AIR BERSIH SUKOHARJO : 2017, PDAM Pasang 2.500 Sambungan
Ilustrasi air PDAM (JIBI/Solopos.com/Dok.)

Air bersih Sukoharjo, PDAM Tirta Makmur akan memasang 2.500 sambungan rumah tangga pada 2017.

Solopos.com, SUKOHARJO--PDAM Tirta Makmur Sukoharjo bakal memasang 2.500 sambungan rumah tangga yang mendapat bantuan subsidi pada 2017. Bantuan subsidi itu merupakan dana hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Makmur Sukoharjo, M. Mahfud Faozi, mengatakan bantuan hibah dari pemerintah pusat yang diperuntukkan untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah diberikan setiap tahun. Tahun ini, PDAM menerima bantuan hibah pemasangan jaringan air bersih untuk MBR sebanyak 1.717 pelanggan.
“Progres pemasangan jaringan air bersih MBR pada 2016 rampung pada akhir September ini. Para penerima bantuan hibah tersebar di 12 kecamatan se-Sukoharjo, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (29/9/2016).

Masyarakat hanya membayar biaya pemasangan sambungan rumah tangga senilai Rp500.000. Pembayaran biaya pemasangan sambungan rumah tangga  dapat diangsur lima kali. Hal ini dilakukan agar MBR tak terbebani saat jaringan air bersih dipasang di rumahnya.

Sebelumnya, petugas bakal turun lapangan untuk menyurvei beberapa kriteria MBR sebagai penerima bantuan hibah. “Acuan program bantuan hibah untuk MBR adalah daya listrik di setiap rumah 900 volt ampere (VA). Ada juga daya listriknya sampai 1.300 VA, namun yang kami prioritaskan 900 VA,” ujar dia.

Faozi mengungkapkan hasil survei di lapangan bakal diverifikasi kembali untuk menentukan sasaran bantuan hibah pemasangan sambungan rumah tangga. Kemudian, hasil verifikasi itu dilaporkan kepada pemerintah pusat.

Apabila disetujui pemerintah pusat maka pemasangan sambungan rumah tangga MBR segera dikerjakan. “Kami akan menggandeng para pengurus rukun tetangga/rukun warga (RT/RW) untuk menyosialisasikan program bantuan hibah MBR kepada warga di wilayahnya masing-masing. Tujuan program bantuan hibah MBR adalah memberikan pelayanan kebutuhan air bersih terhadap masyarakat kurang mampu,” papar dia.

Disinggung mengenai kualitas pelayanan terhadap pelanggan air, Faozi menjelaskan para pelanggan air dapat menghubungi call center PDAM yang menampung berbagi keluhan dan persoalan ihwal pasokan air bersih. Call center pelanggan air PDAM dioperasikan sejak Juli.

Tak hanya itu, Faozi berencana melakukan reklasifikasi pelanggan air pada 2017 mendatang. Saat ini, ia masih menunggu regulasi yang mengatur mengenai reklasifikasi pelanggan air tersebut. “Terus terang, kami sudah lama tidak mereklasifikasi pelanggan air. Saya tak hafal kali terakhir PDAM melakukan reklasifikasi pelanggan air. Bisa jadi, dahulu kondisi perekonomiannya menengah ke bawah sekarang berubah menjadi orang kaya.”



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom