Adaptasi Kenormalan Baru, Startup Properti Diprediksi Menjamur
Ilustrasi bisnis properti (Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA--Memasuki era kenormalan baru, pelaku bisnis harus mengambil langkah-langkah yang mungkin belum pernah dilakukan sebelumnya. Begitu juga dalam dunia properti. Startup properti diprediksi akan tumbuh dan berkembang.

Dalam kondisi saat ini, semua pelaku bisnis properti dihadapkan pada sebuah tantangan untuk dapat beradaptasi mengikuti kondisi dunia yang berubah sangat cepat.

"Kita dipaksa untuk lebih cepat lagi menyesuaikan diri. Perubahan yang terjadi membuat sebuah kondisi normal yang tidak normal lagi atau yang biasa disebut the new normal," kata CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, melalui propertyanthecity yang dikutip Detikcom, Selasa (2/6/2020).

Kredit Properti Bersubsidi Tumbuh 10%, Non Subsidi Anjlok 40%

Terdapat beberapa hal yang akan terjadi dalam bisnis properti selama kenormalan baru, sebagai berikut:

1. Keseimbangan Pasar Baru

Riset Indonesia Property Watch mengatakan harga properti saat ini kembali ke harga di tahun 2017. Artinya, selama beberapa tahun sampai saat ini tidak mengalami kenaikan apalagi bila diperhitungkan inflasi di dalamnya.

Keseimbangan Baru

Koreksi yang terjadi di pasar primer maupun sekunder memperlihatkan koreksi harga yang merupakan bentuk keseimbangan terhadap harga properti yang sudah over value. Kondisi yang telah terjadi sebelum pandemi ini akan terus berlanjut sampai membentuk sebuah keseimbangan baru yang membuat pasar properti lebih sehat ke depan.

2. Seleksi Alam Pengembang

Konsep properti akan kembali ke demand create supply, yang artinya para pengembang harus benar-benar melakukan riset pasar sebelum meluncurkan proyek.

Banyaknya proyek tanpa arahan pasar membuat bisnis properti menjadi tidak beraturan dan saling berbenturan. Proyek tanpa konsep disebut akan kehilangan pasarnya. Modal besar tanpa perhitungan pasar pun akan menjadikan proyeknya tanpa penghuni.

Mau Sukses Di Bisnis Properti? Perhatikan Hal-Hal Ini

3. Desain Produk

Kondisi kenormalan baru akan membuat perubahan perilaku orang dalam memilih properti. Masalah keamanan saat ini tidak terbatas lagi atas hal-hal fisik seperti pencurian atau kerusuhan, namun juga keamanan dari aspek kesehatan.

Proyek-proyek dengan sistem klaster akan semakin berkembang dengan feature tambahan yang lebih maju lagi. Desain sirkulasi bangunan pun akan terus berkembang dengan sistem teknologi yang memungkinkan penghuni tidak bersentuhan langsung dengan tombol-tombol elevator atau pintu masuk, dengan sistem sensor yang semakin canggih.

4. Kebiasaan Bekerja

Kebiasaan work from home (WFH) telah membentuk pola bagi sebagian perusahaan untuk melanjutkan kebiasaan bekerja di rumah. Untuk itu, hunian seperti landed houses maupun apartemen akan lebih adaptif dengan memanfaatkan ruang di propertinya untuk ruang kerja yang cukup.

Konsep SOHO, WOHO, Co-Working Space, Virtual Office, Boutique Office di area sekunder akan menjadi lebih populer dibandingkan perkantoran konvensional saat ini.

Sistem Digital

Saat ini pun terus berkembang penggunaan meeting-meeting online yang membuat lebih efisien. Para pemilik gedung perkantoran harus segera mengantisipasi hal ini, karena akan berimbas pada pengurangan tingkat hunian yang sangat signifikan.

Menata Interior Properti Untuk Bangkitkan Semangat Baru

5. Pemasaran Proyek

Saluran distribusi yang masih dimungkinkan berjalan saat pandemi adalah saluran digital. Hal ini mendorong tumbuhnya startup properti dan dapat dipastikan ke depan semua akan masuk ke sistem digital dan disruption technology akan semakin cepat terjadi.

Startup properti pun diprediksi terus berkembang dan bermunculan. Teknologi akan semakin cepat dengan proses pemasaran berbasis digital.

6. Proses Transaksi

Proses transaksi properti didorong untuk semakin berkembang ke arah digital, tidak harus bertatap muka langsung. Mulai dari pemesanan unit, pembayaran, sampai proses jual beli yang menghadirkan notaris secara online.

Meski tidak cukup hanya dengan bertatap online, proses pembeliannya sangat dimungkinkan untuk berubah drastis secara online.

Ke depannya mungkin akan muncul tidak hanya sekadar prosesnya yang secara digital, namun tanda tangan pun dapat disahkan secara digital meskipun saat ini hal-hal tersebut belum diatur secara hukum.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho