Tutup Iklan
Warga berjalan melintasi kawasan waduk Kedungombo Desa Klewor, Kemusu, Boyolali, 3 Oktober 2013 yang mengalami kekeringan. (Solopos-Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SEMARANG — Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah Eko Yunianto menjelaskan hampir seluruh waduk di Jateng menyusut airnya hingga 24% gara-gara musim kemarau 2019.

"Contohnya, Waduk Malahayu, Cacaban, Rawapening, Kedungombo, Wonogiri, Lalung, Wadaslintang, Sudirman, Jatibarang, Penjalin, Jombor hingga Waduk Tempuran," papar Eko Selasa (25/6/2019). Menurutnya, total ada 41 waduk di wilayah Jawa Tengah yang isinya menyusut gara-gara musim kemarau 2019 ini.

Eko menjelaskan kondisi terparah saat ini berada di Waduk Tempuran. Semula Waduk Tempuran punya ketersediaan air 1.532 juta m3. Namun kini mulai mengering.

Eko mengaku jajarannya sedang mengebut proses pemeliharaan 41 waduk di 35 kabupaten/kota Jateng. Pemeliharaan waduk untuk menjaga aliran air ke lokasi pertanian tetap berfungsi dengan baik sekaligus memperkuat daya tampung waduk agar tetap terjaga. 

Eko menjelaskan kondisi ini juga selaras dengan informasi peringatan dini dari BMKG. Kata dia,  kemarau pada tahun ini akan berlangsung cukup panjang hingga mencapai tujuh bulan.

Dia menambahkan, bukan hanya waduk saja,melainkan sungai juga mengalami penyusutan debit air.  Menurutnya, saat ini pihaknya melakukan pemantauan terhadap penyusutan debit air di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

"Di area sungai kita juga punya 135 control point di sungai. Tepian semua sungai secara kasat mata sudah mengering," tambahnya.

Eko menerangkan dengan kondisi irigasi di Indonesia yang masih mengandalkan aliran air sungai, maka saat ini membuat kebutuhan air untuk lahan pertanian semakin menurun. "Sekarang sudah terasa ada banyak keluhan petani yang kekurangan pasokan untuk air irigasinya," jelasnya.

Lebih jauh Eko mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk menanggulangi persoalan kekeringan tersebut.  Eko juga meminta petani memanfaatkan sisa-sisa air untuk membantu mengaliri irigasi sawahnya. Selain itu, pihaknya akan memberikan bantuan pompa bagi bagi petani yang mengalami kekeringan.

"Untuk itu, kita perkuat koordinasi dengan teman-teman kabupaten/kota. Karena harus kita sadari kalau itu bukan bersumber dari waduk, ya hanya bisa mengandalkan dari air yang mengalir. Apapun itu kita harus ada upaya yang maksimal untuk menolong para petani," katanya.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten