleh BPDP KS dengan mengadopsi Peraturan Dirjen Pajak Nomor 35 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemungutan dan Penyetoran PPN Atas Selisih Kurang Harga BBN Jenis Biodiesel Oleh BPDP KS.

Selanjutnya, BPDP KS akan bertugas menyiapkan pendanaan dan pembayaran terhadap selisih harga pasar dengan HET minyak goreng kemasan sederhana selama 6 bulan beserta PPN, menyiapkan pembiayaan dan menetapkan surveyor independen, dan melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan produsen Produsen penyalur minyak goreng kemasan, sesuai daftar dari Kementerian Perdagangan.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menyampaikan dalam upaya stabilisasi harga minyak goreng, pemerintah juga tengah mengadakan kegiatan operasi pasar. “Pada saat ini kita juga sebenarnya masih mengadakan operasi pasar untuk 11 juta liter di 47.000 gerai pasar modern. Hari ini sudah terealisasi sebanyak 4 juta liter, jadi 7 juta liter on-going dilaksanakan,” ucap Menteri Lutfi.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

Kelainan genetik yang berujung meninggalnya bayi seusai dilahirkan merupakan salah satu dampak buruk dari hasil hubungan sedarah atau inses.

Iduladha di Indonesia & Arab Saudi Berbeda, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Di bawah ini terdapat penjelasan ilmiah terkait perbedaan Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi menurut Kementerian Agama RI.

Mengembalikan Musik Metal ke Jantung Klenengan

Rencana konser grup band rock progresif Dream Theater dan rencana penyelenggaraan lagi Rock in Solo pada 2022 layak disebut ikhtiar mengembalikan musik metal ke jantung klenengan.

Kenapa Iduladha 2022 di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda?

Kira-kira kenapa Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi jatuh pada tanggal yang berbeda? Ini jawaban dan penjelasan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Ridwan Kamil dan Komunikasi Politik Menuju 2024

Pengelolaan citra atau image management yang dilakukan oleh Ridwan Kamil terlihat unik.

Bayi Hasil Hubungan Inses Kakak-Adik Meninggal Setelah Dilahirkan

Bayi laki-laki dengan kelainan genetik hasil hubungan inses antara kakak dan adik kandung di Dustlik, Uzbekistan, meninggal dunia dua jam setelah dilahirkan.

Narasi Kontra Polarisasi di Tengah Manuver Politik

Politikus dan cendekiawan berulang kali memperingatkan bahaya polarisasi, terutama yang berbasis keagamaan, terhadap demokrasi Indonesia.

Jangan Biarkan Taman Siswa Lenyap dari Ingatan

Sayang jika Taman Siswa sampai lenyap dari ingatan. Perlu ada gerakan penyelamatan Taman Siswa.

Taman Siswa dan Sisa-Sisa Romantisisme

Tanggal 3 Juli 2022 tepat seabad Perguruan Nasional Taman Siswa berdiri. Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan nasional tersebut di Kota Jogja. Kini tersisa romantisisme dari idealisme Taman Siswa.

Peugeot e-Expert Hydrogen Kendaraan Van Serba Listrik

Peugeot menguji coba kendaraan listrik jenis van angkut berbahan bakar Hydrogen e-Expert, yang dilengkapi teknologi elektrifikasi

Keren! Mahasiswa ITNY Raih Juara II Lomba Cipta Puisi Nasional

Mahasiswa FTSP ITNY, Deandra Marhaendra, berhasil meraih Juara II dalam Lomba Cipta Puisi Nasional.

Sejarah Hari Ini: 3 Juli 1608, Kota Quebec Kanada Didirikan

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah dari tahun ke tahun pada 3 Juli.

30 Hari Muhibah Budaya Jalur Rempah Berujung Spirit Majapahit

Nusantara adalah negeri yang diberkahi. Negeri yang dipilih Tuhan sebagai tempat pertama di bumi untuk menumbuhkan rempah.

Wow, Per Tahun, Orang Indonesia Gunakan 182,7 Miliar Kantong Plastik

masyarakat dunia diperkirakan membuang 5 triliun sampah kantong plastik setiap tahunnya.

Cuaca Buruk di Jakarta, Pesawat Berputar-putar & Transit di Palembang

Pesawat yang menuju ke Jakarta sempat mengalami kendala pendaratan akibat cuaca buruk.

Praktik Baik SDGs Desa Butuh Inovasi dan Kreativitas

Praktik baik implementasi Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa membutuhkan inisiatif, inovasi, kreativitas, dan kepeloporam dengan model berpikir yang tidak biasa atau out of the box.