Kondisi air Bengawan Solo di Lamongan yang menghitam. (detik.com)

Solopos.com, LAMONGAN — Menghitamnya air Bengawan Solo tidak hanya berdampak pada menurunnya kualitas air PDAM Lamongan yang mengambil air baku dari sungai itu. Namun juga berdampak pada pelanggan PDAM Cepu dan PDAM Bojonegoro.

“Kondisi distribusi air PDAM ke Lamongan dari IPA Babat dan IPA Plosowahyu pada Senin (9/12) terjadi perubahan air baku pada jam 05.00 WIB. Berubah fisik dengan warna cokelat kehitaman,” terang Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfudim, Selasa (10/12/2019), seperti dikutip Madiunpos.com dan detik.com.

Ia menilai air keruh ini merupakan kiriman dari wilayah hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Sebelum PDAM Lamongan, PDAM Cepu telah lebih dulu merasakan dampak dari perubahan air Bengawan Solo, yakni sejak 28 November 2019. Sejak itu, PDAM lain ikut terdampak yakni Kalitidu dan Bojonegoro.

Untuk mengatasi keruhnya air baku dari Bengawan Solo, PDAM Lamongan menambah dosis kaporit, PAC, dan bahan lain untuk mereduksi warna hitam.

“Karena kondisi warna air baku yang berubah-ubah, operator IPA harus menentukan dosis yang pas setiap ada perubahan warna,” terang Ali.

Disamping itu, PDAM Lamongan juga terus berkoordinasi dengan pihak Perum Jasa Tirta I (PJT I) untuk melepas air baku di bendung gerak Babat agar kepekatan warna hitam berkurang. “Operator IPA tetap melakukan upaya-upaya agar kualitas tetap lebih baik,” ujarnya.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten