Juru kunci Priyono, 69, mengecat prasasti makam pahlawan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng, menjelang Hari Kebangkitan Nasional, Jumat (19/5/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Agenda peresmian patung dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dilakoni Mendagri Tjahjo Kumolo di Ambarawa. Kabupaten Semarang, Jateng.

Solopos.com, UNGARAN — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sabtu (3/3/2018) malam, menjalani agenda peresmian Taman dr. Tjipto yang dilengkapi patung pahlawan pergerakan nasional Indonesia dr. Tjipto Mangoenkoesoemo di Ambarawa. Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Taman dr. Tjipto tersebut terletak di tepi Jl. Jenderal Sudirman, tak jauh dari makam Tjipto Mangoenkoesoemo di Permakaman Umum Kupang, Ambarawa.

Permakaman Umum Kupang berlokasi di belakang pertokoan Jl. Jenderal Sudirman, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng dan selama ini tanpa dilengkapi papan penunjuk adanya makam pahlawan pergerakan nasional Indonesia di tempat itu. Dengan adanya Taman dr. Tjipto yang dilengkapi patung dr. Tjipto Mangoenkoesoemo di tepi Jl. Jenderal Sudirman itu, diharapkan tokoh perintis terbentuknya negara Indonesia tersebut selalu diingat oleh masyarakat.

"Acara malam ini dapat kita maknai sebagai pembangkit rasa nasionalisme mengingat dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dengan tiga serangkai merupakan pelopor terjadinya kebangkitan nasional," ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat meresmikan patung tersebut di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (3/3/2018) malam.

Peresmian Taman dr. Tjipto yang dilengkapi patung Tjipto Mangoenkoesoemo itu, lanjut Tjahjo, merupakan salah satu bentuk pengungkapan rasa terima kasih sebagai penghargaan atas jasa dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dalam merintis kemerdekaan Indonesia. Melalui pemikiran-pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan, Tjipto Mangoenkoeoesmo mampu membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk lepas dari belenggu kolonialisme.

Tjipto Mangoenkoesoemo bersama Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara adalah tiga pahlawan yang dikenal dengan nama tiga serangkai. Mereka berperan menyebarluaskan ide-ide tentang pemerintahan Indonesia dan sangat kritis terhadap pemerintahan Hindia Belanda saat itu.

Salah seorang warga Ambarawa yang ditemui Kantor Berita Antara, Fembiarta, 27, mengatakan adanya patung itu akan menjadi pengingat atas jasa-jasa Tjipto Mangoenkoesoemo. "Sebagai warga Ambarawa saya bangga ada patung pahlawan nasional. Banyak orang tidak mengetahui bahwa leluhur dr. Tjipto berasal dari Ambarawa hingga dr. Tjipto sendiri dimakamkan [di kota ini]," kata Fembiarta.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten