Air Sendang Ontrowulan Di Gunung Kemukus Sragen Diyakini Membawa Berkah

Sendang Ontrowulan di objek wisata Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, dipercaya bisa menyehatkan sekaligus membawa berkah.

 Suasana Sendang Ontrowulan di Objek Wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Rabu (4/5/2022). (Solopos/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Suasana Sendang Ontrowulan di Objek Wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Rabu (4/5/2022). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Di objek wisata religi Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, ada satu lokasi yang sayang kalau dilewatkan oleh pengunjung yang berwisata di tempat tersebut. Sendang Ontrowulan namanya.

Air sendang ini dipercaya bisa menyehatkan sekaligus membawa berkah. Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu (4/5/2022), lokasi sendang bisa ditemukan dengan menyusuri jalan kampung Gunung Kemukus.

PromosiIsu Strategis Penentu Kelancaran Pemilu 2024

Pengunjung bisa menemukan petunjuk dan gapura menuju sendang tersebut. Lokasi sendang dengan pintu masuk kira-kira 300 meter. Terdapat area di dekat sedang sehingga turis bisa mengendarai kendaraan pribadi.

Pengunjung objek wisata Gunung Kemukus, Sragen, juga bisa berjalan kaki melewati promenade atau tempat untuk berjalan kaki menuju Sendang Ontrowulan. Lokasi sendang berada di ujung promenade. Air sedang bisa digunakan untuk mencuci muka serta dibawa pulang.

Cara mengambilnya dengan memakai timba. Air bisa diambil kira-kira dua meter ke dalam sumur. Kawasan sendang terasa adem dengan adanya beberapa pohon besar, pendapa, gazebo, dan ruang khusus untuk sembahyang atau menjalankan ritual.

Baca Juga: Gunung Kemukus Bakal Diresmikan Puan, 120 Rumah Warga Dicat Warna-Warni

Ruangan khusus itu kondisinya tertutup rapat saat dikunjungi Solopos.com, Rabu. Pengunjung juga tak perlu khawatir jika butuh ke toilet sebab ada fasilitas itu di dekat sedang.

Penanggung Jawab Objek Wisata Gunung Kemukus Sragen, Marcellus Suparno, mengatakan sebelum pengunjung melakukan ziarah biasanya mencuci muka, mambawa air sendang Ontrowulan dengan botol, dan berdoa.

Makam Pangeran Samudra

Kemudian peziarah menuju Makam Pangeran Samudra dan ibunya, Ontrowulan. Kedua badan jenazah itu berada di satu nisan. “Diyakini air merupakan sumber kehidupan untuk semua mahkluk hidup. Sebisa mungkin air yang jernih atas doa dan kepercayaan kepada Tuhan apa yang menjadi permohonan dengan air akan sehat semua,” jelasnya.

Baca Juga: Wisatawan dari Luar Kota Serbu New Kemukus Sragen, Begini Suasananya

Disinggung mengenai mitos air Sendang Ontrowulan bisa membuat awet muda, Suparno menjawab tidak. Sebab ada peziarah datang dari kalangan orang tua namun memiliki jiwa muda.

Menurutnya, banyak orang datang ke Sendang Ontrowulan di objek wisata Gunung Kemukus, Sragen, kemudian mengambil air untuk dibawa pulang, antara lain para petani. Air yang telah didoakan diyakini membawa berkah berupa hasil panen maksimal setelah menyiramkan air sendang ke pematang sawah saat musim tanam.

Pengunjung yang berniat ziarah dengan hati yang suci, memohon ampun kepada Tuhan, dan mau bekerja keras, lanjut Marcellus Suparno, niscaya Tuhan akan mengabulkan permintaannya.

Baca Juga: 300 Keluarga Tak Perlu Bayar Tiket Masuk Kemukus Sragen, Kok Bisa?

Suparno mengatakan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati serta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pernah berziarah di Makam Pangeran Samudra.

Kisah Ontrowulan

Sementara itu, Sendang Ontrowulan di objek wisata Gunung Kemukus Sragen menyimpan kisah ketika Ontrowulan menuju ke pusara anaknya. Dia bisa bertemu dengan Pangeran Samudra lalu berbicara dalam mimpi.

Ontrowulan belum bisa bertemu dengan Pangeran Samudra sebab masih hidup di dunia. Ontrowulan diminta bersuci di salah satu belik atau sumur lama. “Akhirnya dari pusara ia teringat pembicaraan tadi dan berjalan sempoyongan menuju ke sendang,” jelasnya.

Baca Juga: Puan Resmikan Objek Wisata New Kemukus, Minta Ada Toilet Bersih

Dia mengatakan garwa selir memakai sesupe atau hiasan kembang di kepala. Ontrowulan mengibaskan sesupe lalu berjatuhan. Dengan doa kembang itu tumbuh menjadi sejumlah pohon besar langka di sekitar makam Pangeran Samudra, antara lain akar gelung.

Selanjutnya Ontrowulan membersihkan diri di belik dengan berdoa hingga akhirnya kekuatannya pulih kembali. Airnya mujarab karena diberkahi Tuhan. Dia melihat pusara dari sendang ada asap seperti kukus sehingga nama tempat dinamai Gunung Kemukus.

Sementara nama belik dinamakan Sendang Ontrowulan. Ontrowulan naik ke atas untuk berdoa sampai akhirnya meninggal dunia. Ontrowulan dimakamkan di samping badan Pangeran Samudra namun nisannya jadi satu.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

+ PLUS Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

Lembaga keuangan nasional dan global masih berdiri dua kaki. Membiayai sektor energi kotor dan perusak lingkungan sekaligus membiayai sektor energi bersih. Komitmen green financing belum optimal, justru greenwashing yang menguat.

Berita Terkini

Hati-Hati! Jalur SSB di Genting Cepogo Boyolali Longsor Lur...

Tanah longsor di jalur SSB Cepogo, Boyolali, terjadi sekitar pukul 05.30 WIB secara tiba-tiba tanpa ada hujan sebelumnya.

Menyeruput Teh Gambyong, Teh Bercita Rasa Kopi Khas Kemuning

Di Desa Kemuning, Ngargyoso, Karanganyar, memiliki teh dengan rasa yang khas, yakni bercita rasa kopi. Teh hitam dengan rasa kopo ini dijual oleh Eko Wuryanto, warga setempat, dengan nama Teh Gambyong.

Jukir CFD Diduga Ngepruk, Ini Tarif Parkir Resmi Kota Solo Sesuai Perda

Ketentuan mengenai besaran tarif resmi parkir berbagai jenis kendaraan di Kota Solo diatur dalam Perda No 1/2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.