Ahli Waris Sriwedari Solo: Putusan Baru MA Tak Pengaruhi Status Kepemilikan

Kuasa hukum ahli waris tanah Sriwedari Solo mengklaim putusan baru MA yang mengabulkan permohonan kasasi Pemkot tidak memengaruhi status kepemilikan tanah tersebut.

 Pintu gerbang kawasan Taman Sriwedari Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Pintu gerbang kawasan Taman Sriwedari Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Kuasa Hukum Ahli Waris Tanah Sriwedari Solo, Anwar Rachman, mengklaim putusan baru Mahkamah Agung atau MA yang mengabulkan permohonan kasasi Pemkot Solo tidak memengaruhi status tanah Sriwedari yang menurutnya sah milik ahli waris.

Karena itulah, Anwar mengatakan ahli waris tenang-tenang saja menanggapi keluarnya putusan tersebut. “Karena putusan itu tidak berpengaruh terhadap putusan kepemilikan dan pengosongan Sriwedari. Wis itu,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Kamis (6/10/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Anwar berpendapat Putusan MA RI Nomor 2085 K/Pdt/2022 yang keluar pada 15 Agustus lalu bukan tentang perkara pokok tanah Sriwedari Solo. Putusan itu, menurutnya, terkait perlawanan Pemkot Solo terhadap sita eksekusi, bukan tentang status kepemilikan tanah.

“Itu [putusan MA] bukan perkara pokok, itu kan perlawanan terhadap sita eksekusi, bukan status kepemilikan,” urainya. Lebih jauh Anwar menjelaskan ada dua gugatan yang diajukan Pemkot Solo ke MA.

Pertama terkait putusan kepemilikan tanah dan pengosongan Sriwedari dimohonkan untuk dinyatakan tidak bisa dieksekusi. Kedua, agar sita eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Solo atas tanah Sriwedari dicabut atau dibatalkan.

Baca Juga: Permohonan Kasasi soal Sriwedari Dikabulkan MA, Pemkot Solo: Kami Pelajari Dulu

“Nah permohonan yang pertama itu ditolak MA. Artinya eksekusi tetap jalan, enggak ada masaah. Yang diperintahkan adalah sita yang diangkat. Lah sita nanti itu bisa diangkat bersamaan dengan eksekusi. Selesai. Jadi tanpa adanya sita enggak ada masalah,” ungkapnya.

Anwar menambahkan putusan hukum terkait status kepemilikan tanah Sriwedari sudah final dan mengikat. “Itu berlaku sampai kiamat. Siapa pun tidak bisa membatalkan putusan tersebut. Presiden pun tidak bisa membatalkan putusan kepemilikan itu. Apalagi cuma menteri,” katanya.

Dalam catatan Anwar, baru kali ini Pemkot Solo menang sengketa hukum Sriwedari. Tapi kemenangan itu pun menurutnya bukan terkait gugatan perkara pokoknya.

Baca Juga: Kasasi Pemkot Solo Dikabulkan, Kuasa Hukum Ahli Waris Sriwedari Tenang

Eksepsi Ahli Waris Sriwedari

Seperti diberitakan, MA mengeluarkan putusan Nomor 2085 K/Pdt/2022 terkait sengketa tanah Sriwedari Solo. Dalam putusan itu MA mengabulkan permohonan kasasi dari Pemkot Solo cq Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, terkait sengketa tanah Sriwedari.

MA juga membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi (PT) Semarang Nomor 468/PDT/2021/PT SMG tertanggal 8 Desember Tahun 2021 juncto Putusan Pengadilan Negeri (PN) Solo Nomor 247/Pdt.G/2022/PN Skt tanggal 9 Juni Tahun 2021.

Selanjutnya MA menyatakan eksepsi dari terlawan I, II, IV, VI, VII, 1X (ahli waris) tidak dapat diterima. Saat dihubungi melalui telepon seluler (ponsel), Kamis (6/10/2022), Anwar mengaku pihaknya tetap bersikap tenang atas adanya putusan itu.

Baca Juga: Dari OTT Hakim Agung Sudrajad, Rudy Berharap Penyelesaian untuk Sriwedari Solo

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Pemkot Solo, Yeni Apriliawati, mengaku belum bisa berkomentar banyak mengenai putusan baru MA yang memenangkan Pemkot atas permohonan kasasi kasus Sriwedari.

Yeni mengatakan masih menunggu salinan dokumen resmi putusan tersebut dari Pengadilan Negeri Solo. Yeni pun mengaku belum tahu apa langkah yang akan dilakukan Pemkot Solo untuk menindaklanjuti putusan MA terkait Sriwedari itu.

“Karena putusan baru saja, kami pelajari dulu, kami melihat putusannya seperti apa. Kemudian kami baru bisa menentukan langkah hukum selanjutnya,” jelasnya.

Baca Juga: Eks Hakim Agung Beberkan Kasus Mafia Peradilan MA, Sriwedari Solo Ikut Disebut

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, yang mempertanyakan kenapa salinan putusan MA itu belum sampai ke Pemkot padahal putusan MA keluar sejak 15 Agustus 2022. Dia menjelaskan putusan baru itu membatalkan eksekusi dari ahli waris Sriwedari.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Acara Perdana Sukses, Balon Udara Kemuning Karanganyar Bakal Ada Lagi

      Kepala Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar memastikan akan menggelar lagi festival balon udara tahun depan setelah sukses pada acara perdana 19-20 November 2022 lalu.

      Jalan Menuju Goa Resi Wonogiri Retak Sepanjang 20 Meter, Mobil Dilarang Lewat

      Jalan menuju gerbang masuk objek wisata Goa Resi di Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri mengalami keretakan sekitar 20 meter sejak, Senin (28/11/2022) sore.

      Kaesang-Erina Ziarah ke Makam Raja Mangkunegara, Juru Kunci: Minta Izin Resepsi

      Juru Kunci Astana Girilayu menyebut kedatangan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono untuk meminta izin untuk melangsungkan resepsi pernikahan.

      Dukung Program Kantin Cumi, Pengantin di Karanganom Klaten Tebar Ikan di Sungai

      Pasangan pengantin asal Karanganom, Muhammad Fajar dan Mutiara Indah menyebar 500 benih ikan di sungai di depan KUA Karanganom, Senin (28/11/2022).

      Tips Petani Muda Sukses: Niat Dahulu, Nekat Kemudian

      Petani muda dari kalangan milenial menggeliat di tengah isu krisis pangan dan membagikan tips sukses menjadi petani, salah satunya memulai dengan niat, baru kemudian nekat.

      Sesuaikan Survei KHL, Serikat Pekerja di Boyolali Tetap Usulkan UMK Rp3 Jutaan

      Dewan Perwakilan Daerah Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (DPD FKSPN) Boyolali mengusulkan upah minimum kabupaten (UMK) Boyolali sesuai survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Kota Susu yakni Rp3.087.000 

      Kronologi Mobil Nyungsep di Saluran Irigasi Sukoharjo Gegara Google Maps

      Kronologi laka tunggal mobil  masuk saluran irigasi Bengawan Solo di Dukuh Kenteng, Desa Dukuh, Mojolaban, Sukoharjo karena menggunakan petunjuk arah dengan Google Maps.

      Rahasia Pindang Kambing Mbah Sinem Wonogiri Sering Ludes dalam Waktu 2 Jam

      Pindang Kambing Mbah Sinem telah menjelma menjadi kuliner khas di Wonogiri.

      Fenomena Efek Wali Kota Gibran, Warga Luar Solo Ramai-Ramai Sambat

      Fenomena Gibran effect diprediksi bisa kian meluas spektrumnya, tidak hanya di Soloraya.

      Ibu Negara Iriana Test Food Kuliner Pernikahan Kaesang-Erina

      Ibu Negara Iriana melakukan test food yang akan disajikan pada pernikahan Kaesang-Erina pada Desember mendatang.

      Tambang Ilegal di Klaten Merusak Ekosistem Gunung Merapi

      Keberadaan aktivitas tambang ilegal di Kecamatan Kemalang, Klaten, perlahan merusak ekosistem lereng Gunung Merapi.

      Ada Peran Sunan Pandanaran di Balik Tradisi Pembuatan Gerabah Melikan Klaten

      Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah yang proses pembuatannya dengan teknik putaran miring.

      Romantis, Erina Terus Gandeng Tangan Kaesang Saat Ziarah di Astana Mangadeg

      Erina Gudono selalu menggandeng tangan Kaesang Pangarep saat berziarah ke Makam Raja-raja Mangkunegaran di Astana Mangadeg, Kabupaten Karanganyar.

      Penyerapan APBD Boyolali Baru 80-an Persen, Sekitar 35 OPD Belum Maksimal

      Penyerapan APBD di Boyolali belum maksimal atau baru 70-80-an persen hingga November ini.

      Mantap! Penghasilan Petani Milenial Sragen Ini Capai Rp10 Juta/Bulan

      Petani milenial Sragen berhasil meraup penghasilan hingga Rp10 juta/bulan. Ia memiliki produk unggulan berupa beras organik selain produk pertanian lain.