Adem Lur! Wisata Boyolali Ini Tawarkan Pemandangan Hijau Tembakau

Kawasan wisata Candi Sari di Kabupaten Boyolali menyajikan pemandangan hamparan hijau tanaman tembakau yang bikin adem di mata.

 Hamparan tanaman tembakau terlihat di sejumlah lokasi di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Hamparan tanaman tembakau terlihat di sejumlah lokasi di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI – Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) memang menjadi daerah yang memiliki objek wisata dengan pemandangan sejuk. Salah satunya adalah di Candi Sari, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo.

Di Kawasan wisata itu, pengunjung dapat menikmati kesejukan dan keindahan hamparan hijau tanaman tembakau. Pada Maret hingga September, tembakau akan menjadi tanaman yang menjadi andalan perkebunan di wilayah Cepogo, termasuk di Gedangan.

Hampir di setiap kebun yang ada di sepanjang jalur menuju Candi Sari, atau di kebun-kebun lain yang ada di Desa Gedangan, akan terlihat tanaman berdaun lebar, bahan baku pembuatan rokok tersebut.

Jika berkunjung di kawasan wisata di Boyolali tersebut pada masa panen tembakau, Anda akan bisa menyaksikan pemandangan aktivitas petani tembakau dalam mengolah hasil bumi mereka.

Kisah Petani

Salah satunya adalah Maryono, petani tembakau warga Gedangan, yang sudah sejak pagi berada di kebun tembakaunya. Dia menceritakan, setiap pagi setiap harinya, ia selalu menyempatkan diri untuk menengok kebun tembakaunya, sebelum menjalankan lain.

Wisata pemandangan boyolali
Hamparan tanaman tembakau terlihat di sejumlah lokasi di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Maryono sudah cukup lama bertani tembakau. Bahkan tanaman tembakau sudah menjadi tanaman wajib bagi para petani yang memiliki perkebunan di lereng Gunung Merapi.

Saat itu, dirinya tengah merawat tanaman tembakaunya. Biasanya sebelum memasuki masa panen, para petani harus memastikan tanaman tembakaunya bisa tumbuh dan memiliki kualitas prima.

Baca Juga: Candi Sari, Pesona Objek Wisata Tersembunyi di Boyolali

Aktivitas petani saat memetik daun yang tidak dibutuhkan, memberi obat tanaman tembakau, membersihkan lahan tembakau, akan menjadi pemandangan yang bisa didapatkan di kawasan wisata menuju Candi Sari Boyolali. Di wilayah Cepogo, setidaknya ada lima desa yang menjadi penghasil tembakau.

“Dari 15 desa, yang cocok untuk tembakau maksimal ada lima desa, yakni Jombong, Wonodoyo, Sukabumi, Gedangan dan Genting. Untuk lainnya bisa namun tidak maksimal,” tuturnya dia saat ditemui Solopos.com di kebunnya, Sabtu (26/6/2021).

Saat ini, tanaman tembakau yang ada di sekitaran Candi Sari masih berusia sekitar tiga bulan. Masa panen akan tiba mulai Agustus hingga September nanti.

“Saat panen, tentu aktivitas pengolahan akan berlangsung sepanjang hari. Mulai pemetikan, pengeringan hingga perajangan,” lanjut dia.

Tugu Tembakau

Bahkan untuk menguatkan wilayah lereng Merapi-Merbabu sebagai penghasil tembakau, di wilayah Cepogo juga berdiri tugu tembakau. Letaknya ada di tepi jalan utama Boyolali-Selo, tepatnya di Dukuh Candi Petak, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Dari tugu tembakau itu, juga bisa disaksikan hamparan tembakau yang ditanam di bukit-bukit saat masa tanam.

Wisata pemandangan boyolali
Hamparan tanaman tembakau terlihat di sejumlah lokasi di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Pada Maret-September, tembakau menjadi tanaman andalan di wilayah Cepogo. Sebab saat musim kemarau, hanya tanaman tembakau yang dinilai bisa bertahan hidup. Sedangkan saat tanaman tembakau sudah dipanen, petani akan menanam tanaman lain, yakni bawang merah.

Baca Juga: Pasangan Salim-AHY Menuju Pilpres 2024, Mungkinkah?

“Setelah September, nanti mulai bawang merah. Bawang merah itu November tanam, 75 hari akan panen. Setelah itu selang satu bulan tanam lagi. Setelah panen kedua langsung tembakau,” kata petani tembakau lain, Sutar.

Saat itu Sutar sesang memberi obat pada pangkal batang daun tembakaunya. Satu per satu pangkal batang daun tembakau dia kucuri dengan cairan khusus. Tujuannya agar tidak tumbuh daun-daun kecil yang akan mengurangi kualitas daun utama tembakau.

Meski belum memasuki masa panen secara keseluruhan, pemandangan para petani menjemur daun tembakau di kanan kiri menuju kawasan wisata Candi Sari Boyolali juga sudah tampak.

Wisata pemandangan boyolali
Hamparan tanaman tembakau terlihat di sejumlah lokasi di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Daun yang dijemur adalah daun yang paling bawah. Cara penjemurannya tidak dengan dirajang dulu, namun dijemur satu daun utuh atau dikenal dengan istilah didendeng.

Di depan rumah warga, dibuat perancah dari bambu, untuk mengaitkan daun-daun tembakau yang didendeng tersebut.

Baca Juga: Nikmatnya Sate Loso Pemalang, Resep Warisan Nenek Moyang

Sungguh adem rasanya menikmati pemandangan para petani mengolah tembakau. Jika pandemic Covid-19 sudah berakhir, Kawasan wisata lereng Merapi di Boyolali memang sepatutnya kita explore.

Berita Terkait

Berita Terkini

Mengintip Koleksi Jarik Waldjinah di Museum Batik Walang Kekek Solo

Koleksi kain jarik milik maestro keroncong Waldjinah yang indah dapat dilihat di Museum Batik Walang Kekek di Solo.

Eksotis & Elegan, Museum Tumurun di Solo Suguhkan Masterpiece Seniman Top Indonesia

Keberadaan Museum Tumurun menjadi penanda bangkitnya seni rupa di Kota Solo, Jawa Tengah,

Menengok Industri Batik di Kampung Batik Semarang, Lokasinya di Dekat Kota Lama

Kota Semarang memiliki kampung batik di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, dengan pengrajin batik yang mulai tumbuh.

Penampakan Kafe Jamu Nguter Sukoharjo, Tempat Nongkrong Cozy Dengan Minuman Menyehatkan

Kafe Jamu Nguter di dekat Pasar Nguter Sukoharjo menawarkan minuman tradisional yang menyehatkan dengan tempat yang cozy dan modern.

Sajikan Rasa Dan Nama Kekinian, Kafe Jamu Nguter Sukoharjo Digandrungi Milenial

Kafe Jamu di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, menyediakan aneka minuman jamu dengan rasa dan nama unik serta kekinian guna menarik kaum milenial.

Perjalanan Industri Jamu Nguter Sukoharjo, Dari Jamu Gendong Hingga Kafe

Industri jamu Nguter, Sukoharjo, telah melewati perjalanan panjang mulai dari produksi dengan pemasaran menggunakan jamu gendong hingga kafe.

Uniknya Kerajinan Limbah Organik, Suvenir Khas Desa Wisata Kandri

Ada berbagai kegiatan ekonomi kreatif warga di Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang seperti pembuatan kuliner hingga beragam kerajinan.

Di Kali Pusur Klaten, River Tubing Bisa Bayar Pakai Sampah

River tubing atau susur sungai di Kali Pusur, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten bisa dilakukan hanya dengan membayar menggunakan sampah.

Dari Polanharjo hingga Tulung, Ini Deretan Wisata Air Alami di Klaten

Kecamatan Polanharjo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bisa disebut sebagai gudangnya wisata air yang memanfaatkan sumber mata air alami.

Menjelajah Jejak Peradaban Hindu-Budha di Dataran Tinggi Boyolali

Menjelajah jejak peradaban Hindu-Budha di dataran tinggi Boyolali.

Menarik, Belanja Bisa Lanjut Wisata Tubbing dan Petik Buah di Pasar Ciplukan Karanganyar

Belanja bisa melanjutkan wisata tubbing dan petik buah di Pasar Ciplukan Karanganyar

Asa Seribuan Pembatik di Desa Wisata Batik Girilayu Karanganyar Dongkrak Perekonomian

Harapannya pemerintah memberikan perhatian dan minat khusus sehingga Desa Wisata Batik Girilayu bisa meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Kisah Perjalanan Batik Girilayu Hingga Jadi Produk Khas Karanganyar

Kampung Batik Girilayu berbenah perlahan setelah tumbuh pengusaha baru batik, dimulai dari pembentukan kelompok.

Belanja Makin Asyik Pakai Koin Gerabah di Pasar Pinggul Klaten

Pasar ini hanya digelar sekali dalam selapan (35 hari), yakni Minggu Legi dengan jam buka relatif singkat, mulai pukul 05.30 WIB-10.00 WIB.

Intip Keunikan Pasar Jadul Ciplukan Karanganyar, Pakai Ketip Buat Transaksi Jual Beli

Pasar Ciplukan yang berjarak 15 kilometer atau 28 menit berkendara dari pusat Kabupaten Karanganyar berada di bawah pengelolaan Desa Wisata Lembah Dungde (WLD).

Foto-Foto Pasar Wisata Unik Di Soloraya

Sejumlah pasar wisata bermunculan di wilayah Soloraya dengan menawarkan makanan tradisional, dan lain-lain dengan alat pembayaran unik.