Tutup Iklan

Ahok Klarifikasi Pernyataan di Video BTP dengan Puput Nastiti di OSO TV

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menuturkan klarifikasi atas video di OSO TV yang menampilkan dirinya dan teman dekatnya saat ini, mantan polwan Puput Nastiti Devi, saat bertemu dengan politisi Partai Hanura sekaligus Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang alias Oso pada 24 Januari 2019.

Ahok Klarifikasi Pernyataan di Video BTP dengan Puput Nastiti di OSO TV

SOLOPOS.COM - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dan Oesman Sapta Odang.(Istimewa/Youtuber/OSOTvchannel)

Solopos.com, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menuturkan klarifikasi atas video di OSO TV yang menampilkan dirinya dan teman dekatnya saat ini, mantan polwan Puput Nastiti Devi, saat bertemu dengan politisi Partai Hanura sekaligus Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang alias Oso pada 24 Januari 2019.

Video tersebut berisi Ahok mengembalikan cincin batu berwarna merah kepada Oso sekaligus mengatakan alasan dirinya yang terpikat dengan Puput Nastiti karena garis tangan yang sama.

“[Saya ngomong panjang] eh videonya dipotong-potong. Sekarang saya dimarahi banyak orang. Dibilang saya percaya mistik, percaya cincin. Yaudahlah, emang nasib saya begitu. Bapak ibu jangan salah paham dengan saya,” katanya ketika bertemu dengan kader PDIP di kawasan Meruya, Jakarta Utara, Rabu (30/1/2019).

Pria yang kini dipanggil BTP tersebut menegaskan dia tak percaya mistis. Bukan itu saja, dia juga mengatakan bukan penggemar cincin batu. Cincin berwarna merah yang bisa menyala itu awalnya dipinjamkan Oso saat menjenguknya di Mako Brimob, Jawa Barat. Seusai keluar dari tahanan, Ahok sudah berjanji untuk mengembalikan cincin tersebut.

Namun, Oso justru memberikan benda unik itu kepada Ahok. Pengusaha asal Kalimantan Barat tersebut, kata Ahok, mengatakan bahwa cincin itu dipinjamkan selama-lamanya untuk dirinya.

“Saya bilang, jangan saya bang. Tapi ya, tidak boleh menolak rejeki,” imbuhnya.

Bukan itu saja, dia juga mengaku tak percaya garis tangan manusia. Padahal, di video OSO TV Ahok menyebut garis tangan dia dan Puput sama persis. Sebagai WNI keturunan Tionghoa, Ahok percaya hal itu akan membawa keberuntungan dan membuatnya menjadi orang hebat.

“Persis sama,” katanya sambil menunjukkan telapak tangan dia dan Puput kepada Oso.

Apa yang ditampilkan Oso TV berbeda dengan ucapannya saat blusukan ke markas PDIP di Jakarta Barat. Menurutnya, dia percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ajaran agama yang diyakininya.

“Saya cuma percaya Tuhan sudah mentakdirkan yang terbaik buat saya,” ucap Ahok.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Kematian Covid Tanpa Komorbid Tinggi

Angka kematian pasien Covid-19 di Klaten masih tinggi. Tak hanya pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, pasien yang meninggal tanpa komorbid sebesar 35%.

Vaksin Bikin Tubuh Aman dari Covid-19? Cek Faktanya

Vaksin Covid-19 bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus corona.

Dua Juru Parkir Liar di Kota Madiun Diringkus Polisi

Dua juru parkir liar ditangkap Polres Madiun Kota dalam pemberantasan aksi premanisme dan pungli.

Duh! Petani Tembakau di Klaten Terancam Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Tak Menentu

Sejumlah petani tembakau di Klaten dilanda kegalauan. Cuaca yang tak menentu mengakibatkan tanaman tembakau tak tumbuh secara optimal.

Isolasi Lokal di Gedawung Baturetno Wonogiri Selesai, Warga Siraman Pakai Air Kendi

Isolasi lokal yang diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri telah selesai, Selasa (22/6/2021).

Lezatnya Suboli Pizza, Pizza Susu Khas Boyolali

Di Boyolali, terdapat kuliner khas yakni pizza susu dan dikenal dengan nama Suboli Pizza. Makanan ini biasanya dijual di Jl Pandan Arang, Boyolali.

Warga Kerja Bakti Bersihkan Makam di Mojo, Kapolresta: Budaya Wong Solo!

Jajaran Polresta Solo, TNI, dan Ormas membersihkan dan memperbaiki makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (23/6/2021).

Soal Perizinan Sekolah, Ini Kata Kepsek Bocah Perusak Makam di Mojo Solo

Pihak Kuttab atau lembaga pendidikan dasar tempat 10 anak yang merusak makam di Mojo, Solo, mengatakan sudah mengajukan perizinan sekolah kepada Kemenang.

Pasien Covid-19 Membeludak, RSUD Tugurejo Semarang Akhirnya Dirikan Tenda Darurat

RSUD Tugurejo mulai kehabisan ruang isolasi pasien Covid-19 sejalan membeludaknya pasien. Mereka kini mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien.

10 Bocah Merusak Makam di Mojo Solo, Ini Penjelasan Sekolah

Pihak sekolah tempat 10 bocah pelaku perusakan makam di Solo membantah mengajarkan intoleransi.

Pegawainya Terpapar Covid-19, Kantor Imigrasi Madiun Dilockdown

Kantor Imigrasi Madiun ditutup sementara karena seorang pegawainya positif Covid-19. Kantor akan buka kembali pada Senin (28/6/2021).

Solusi Atasi Sampah, PLN Beli Listrik dari PLTSa Terbesar Se-Jateng di Solo

PT PLN membeli energi hijau yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Solo yang terakumulasi di TPA Putri Cempo,