Suasana Pawai8 Ogoh-Ogoh di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (25/3/2918}. (Facebook.com-MIK Semarang-Johanes Christiono)

Agenda Pawai Ogoh-Ogoh yang digelar Pemkot Semarang bersama PHDI setempat berlangsung di bawah guyuran hujan, Minggu (25/3/2018).

Solopos.com, SEMARANG — Ribuan warga memadati sepanjang rute Karnaval Seni Budaya Lintas Agama Pawai Ogoh-Ogoh bertema "Harmoni Dalam Kebhinekaan Guna Mewujudkan Semarang Hebat" di Kota Semarang, Jawa Tengah, Semarang, Minggu (25/3/2018). Mereka bertahan menonton meski hujan mengguyur.

Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan antusiasme ribuan warga yang memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan pergelaran tahunan itu yang pelepasannya dimulai dari titik nol Kota Semarang di Kantor Pos Besar Johar. Meski demikian, jumlah massa di tepi jalan itu tak tampak padat sebagaimana agenda arak-arakan di lokasi serupa yang digelar di Kota Semarang biasanya.

Kehadiran boneka raksasa dengan segala bentuk rupa yang dinamai "ogoh-ogoh" menyedot perhatian masyarakat dalam karnaval yang digelar Pemerintah Kota Semarang bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan karnaval seni budaya lintas agama dan pawai ogoh-ogoh itu merupakan kegiatan tahunan Kota Semarang untuk menghormati dan merayakan Hari Nyepi 2018 bagi umat Hindu.

"Selain untuk menghormati dan merayakan Hari Nyepi, karnaval ini juga ditujukan untuk menggaet para wisatawan yang datang ke Kota Semarang. Ini bukti Kota Semarang melindungi semua pemeluk agama yang ada," katanya.

Menurut dia, Pemkot Semarang sekarang ini tengah gencar-gencarnya menggenjot sektor pariwisata dengan berbagai upaya untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Atlas dari tahun ke tahun. "Pada 2011, kunjungan wisatawan ke Semarang sekitar 2,5 juta orang. Pada 2016 meningkat drastis menjadi empat juta wisatawan. Tahun ini dan tahun-tahun depan, kami akan terus genjot agar semakin tinggi," katanya.

Untuk itulah, kata politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi itu, mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-471 Kota Semarang telah disiapkan berbagai agenda, mulai Semarang Great Sale hingga Semarang Night Carnival. "Nanti Juli, Kota Semarang juga akan menjadi tuan rumah ajang Motocross Grand Prix (MXGP) 2018. Tentu, ini menunjukkan bagaimana pariwisata Kota Semarang terus bergeliat," katanya.

Koordinator panitia karnaval budaya dan pawai ogoh-ogoh, I Kade Winaya Alun mengatakan ada tiga ogoh-ogoh yang dibawa dalam karnaval tersebut, diikuti oleh 24 kelompok dari berbagai etnis dan agama. "Kalau total pesertanya ada ribuan orang dari berbagai etnis, agama, dan budaya yang berbeda. Ini menunjukkan Semarang kota yang damai. Semua agama, etnis, dan keragaman bisa bersama-sama bergerak membangun kota," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PHDI Kota Semarang Nengah Wirta Darmayana menjelaskan even pawai ogoh-ogoh itu merupakan salah satu konsep untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Semarang. Nengah mengungkapkan komunitas Hindu Dharma merupakan salah satu "partner" Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Kota Semarang yang setiap Maret menyelenggarakan pawai ogoh-ogoh melibatkan lintas agama.

"Pawai ogoh-ogoh ini menjadi sarana memelihara kerukunan antarumat beragama, sekaligus memantik pegiat seni untuk berkarya, dan menjadi sarana menarik wisatawan ke Kota Semarang," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten