Agama Baha'i, Dilarang Soekarno Diizinkan Gus Dur, Beberapa Pengikutnya Ada di Jateng

Agama Baha'i sudah masuk Indonesia sebelum Indonesia merdeka dan sempat dilarang Presiden Ir Sukarno sebelum diperbolehkan lagi oleh Presiden Gus Dur.

 Potret Abdul-Baha, pemimpin agama Baha'i yang juga anak sulung Baha’ullah, terpajang di Kantor Pusat Agama Bahai Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat. (Suara.com)

SOLOPOS.COM - Potret Abdul-Baha, pemimpin agama Baha'i yang juga anak sulung Baha’ullah, terpajang di Kantor Pusat Agama Bahai Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat. (Suara.com)

Solopos.com, SOLO — Bisa dipastikan banyak orang yang tahu agama Baha’i. Agama ini kemudian jadi perbincangan banyak orang setelah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat hari raya kepada penganut agama “baru” itu. Publik pun akhirnya tahun adanya agama bernama Baha’i.

Ternyata, agama Baha’i sudah masuk Jawa Tengah. Di Pati, ada 33 orang yang menjadi pengikutnya.

Banyak orang bertanya-tanya mengenai apa itu agama Baha’i, asal usul agama Baha’i hingga jejak agama Baha’i di Indonesia.

Dilansir dari Suara.com, berikut beberapa fakta seputar agama Baha’i yang mendapatkan ucapan selamat hari raya dari Gus Yaqut, Rabu (28/7/2021).

1. Dibawa dari Persia

Lahirnya agama Baha’i tak lepas dari seorang saudagar dari Kota Shiraz, Iran, bernama Siyyid Mírzá Alí-Muammad. Ia kemudian mendapuk dirinya dengan gelar Sang Bab, yang artinya gerbang.

Pada 23 Mei 1844, Sang Bab yang berusia 25 tahun mengakui menerima wahyu dari Tuhan. Ia melakukan gerakan keagamaan bernama Bab. Gerakan keagamaan Bab ini menyebar ke seantero kerajaan Persia (kini Iran) pada masa itu.

Para pemuka agama Islam pada masa itu menentang. Gerakan Baha’i ketika itu mendapat banyak tantangan dari para pemuka agama Islam di sana. Sang Bab akhirnya meninggal dieksekusi mati pada 1850 di lapangan Tabriz pada usia 30 tahun. Bersamaan dengan itu 20.000 pengikutnya juga dieksekusi mati.

Sebelum wafat, Sang Bab menyatakan kedatangannya sebagai nabi untuk menyiapkan seorang nabi yang disebut sebagai perwujudan Tuhan. Menurutnya, ajaran yang akan dibawa oleh utusan Tuhan berikutnya jauh lebih besar.

Orang yang dimaksud Sang Bab bergelar Baha’ullah yang berarti kemuliaan tuhan. Baha’ullah bernama lengkap Mirza Husayn-Ali Nuri. Ia merupakan putra pasangan Mírzá Buzurg dan Khadíjih Khánum yang lahir pada 12 November 1817. Mirza Husayn lahir di Taheran, Iran dari keluarga bangsawan. Bapaknya seorang menteri masa kerajaan Persia.

agama baha'i
Buku Agama Baha’i. (istimewa)

Ia adalah pengikut Bab sejak 1845 atau setahun setelah kemunculan gerakan keagamaan ini. Tiga tahun setelah Bab dieksekusi, Mirza diasingkan ke Bagdad.

Baha’ullah menerima wahyu pada 1953. Satu dekade kemudian, pada 1863 ia mulai memproklamasikan diri sebagai pembawa wahyu.

Setelah dari Bagdad, Baha’ullah dipindahkan ke penjara di Istanbul, Ibu Kota kerajaan Ottoman (kini Turki). Terakhir ia dipenjara di daerah terpencil di Kota Akka, Israel hingga meninggal dunia.

“Makam Baha’ullah di Kota Akka-Israel itu kini telah dibangun menjadi tempat suci agama Baha’i,” kata Humas Masyarakat Baha’i Indonesia, Rina Tjua Lee Na kepada Suara.com, Kamis (9/5/2019).

2. Dilarang Era Soekarno

Agama Baha’i masuk Indonesia dibawa oleh saudagar dari Persia dan Turki bernama Jamal Effendy dan Mustafa Rumi melalui Sulawesi pada 1878. Ajaran dari Persia ini kemudian menyebar ke berbagai daerah di Nusantara.

Pada era Presiden Soekarno, Baha’i sempat dilarang melalui Keppres Nomor 264/1962, karena dianggap bertentangan dengan revolusi, dan cita-cita sosialisme Indonesia.

Namun, zaman Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Keppres No 264/1962 dicabut dan diganti dengan Keppres No 69/2000 yang menyatakan penganut Baha’i bebas menjalankan aktivitas keagamaannya.

3. Masuk Agama yang Dilindungi di Indonesia

Meski belum diakui sebagai agama dalam KTP, Baha’i diakui keberadaannya oleh pemerintah berdasarkan Surat Menteri Agama No 450/1581/SJ tanggal 27 Maret 2014.

Dalam surat Menteri Agama itu, Baha’i termasuk agama yang dilindungi sesuai ketentuan Pasal 29, Pasal 28E, serta Pasal 281 UUD 1945.

4. Puasa 19 Hari

Untuk menjadi penganut Baha’i harus meyakini dua hal. Pertama, meyakini Sang Bab dan Baha’ullah sebagai perwujudan Tuhan di muka bumi bagi umat. Kedua, meyakini dan menjalani ajaran dan perintahnya.

Umat Baha’i seperti juga agama lain, diwajibkan bersembahyang yang dilaksanakan secara sendiri-sendiri, serta berdoa dan berpuasa.

Selain sembahyang wajib, ada doa dan tulisan suci yang dianjurkan untuk dibaca dan dipelajari. Setiap penganut Bahai diwajibkan untuk memajukan kerohanian dan spiritualnya.

“Kami telah memerintahkan kepadamu agar bersembahyang dan berpuasa dari awal akil baliq; inilah perintah tuhan, tuhanmu dan tuhan nenek moyangmu,” – bunyi sabda Baha’ullah yang dikutip dari buku agama Bahai.

Dalam agama Bahai, juga diwajibkan berpuasa. Namun, berpuasa penganut Bahai hanya 19 hari, berbeda dengan puasa Ramadan bagi umat Islam.

5. Ciri Khas Agama Baha’i

Ciri khas agama Bahai mengajarkan tiga pilar kesatuan. Pertama, Tuhan itu esa, satu, meski masing-masing orang menyebutnya dengan nama berbeda-beda.

Kedua, kesatuan agama, yakni semua agama yang ada di muka bumi Tuhan-nya sama. Ketiga, kesatuan kemanusiaan. Bahai memandang agama terpadu satu sama lain, berkemajuan sesuai perkembangan zaman.

Ajaran Baha’i meyakini Tuhan Mahaesa, Mahatahu, Mahakuasa, tidak dapat binasa, tanpa awal dan akhir, merupakan pencipta segala alam semesta. Baha’i menerima keabsahan agama-agama besar lainnya.

“Baha’ula mengajarkan bahwa semua agama yang ada dimuka bumi Tuhan-nya sama. Tujuannya sama, untuk membuat manusia hidup damai dan meyakini Tuhan. Semua orang menyebut Tuhan dengan bahasanya masing-masing,” ujar Rina.


Berita Terkait

Berita Terkini

COP26 Sangat Strategis untuk Bersama-Sama Menyelamatkan Dunia

Pertemuan ini khusus membicarakan perubahan iklim dan strategi serta rencana negara-negara di dunia untuk menanggulangi.

Solopos Hari Ini: Meminta Keadilan untuk Gilang, Klaster PTM Capai 99

Harian Solopos Edisi Selasa (26/10/2021) mengangkat headline terkait meninggalnya salah satu mahasiswa UNS setelah mengikuti diklat di kampusnya.

Ultah Terakhir Putri Mako Sebagai Anggota Kekaisaran Jepang

Putri Mako merayakan ulang tahunnya yang ke-30 pada hari Sabtu (23/10), menandai ulang tahun terakhir yang dia miliki sebagai anggota keluarga kekaisaran Jepang.

Kudeta Militer, Perdana Menteri Sudan Diculik ke Tempat Rahasia

Pejabat senior pemerintahan Sudan ditangkap dan dibawa ke tempat rahasia yang tak diketahui. Salah satu yang ditangkap adalah Perdana Menteri Abdallah Hamdok.

Wali Kota Makassar: Nakes Pembuat Surat Vaksinasi Palsu Akan Dipecat

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memastikan tenaga kesehatan atau nakes pembuat surat vaksinasi Covid-19 palsu bakal dipecat.

Jasa Raharja Kini Terintegrasi ke E-Tilang

Aplikasi JRKu bisa dimanfaatkan oleh Korlantas Polri untuk mengecek data serta masa pajak kendaraan bermotor apakah telah dibayarkan atau belum.

Haedar Nashir: Yang Klaim Lembaga Negara Miliknya Belum Akil Baligh

Haedar mengutip pidato Sukarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI yang menyatakan bahwa pendirian negara Indonesia adalah untuk semua.

Awas! Penyakit Polio Intai Indonesia, Ini Penjelasan Satgas IDAI

Penyakit polio dikatakan Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) masih mengintai Indonesia karena vaksinasi terhenti akibat pandemi.

PDIP Beri Beasiswa Penelitian Perbandingan Era SBY dan Jokowi

Hasto mencontohkan, mengapa dalam era demokrasi dengan kompetisi yang sangat ketat, pada tahun 2009 ada parpol yang mencapai kenaikan perolehan suara 300 persen.

Sejarah Hari Ini : 26 Oktober 2010, Gunung Merapi Meletus Dahsyat

Letusan dahsyat Gunung Merapi yang menewaskan ratusan orang menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 26 Oktober.

Kapolres Nunukan Sempat Berencana Mutasi Anak Buah yang Dihajar

Dearystone mengatakan telegram rahasia mutasi tersebut sudah sempat dibuat oleh Kapolres Nunukan namun akhirnya dibatalkan Kapolda Kalimantan Utara.

Bikin Mrinding! Pinjol Ilegal Ancam Kirim Santet Saat Tagih Utang

Pekerja pinjaman online atau pinjol ilegal tak segan mengancam saat menagih hutang, salah satunya mengirim santet ke korban.

Kapolres Nunukan Aniaya Anak Buah, Kompolnas: Polisi Kok Militeristik?

Menurut Poengky, jika betul anggota bersalah masih ada cara pembinaan yang humanis antara lain dengan melakukan teguran dan hukuman yang mendidik.

LRT Kecelakaan di Jakarta, Pengujian 31 Trainset Jalan Terus

INKA akan bertanggung jawab karena status rangkaian LRT Jabodebek yang mengalami kecelakaan tersebut masih pengujian dan belum beroperasi resmi.

Keren, Warga NU Punya Aplikasi Basis Data Bernama NUChat

Keunggulan NUChat bisa berkomunikasi dengan jaringan yang tak stabil dengan otomatis pesan beralih ke SMS.

Ini Penyebab Kapolres Nunukan Mengamuk dan Hajar Anak Buah

Syaiful Anwar marah-marah karena saat zoom meeting dengan Mabes Polri beberapa saat sebelumnya wajahnya tidak muncul di layar.