Kategori: Jateng

Ada yang Minta Gaji Gubernur Dipotong 85%, Ganjar Pranowo Jawab Siap


Solopos.com/Nugroho Meidinata/Newswire

Solopos.com, SOLO -- Salah satu netizen di media sosia Twitter tiba-tiba memberikan usiul kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo untuk memotong gaji gubernur sebesar 85%.

Netizen pengguna akun media sosial Twitter @NiyanPurbo secara terang-terangan meminta Ganjar Pranowo untuk memotong gaji gubernur dengan besaran tersebut.

Round Up Corona Sragen: Kasus Positif 18, Terbanyak 2 Kecamatan Ini

"Pak mohon ijin intrupsi..seandainya gaji gubernur di potong 85 persen?" kata pengguna akun @NiyanPurbo.

Tak disangka, Ganjar Pranowo merespons kicauan pemotongan gaji tersebut. Namun, politikus PDIP itu hanya menjawab dengan singkat.

20.162 Keluarga Terdampak Covid-19 di Sukoharjo Tak Terkaver Program JPS Kabupaten

"Siap!" jawab suami Siti Atikoh itu.

Ternyata, jawaban Ganjar Pranowo tersebut mendapat komentar beragam oleh netizen. Salah satunya dari pengelola akun Twitter @liputan_jateng.

"Pak @ganjarpranowo kok ditantangin ginian. Ya oke ajah!! Belum tahu siapa Gubernur ini," kicaunya dengan emoji tertawa.

Pemkab Sukoharjo Lelang 5 Jabatan Eselon II, Jadwal Pendaftarannya

Usul Potong 50%

Sebelum diminta potong gaji gubernur sebesar 85%, Ganjar Pranowo sempat mengusulkan agar gaji Aparatur Sipil Negara atau ASN gajinya dipotong 50%. Namun, hanya ASN yang berada pada golongan III ke atas yang akan mendapatkan potongan tersebut.

"Saya minta ke pemerintah pusat, agar secara nasional tolong diperhitungkan. Seluruh pegawai kita minimal yang grade-nya di atas atau sudah menduduki jabatan, pendapatannya dipotong 50%. Pendapatan loh, bukan gaji," jelas Ganjar dilansir Suara.com, Jumat (1/5/2020).

Round Up Situasi Terakhir Covid-19 Solo: Positif Tetap 22 Orang, Sembuh Tambah 3

Menurutnya, potongan gaji sebesar 50% tersebut seharusnya bisa dilakukan apalagi bagi ASN yang sudah memiliki jabatan penting.

"Yang harus dipotong saya kira yang sudah golongan III ke atas. Apalagi mereka yang sudah menempati jabatan penting. Saya minta usulan ini benar-benar dipertimbangkan agar secara nasional kita awares terhadap persoalan ini," pintanya.

Mengintip Kebun di Atap Rumah lewat Akuaponik Veltikultur

Hal tersebut ia usulkan lantaran banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kesulitan di pandemi Covid-19 ini. Apalagi ada masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan setempat.

"Para buruh di PHK, pekerja informal tidak bisa bekerja dan banyak lagi masyarakat yang mengalami kesulitan hidup akibat wabah pandemi ini. Mari kita ikut peduli. Bahwa kita saat ini semua sedang dalam masa kesulitan," pungkasnya.

Khawatir Dikucilkan Warga, Pasien Sembuh Covid-19 Wonogiri Justru Disambut Meriah

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra