Tutup Iklan
Pimpinan Bank Jateng dan para staf berpakaian tradisional saat upacara HUT RI, Sabtu (17/8/2019). (Istimewa-Bank Jateng)

Solopos.com, SEMARANG -- Ada yang unik dalam pelaksanaan Upacara HUT RI ke-73 di kantor pusat Bank Jateng Semarang, Sabtu (17/8/2019). Ratusan pegawai mengikuti upacara dengan mengenakan busana tradisional khas Jawa Jateng, yakni baju lurik.

"Pagi ini kami menggunakan produk lurik. Kenapa? Karena lurik ini khas busana Jateng yang dibuat dengan alat tenun, bukan mesin. Kita harus bangga itu," jelas Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno seusai upacara.

Menurutnya, setiap busana tradisional merupakan identitas bangsa yang harus terus dilestarikan. Sehingga, ia terus mendorong karyawan Bank Jateng untuk turut berkontribusi.

Dikatakannya, busana jawa saat 17 Agustus ini tak hanya dilakukan oleh karyawan di kantor pusat Bank Jateng, melainkan seluruh pegawai di kantor-kantor cabang di Jateng.

"Kami ingin membangkitkan nasionalisme melalui pakaian kedaerahan yang kita miliki. Makannya kami akan terus gelorakan kain lurik sebagai kekhasan Jateng," tegas Supriyatno.

Bahkan, dirinya mencanangkan untuk memberlakukan pakaian lurik kepada karyawan minimal satu minggu sekali. "Apalagi sekarang sudah ada Peraturan Gubernur yang menyebut bahwa setiap hari Kamis diimbau untuk mengenakan pakaian daerah," imbuhnya.

Di momen kemerdekaan ini, Supriyatno berpesan agar merayakannya dengan kerja nyata membangun negeri. "Sudah saatnya untuk tidak hanya banyak bicara, tapi karya kita hadirkan," pesan Supriyatno.

Dirinya juga mendorong agar semangat gotong royong terus diterapkan. Katanya, lengkapi kekurangan dengan bekerja sama. "Jangan sampai saling berseteru karena bangsa ini terlalu hina untuk diwarnai hal semacam itu," ucapnya.

Untuk diketahui, dalam upacara kali ini, Bank Jateng juga memberikan penghargaan kepada 80 orang pegawai yang telah memasuki purna tugas.

Hal itu, katanya, sebagai penghargaan kepada mereka yang telah banyak berkontribusi untuk kemajuan Bank Jateng, sekaligus agar menjadi cermin kepada karyawan yang masih muda.

"Semoga ini menjadi koco benggolo (tempat becermin) bagi yang masih muda. Kalau senior bisa dengan baik menyempurnakan pekerjaannya, maka kita juga ke depan juga harus bisa lebih dari mereka," tandas Supriyatno.

Dijelaskan, pencapaian Bank Jateng selama ini cukup membanggakan. Bahkan, sekarang, Bank Jateng telah menjadi bank pembangunan daerah (BPD) terbaik kedua dari seluruh BPD se-Indonesia.

Supriyatno mengibaratkan Bank Jateng sebagai sebuah kapal besar yang dikelola bersama. Pihak manajemen berkomitmen membawa Bank Jateng lebih maju. "Ketika kapal ini telah bergerak maju, jangan hanya berpangku tangan, atau bahkan menjadi penumpang gelap," paparnya.

Dia mengajak segenap jajaran direksi dan karyawan Bank Jateng untuk meningkatkan kinerja. "Jangan ada lagi, orang yang tidak berkontribusi dan justru menjadi beban organisasi. Hadapi tantangan dan persaingan dengan semangat kebersamaan dan sinergi," tegasnya.

"Demi kemajuan Bank Jateng, marilah kita semua, bersatu dalam arah dan gerak yang sama, menjadikan Bank Jateng sebagai bank kebanggaan Jawa Tengah dan bermanfaat untuk kemajuan Indonesia," pungkas Supriyatno. (Adv)

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten