Agus Fatchur Rahman Eks Bupati Sragen Keluar Penjara Bawa Seekor Ayam
Mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman memotong tumpeng kemudian diserahkan kepada istrinya Wahyuning Harjanti dalam syukuran di rumahnya di Kuwungsari, Sragen Kulon, Sragen, Selasa (10/3/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Eks Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman akhirnya keluar dari penjara setelah menjalani hukuman selama satu tahun terkait kasus korupsi kas daerah atau kasda Sragen 2003-2010, Selasa (10/3/2020).

Pantauan Solopos.com, Agus Fatchur Rahman menginjakkan kakinya keluar pintu Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen pukul 08.15 WIB. Dia disambut sang istri, Wahyuning Harjanti, kerabat, dan teman-teman.

Sejumlah rekan Agus Fatchur Rahman dari Partai Golkar Sragen juga terlihat ikut menyambut keluar eks Bupati Sragen itu dari penjara. Mereka berjabat tangan dan cium pipi kanan dan cium pipi kiri, seperti bertemu teman yang sudah lama berpisah.

Tradisi Mondosiyo Di Karanganyar Diwarnai Upacara Lempar Ayam, Apa Maknanya?

Saat keluar LP, Agus tak membawa banyak barang bawaan. Hanya satu tas kecil, satu kardus kecil, dan satu ekor ayam jago. Ayam itu menjadi peliharaan Agus selama sembilan bulan menjalani hukuman sebagai napi kasus korupsi kasda Sragen.

Mulai Selasa itu, Agus menjalani cuti bersyarat dan wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Solo sebulan sekali. “Ayam itu saya pelihara sejak masih kuthuk dan sekarang sudah berkokok,” ujar Agus kepada Solopos.com sebelum memasuki mobil Suzuki APV berpelat merah AD 9508 QN.

Agus Langsung Potong Tumpeng Sesampainya Di Rumah

Mobil itu yang mengantarkan Agus didampingi istrinya ke Bapas Solo untuk lapor. Dari Bapas, Agus melanjutkan perjalanan ke Cokro Tulung, Klaten. Agus membantah kepergiannya ke pemandian itu untuk kungkum sesuai saran koleganya.

Jan Ethes Ulang Tahun, Gibran Rakabuming: Tak Ada Pesta

Agus mengaku ke Tulung karena ingin jajan soto di tempat itu. “Kungkum awan-awan, wudoh diguyu uwong [kungkum siang-siang, telanjang ditertawakan orang],” katanya.

Agus akhirnya menginjakkan kaki ke halaman rumahnya sekitar pukul 13.30 WIB. Kajang dan hiasan kain kuning sebagai plafon sudah berdiri memanjang di gang depan rumahnya di Kampung Kuwungsari, Sragen Kulon, Sragen.

Di gapura gang itu sudah terpasang spanduk bertuliskan Selamat Datang, Kami Menunggumu Pulang dari Fraksi Partai Golkar Sragen. Sejumlah teman, kerabat, keluarga, dan pendukungnya berdatangan.

Pemkot Solo Melawan Eksekusi Sriwedari, Pejabat Dilarang Hadiri Rakor di PN

Mereka menyiapkan tumpeng nasi putih dengan lauk gudangan di teras sisi timur. Di tempat itulah Agus memotong tumpeng itu dan menyerahkan kepada istrinya. Ning kemudian mengambil sesendok nasi dan disuapkan kepada suaminya.

Pemandangan itu disaksikan puluhan orang yang hadir. Mereka mendokumentasikan dan memotretnya. Kemudian mereka makan bersama sebagai wujud syukur atas kepulangan Agus dari LP Sragen.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom