Ahli Kepolisian: Penembakan Anggota Laskar FPI Seusai Prosedur

Penembakan empat anggota FPI yang dilakukan oleh dua polisi di Tol KM 50 tidak menyalahi prosedur karena insiden itu masuk kategori situasi ekstrem.

 Dua terdakwa kasus pembunuhan sewenang-wenang (unlawful killing) enam anggota FPI menghadiri persidangan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (18/1/2022). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

SOLOPOS.COM - Dua terdakwa kasus pembunuhan sewenang-wenang (unlawful killing) enam anggota FPI menghadiri persidangan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (18/1/2022). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Solopos.com, JAKARTA — Ahli Hukum Kepolisian Universitas Krisnadwipayana Kombes Pol (Purn) Warasman Marbun menyampaikan penembakan empat anggota FPI yang dilakukan oleh dua polisi di Tol KM 50 tidak menyalahi prosedur karena insiden itu masuk kategori situasi ekstrem yang membutuhkan tindakan tegas aparat.

“Dalam situasi ekstrem, polisi harus membela dirinya karena jika tidak maka dia akan mati atau terluka oleh penjahat yang mengancam keselamatan diri aparat,” terang Warasman saat memberi keterangan pada sidang pembunuhan sewenang-wenang (unlawful killing) anggota FPI di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (18/1/2022).

PromosiPerlakuan Istimewa Bikin Daging Wagyu Hanya Bisa Dinikmati Para Sultan

Situasi ekstrem, menurut Ahli dari Tim Penasihat Hukum, merujuk pada kejadian yang berlangsung tiba-tiba yang mengancam keselamatan nyawa. Dalam situasi itu, aparat tidak punya waktu untuk berpikir atau melakukan tindakan pencegahan.

Baca Juga: Rekam Jejak KSAD Dudung Abdurachman, Copot Baliho FPI & Dekat Megawati

Jika merujuk pada ilustrasi Tim Penasihat Hukum, yang mirip dengan situasi penembakan anggota FPI di dalam mobil dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya pada 2020, Warasman menyampaikan situasi itu masuk kategori ekstrem karena anggota FPI yang diamankan di dalam mobil berupaya merampas senjata dan menyerang petugas.

Oleh karena itu, Warasman membenarkan perbuatan polisi yang menggunakan senjata api menembak anggota FPI sebagaimana diilustrasikan baik oleh tim penasihat hukum dan penuntut umum dalam persidangan.

“Artinya, penggunaan (senjata api) itu dalam hal menghadapi keadaan luar biasa. Kenapa disebut luar biasa, karena sudah membahayakan. Kalau tidak bertindak, maka saya (polisi, Red.) akan mati, atau teman saya akan mati atau orang lain,” terang saksi ahli seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Baca Juga: Saksi Ahli: 6 Laskar FPI Tertembak di Organ Vital

Penembakan itu, lanjut dia, sesuai dengan ketentuan dan asas-asas yang diatur dalam Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Asas-asas itu di antaranya asas proporsionalitas, asas legalitas, dan asas nesesitas.

Ahli saat menjawab pertanyaan Jaksa Zet Tadung Allo, menyampaikan asas proporsionalitas/keberimbangan tidak dapat sekadar dilihat dari satu pihak memiliki senjata sementara yang lain atau korban tidak bersenjata.

Warasman menegaskan situasi berimbang diukur dari adanya waktu yang tersedia bagi salah satu pihak untuk memilih opsi-opsi lain di luar menembak atau melakukan tindakan yang berujung pada kematian.

Baca Juga: Tersangka Penembakan Laskar FPI Di KM 50, Segera Disidang

Oleh karena itu, jika merujuk pada ilustrasi insiden penembakan anggota FPI, Warasman meyakini polisi telah melakukan tindakan yang berimbang karena insiden itu terjadi pada situasi yang ekstrem dan membahayakan keselamatan petugas.

Sidang unlawful killing di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, menghadirkan satu ahli dari tim penasihat hukum terdakwa.

Perwakilan tim penasihat hukum terdakwa, Henry Yosodiningrat menyampaikan pihaknya hanya menghadirkan satu ahli pada persidangan.

“Dengan demikian, agenda sidang berikutnya pada Selasa (25/1/2022) adalah pemeriksaan terdakwa, yaitu Brigadir Polisi Satu (Briptu) Fikri Ramadhan, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Mohammad Yusmin Ohorella,” kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Arif Nuryanta sebelum menutup persidangan.

Sumber: Antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

+ PLUS Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

Gelombang panas ekstrim menghantam India dan Pakistan dengan cuaca bertemperatur tinggi hingga 50 derajat celcius yang membuat aspal meleleh dan diprediksi bakal lebih buruk akibat krisis iklim.

Berita Terkini

Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

Gelombang panas ekstrim menghantam India dan Pakistan dengan cuaca bertemperatur tinggi hingga 50 derajat celcius yang membuat aspal meleleh dan diprediksi bakal lebih buruk akibat krisis iklim.

Belum Ada Bintang Terang, Aja Kesusu…

Frasa ”aja kesusu” atau jangan terburu-buru yang dikemukakan Presiden Joko Widodo dalam acara Rapat Kerja Nasional Pro Jokowi (Projo) di Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/5/2022), adalah pesan yang berlaku umum, namun juga bisa ditafsirkan lebih sempit sesuai konteks dan ruangnya.

Andika Perkasa Muncul dalam Bursa Capres NasDem

Nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Rahmat Gobel masuk dalam bursa capres Partai NasDem.

Profil Ketua MK Anwar Usman, Adik Ipar Baru Presiden Jokowi

Ketua MK Anwar Usman resmi menjadi adik ipar Presiden Jokowi setelah menikahi Idayati di Solo, Kamis (26/5/2022).

Memprihatinkan, Belum Banyak Mahasiswa Hukum Baca Putusan Peradilan

Cukup memprihatinkan, mahasiswa Fakultas Hukum saat ini tidak tertarik untuk membaca putusan-putusan hukum semisal putusan MK terkait dengan persoalan KPK.

Mengundang Bencana di Tanah Bencana

Ekspansi industri dan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir Kota Semarang hingga Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, menicayakan krisis lingkungan berupa tanah ambles dan banjir atau rob.

Temui Presiden dalam GPDRR di Bali, Save The Children Suarakan Aspirasi

Presiden Joko Widodo menyambangi Rumah Resiliensi Indonesia (RRI) sebagai bagian dari Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022.

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Pernah Main Film, Ini Judulnya

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman yang menikahi adik Jokowi, Idayati, ternyata pernah bermain film. Apa judulnya?

Kembalinya Sentralisasi

Penunjukan dan pengangkatan para penjabat kepala daerah pada 2022 dan 2023 dengan masa jabatan setahun hingga lebih dari dua tahun sama saja dengan mengembalikan sentralisasi pemerintahan.

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Pernah Jadi Guru Honorer

Nikahi adik Jokowi, Idayati, ternyata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, ternyata pernah menjadi guru honorer.

Biodata Anwar Usman, Ketua MK yang Nikahi Adik Jokowi Hari Ini

Ini dia biodata atau profil dari Anwar Usman, Ketua MK yang menikahi adik Jokowi, Idayati hari ini, Kamis, 26 Mei 2022.

Dinilai Berhasil Kendalikan Covid-19, Indonesia Dapat Pujian dari PBB

Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) memuji Indonesia yang dinilai berhasil mengendalikan Covid-19 sehingga perhelatan forum Platform Global Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) 2022.

Kisah Nokia yang Hilang dan DPD yang Merasa Dibedakan

Saat Apple membukukan keuntungan US$123,9 miliar atau setara Rp1,779 triliun per Desember 2021, Nokia justru mulai dilupakan.

Sejarah Hari Ini: 26 Mei 1889 Menara Eiffel Dinaiki Pengunjung

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 26 Mei.

Ada Beasiswa S2 di China dari Luhut dan LPDP, Begini Persyaratannya

Untuk teknis pelaksanaan program beasiswa tersebut, Menteri Luhut bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Penembakan Massal di Texas, 14 Siswa dan Seorang Guru Terbunuh

Penembak yang baru berusia 18 tahun tewas oleh polisi yang merespons kejadian penembakan massal itu.