Airasia Buka Lini Usaha Layanan Pesan Antar Makanan, Diantar Pakai Pesawat?
AirAsia membuka lini usaha AirAsia Food yang sudah beroperasi di Malaysia dan Singapura. (Instagram/AirAsia)

Solopos.com, JAKARTA -- Lesunya dunia penerbangan akibat Covid-19 mendorong  AirAsia membuka lini usaha baru, ojek online (ojol) layanan pesan antar. Untuk saat ini, maskapai penerbangan murah (low cos carrier/LCC) terbesar di Asia ini baru menjalankan bisnis barunya tersebut di Malaysia dan Singapura. Kemungkinan tak lama lagi bisnis serupa akan dibawa Airasia ke Indonesia.

Di Singapura, ojol antar makanan ini masih dalam masa pengenalan. Diberitakan Today Online, Kamis (4/3/2021), usaha yang dinamakan AirAsia Food itu untuk layanan pesan-antar makanan meluncur di Singapura. Ada penawaran pengiriman gratis selama dua minggu untuk pesanan dalam jarak 8 km.

Peluncuran ojol antar makanan AirAsia ini dilakukan pada Selasa (2/3/2021) lalu. Di masa awal, sudah ada 24 gerai makanan dan minuman yang bergabung di platrformnya.

Baca juga: Sejarah Hari Ini: 28 Desember 2014 AirAsia Jatuh

"AirAsia dalam hal ini harus bertarung dengan pemain-pemain mapan yang sudah ada sebelumnya. Sejauh ini, AirAsia Food sudah memiliki 500 pengendara dan 300 operator makanan lainnya sedang dalam proses untuk bergabung," kata Lim Ben-Jie, kepala e-commerce untuk aplikasi AirAsia.

Perusahaan menjanjikan biaya pengiriman 5% lebih rendah daripada para pesaingnya. Selain itu, AirAsia Food juga menawarkan pengiriman gratis dalam jarak 8 kilometer hingga 16 Maret.

Bisa Pesan Penerbangan

Pemesanan dapat dilakukan di situs web AirAsia Food atau melalui aplikasi supernya, di mana penerbangan juga dapat dipesan di sana.

"Di AirAsia Food, misi kami selalu membantu bisnis makanan lokal menjaga biaya operasional mereka tetap rendah dengan menawarkan tarif komisi yang jauh lebih rendah yang kemudian dapat diteruskan kepada pelanggan," Chief Executive Officer Grup AirAsia, Tony Fernandes.

"Sehingga mereka dapat menikmati harga yang lebih rendah untuk hidangan favorit mereka," imbuh dia.

Baca juga: AirAsia X akan Berhenti Beroperasi di Indonesia

Restoran yang sudah menerima pesanan AirAsia Food adalah Swee Choon Tim Sum, Maki-san, PizzaExpress, dan Indian Wok. Perusahaan berharap dapat menarik lebih banyak restoran dan sejenisnya operator dengan menawarkan biaya komisi yang lebih rendah sebesar 15 persen pada setiap transaksi.

Tiga platform ojol pengiriman makanan utama di Singapura, yaknio GrabFood, Foodpanda, dan Deliveroo mengenakan tarif antara 25%-35%.

Siap Ekspansi

Lim memperkirakan bahwa si ojol dapat menghasilkan rata-rata hingga SGD 700 seminggu jika mereka mengirimkan 10 pesanan per hari selama enam hari seminggu. Para ojol akan dikelola oleh cabang logistik Teleportasi AirAsia yang diluncurkan di Singapura tahun lalu.

AirAsia Food, yang mulai beroperasi di Klang Valley pada Mei tahun lalu, masih berekspansi ke lebih banyak kota di Malaysia. Fernandes mengatakan pada Malaysia New Straits Times pada Desember lalu bahwa mereka mampu memenuhi 1.000 pengiriman makanan sehari, sementara perusahaan besa 55.000 pengiriman sehari.

Baca juga: Tiket AirAsia Mulai Laris, Tempat Ini Jadi Tujuan Favorit Penumpang

Setelah Singapura, AirAsia Food berencana meluncurkannya di Thailand, Indonesia, dan Filipina sebelum akhir tahun ini.

Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, AirAsia juga berencana meluncurkan tiket tahunan. Traveller dapat memesan penerbangan tak terbatas dari Singapura ke negara Asia Tenggara lainnya dan menikmati pengiriman makanan gratis.

"Kami membutuhkan tujuh tahun untuk mendapatkan izin penerbangan dari Kuala Lumpur ke Singapura. Kami membutuhkan waktu tujuh minggu untuk meluncurkan layanan makanan kami. Jadi dunia telah berubah," kata Fernandes menegaskan.

Sumber: Detik.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom