AIR BERSIH SUKOHARJO : IPA Gatak Jaring 4.000 Pelanggan Baru
Ilustrasi air PDAM (JIBI/Solopos/Dok.)

Air bersih Sukoharjo, PDAM mengoperasikan IPA Gatak dan menargetkan meraih 4.000 pelanggan baru.

Solopos.com, SUKOHARJO--PDAM Tirta Makmur Sukoharjo segera mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kecamatan Gatak pada Juni mendatang. IPA tersebut ditargetkan mampu menambah 4.000 pelanggan baru mulai 2016-2019.

Kepala Bagian (Kabag) Administrasi dan Keuangan PDAM Tirta Makmur Sukoharjo, Subroto, mengatakan saat ini, IPA PDAM di Kecamatan Gatak masih dalam tahap uji coba. Tahap uji coba dilakukan hingga beberapa bulan mendatang. Rencananya, IPA PDAM dioperasikan pada Juni mendatang.

“Debit airnya sekitar 50 liter/detik. Sekarang masih dalam tahap ujicoba jadi belum dioperasikan,” kata dia,  saat ditemui Solopos.com di kantornya, akhir pekan lalu.

Dengan dibangunnya IPA PDAM di Kecamatan Gatak maka memperluas jaringan pipa air PDAM di wilayah Sukoharjo. Targetnya, jumlah pelanggan baru di Kecamatan Gatak sekitar 4.000 pelanggan. Sebelumnya, PDAM hanya mempunyai jaringan pipa air di 10 kecamatan kecuali Kecamatan Gatak dan Weru.

“Sekarang hanya satu kecamatan yang belum dapat dijangkau jaringan pipa air PDAM yakni Kecamatan Weru,” ujar dia.

Jaringan pipa air bersih PDAM belum dapat menjangkau wilayah Kecamatan Weru lantaran dipengaruhi kondisi geografis. Kondisi geografis di wilayah Kecamatan Weru terdiri dari perbukitan dan tebing tanah.

Selain itu, sebagian warga yang berdomisili di wilayah Sukoharjo bagian selatan masih mengandalkan sumber dalam dan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas). Mereka belum berniat untuk menjadi pelanggan baru PDAM kendati sudah terjangkau jaringan pipa air bersih.

“Jadi air yang digunakan warga tak hanya berasal dari PDAM namun dari sumber-sumber air lainnya,” papar dia.

Selain pembangunan IPA di Kecataman Gatak, ia juga fokus menyasar masyarakat yang berdomisili di wilayah perbatasan seperti Kecamatan Kartasura dan Kecamatan Grogol. Dia tak menampik sebagian masyarakat di wilayah itu memilih berlangganan air di PDAM daerah lainnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom