Ahli Waris Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja Bikin Surat Kesepakatan

Pemerintah Desa Demakijo, Karangnongko, Klaten, berinisiatif membuat  dokumen surat kesepakatan bersama (SKB) ahli waris terdampak tol solo-jogja.

 Proyek fisik yakni membuat jalan poros dan saluran irigasi yang dilintasi jalan tol Solo-Jogja mulai dilakukan di beberapa wilayah di Klaten. Pelaksana proyek jalan tol memastikan kawasan yang terdapat yoni tak bakal digusur maupun diuruk demi pembangunan jalan tol. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Proyek fisik yakni membuat jalan poros dan saluran irigasi yang dilintasi jalan tol Solo-Jogja mulai dilakukan di beberapa wilayah di Klaten. Pelaksana proyek jalan tol memastikan kawasan yang terdapat yoni tak bakal digusur maupun diuruk demi pembangunan jalan tol. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Lahan seluas 8,3 hektare (ha) di wilayah Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Klaten, bakal terdampak proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak tol di desa tersebut baru dilakukan tahun depan.

Kepala Desa Demakijo, Ery Karyatno, mengatakan 8,3 ha lahan itu terdiri atas 18 bidang lahan kas desa dan 64 bidang lahan hak milik. Seluruh lahan terdampak merupakan sawah.

PromosiMengenal Achmad Baiquni, Ahli Nuklir Pertama Indonesia Kelahiran Solo

Belum ada pembahasan soal UGR untuk lahan terdampak proyek tol di wilayah Demakijo. Ery mengatakan sesuai informasi dari tim pembebasan lahan untuk tol Solo-Jogja, proses pembebasan lahan di Demakijo serta desa lainnya di wilayah barat Klaten baru dilakukan oleh tim pembebasan lahan pada 2022.

Baca Juga: Minat Baca Memuaskan, Solo Butuh Rumah Baca Berbasis RW

Meski proses pembebasan lahan baru dilakukan tahun depan, warga pemilik lahan terdampak tol terutama di Demakijo mulai melakukan persiapan. Salah satunya mereka mulai mengumpulkan persyaratan administrasi.

Saat pengumpulan persyaratan administrasi itu, Pemerintah Desa Demakijo berinisiatif menambah satu dokumen lagi yakni surat kesepakatan bersama (SKB) ahli waris dari setiap bidang lahan. “Kami tambahi dokumen namanya SKB tentang pembagian harta warisan. Memang dalam aturan tidak ada. Yang ada itu pengumpulan SKW [surat keterangan waris] dan lainnya,” kata Ery saat ditemui Solopos.com, di Desa Demakijo, Selasa (23/11/2021).

SKB itu memuat pembagian warisan dari UGR yang bakal diterima berdasarkan kesepakatan bersama para ahli waris satu per satu bidang lahan terdampak. “Dalam SKB memuat dari angka 100 persen itu [uang ganti rugi dari sebidang lahan], masing-masing ahli warisnya dapat berapa persen sudah ada di sana,” kata dia.

Baca Juga: Solo Optimalkan Medsos untuk Promosi Wisata

Untuk membuat SKB itu, Ery menggelar “sidang” dengan mengumpulkan para ahli waris dari setiap lahan yang bakal terdampak proyek tol. Di depan aparatur desa, ahli waris bersepakat tentang pembagian warisan dilanjutkan dengan penandatangan dokumen SKB.

“Saya tidak mau SKB itu diputerke [meminta tanda tangan dengan mendatangi rumah satu per satu ahli waris]. Termasuk SKW, saya tidak mau diputerke,” jelas dia.

 

Rekening Bank

Selain SKB, masing-masing ahli waris juga mulai mempersiapkan rekening bank yang untuk transfer pembayaran UGR dan pembagiannya ke masing-masing ahli waris sesuai persentase yang disepakati dalam SKB.

Baca Juga: Kini, Jajan Jenang dan Gorengan Lebih Mudah dengan Bank Digital

“Misalnya ahli waris ada empat orang, dibuatkan lima rekening. Jadi satu rekening sebagai rekening baku, lainnya rekening turunan. Jadi tidak ada transaksi cash. Semua dilakukan dengan pemindah bukuan. Jadi pemindahan itu sesuai SKB ke rekening A berapa persen, rekening B berapa persen, dan seterusnya,” kata dia.

Ery menjelaskan pembuatan SKB hingga persiapan rekening untuk memberikan rasa aman serta mencegah persoalan di internal ahli waris setelah proses pembayaran UGR. “Kami ingin aman semua dan melindungi semuanya. Termasuk masyarakat yang benar-benar memiliki hak,” kata dia.

Sebagain informasi, lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja di wilayah Kabupaten Bersinar tersebar di 50 desa 11 kecamatan. Belasan kecamatan yang dilintasi jalan tol seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

Baca Juga: Sejarah Pola Situasional dalam Suksesi KGPAA Mangkunagoro Solo

Kasi Pengadaan Lahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, mengatakan warga di 19 desa sudah mendapatkan UGR. Mereka tersebar di Kecamatan Polanharjo, Delanggu, Ceper, dan Karanganom.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Sragen Hari Ini: 21 Mei 2016, Kecelakaan Maut Bus & Motor, 1 Meninggal

Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

Warga Sragen Wetan Meninggal di Kamar, Ketahuan Seusai Jendela Didobrak

Seorang warga Sragen Wetan Sragen, ditemukan meninggal dunia sendirian di rumah. Korban ketahuan meninggal setelah ada warga yang mendobrak jendela rumahnya.

Tak Kuat Menanjak, Espass Nggelondor ke Jurang di Karangpandan

Mobil Daihatsu Zebra Espas yang dikemudikan warga Karangpandan, Karanganyar, ngglondor masuk jurang setelah tak kuat menanjak. Beruntung, sopir hanya mengalami luka ringan.

Keistimewaan Boyolali, Aneka Kuliner Lezat hingga Ikon Monumen Dunia

Kabupaten Boyolali dengan sederet keistimewaan terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 261 desan dan 6 kelurahan.

Pengerjaan Proyek Pasar Nglangon Lambat, Bupati Sragen Marahi Konsultan

Bupati Sragen berang saat mengetahui progres pembangunan Pasar Nglangon senilai Rp33,7 miliar baru berjalan 0,48% dari seharusnya 11%.

Wow, Ada Monca Nail Art Juga Loh di Korean Wave Solo Grand Mall

Monca Nail Art menjadi salah satu gerai peserta Korean Wave yang digelar Solopos Media Group (SMG) dan Solo Grand Mall. Monca Nail Art memberi diskon 20% untuk semua treatment.

Petani Milenial Sukoharjo: Hasil Panen Bisa untuk Healing dan Perawatan

Petani milenial kini tak harus terjun ke sawah karena ada banyak kegiatan bisa dilakukan untuk mengoptimalkan usaha pertanian, salah satunya bidang pemasaran.

Ratusan Buku Belanda di Museum Radya Pustaka Jarang Dibaca, Ini Isinya

Ratusan buku berbahasa belanda di Perpusatakaan Museum Radya Pustaka Solo jarang dibaca oleh pengunjung.

Alasan di Balik Kafe Kopi Lebih Ngetren Ketimbang Kafe Teh

Teh lebih populer dijajakan di angkringan, sementara kopi di kafe-kafe berkelas. Ada alasan di balik fenomena tersebut.

Cerita Gema Salam Dampingi Napiter Asal Klaten saat Bebas dari Lapas

Yayasan Gema Salam menjemput napiter yang sudah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Gunung Sindur, Parung, Bogor atas nama Agung, asal Kabupaten Klaten.

Mewujudkan Mimpi Bupati Yuni Miliki Teh Khas Sragen

Meski tak punya kebun teh, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati ingin Kabupaten Sragen memiliki teh khas.

Peran Sendang Siwani Wonogiri dalam Kisah Sambernyawa Lawan Kompeni

Menurut Juru Kunci Sendang Siwani, Slamet Riyadi, dahulu Sendang Siwani bernama Belik Lenggong.

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Kenalkan Ranu Asmoro, Dekorator Pernikahan Langganan Keluarga Jokowi

Dekorasi pernikahan Ketua MK dengan adik Presiden Jokowi dilakukan oleh Ranu Asmoro. Ranu merupakan pria yang menjadi langganan mendekorasi pernikahan keluarga Jokowi.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Pemadaman Listrik di Solo Sekarang

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, pada hari ini, Sabtu, 21 Mei 2022.