Dinar Retna Indrasari (Solopos-Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Legislator DPRD Solo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dinar Retna Indrasari, yang juga adik ipar dari Seno Kusumohardjo atau Seno Gede (Boyolali) disebut oleh politikus lokal berpotensi menjadi calon wali kota (cawali) atau calon wakil wali kota Solo (cawawali) dalam https://news.solopos.com/read/20190730/496/1009087/icw-cegah-politik-dinasti-jokowi-jangan-bolehkan-gibran-jadi-wali-kota-solo" title="ICW: Cegah Politik Dinasti, Jokowi Jangan Bolehkan Gibran Jadi Wali Kota Solo">Pilkada Solo 2020.

Dinar yang pada Pemilu Legislatif 2019 meraup suara terbanyak dinilai mempunyai sumber daya untuk menjadi orang nomor dua di Kota Bengawan. Salah satunya status dia sebagai adik dari Seno Gede yang dekat dengan para tokoh PDIP.

Dinar juga dinilai mempunyai sumber dana finansial yang cukup untuk pertarungan Pilkada tahun depan. Informasi tersebut disampaikan legislator DPRD Solo yang tidak mau disebutkan namanya saat berbincang dengan solopos.com, Rabu (28/8/2019).

Menurut dia koordinator tim sukses Dinar pernah menyampaikan bahwa Pemilu Legislatif 2019 merupakan target antara menuju kursi eksekutif. “Iya, koordinator Mbak Dinar pernah menyampaikan hal itu,” ujar sumber tersebut.

Dia menjelaskan https://soloraya.solopos.com/read/20190727/489/1008525/pilkada-solo-2020-achmad-purnomo-enggan-komentari-hasil-survei" title="Pilkada Solo 2020, Achmad Purnomo Enggan Komentari Hasil Survei">Pilkada Solo 2020 merupakan momentum yang tepat bagi Dinar untuk maju dalam bursa cawali-cawawali. Terpisah, Ketua PAC PDIP Jebres, Honda Hendarto, menanggapi secara diplomatis isu pencalonan Dinar Retna Indrasari.

Menurut dia, setiap warga negara Indonesia yang sudah memenuhi syarat berhak untuk mencalonkan diri atau dicalonkan. Begitu juga masyarakat berhak untuk memilih atau tidak memilih pasangan calon walikota dan wawali yang ada.

“Terlepas dari siapa pun warga negara Indonesia keponakan, anak menantu, teman, adik, atau saudara dari siapa pun, semuanya berhak untuk maju pilkada. Masyarakat juga berhak memberikan suaranya kepada siapa pun calon,” kata dia.

Honda meminta awak media bersabar menunggu hingga bulan September 2019. Saat itu menurut dia akan ada kejutan terkait bursa Pilkada Solo dari PAC PDIP Jebres. Tapi politikus senior Solo itu belum mau menyebutkan kejutan tersebut.

Menurut dia kejutan itu merupakan aspirasi dari para kader PDIP di PAC Jebres. Kendati sudah disampaikan kepada DPC PDIP Solo, menurut Honda belum ada keputusan terkait usulan itu. “Tunggu saja tanggal mainnya,” imbuh dia.

Sedangkan Wakil Ketua DPC PDIP Solo, Suharsono, mengaku belum pernah mendengar ihwal https://soloraya.solopos.com/read/20190727/489/1008469/gibran-kaesang-figur-potensial-calon-wali-kota-solo-netizen-bilang-ini" title="Gibran & Kaesang Figur Potensial Calon Wali Kota Solo, Netizen Bilang Ini">rencana pencalonan Dinar Retna Indrasari sebagai cawali/cawawali dari PDIP. Tapi dia mengapresiasi bermunculannya nama-nama baru kader.

Apalagi nama baru tersebut perempuan yang dinilai dia mempunyai nilai jual sangat baik di kalangan konstituen perempuan. “Nilai khusus bila kader perempuan PDIP menduduki jabatan strategis eksekutif. Dan akan jadi sejarah,” urai dia.

Suharsono mengaku bangga dengan banyaknya kader PDIP yang dianggap potensial untuk mengisi jabatan strategis di Solo.

“Seperti yang disampaikan Ketua DPC kami, PDIP punya banyak stok kader potensial saat ini,” terang dia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten