Tutup Iklan
Ada Ustaz Wonogiri Positif Covid-19, Santri Diharapkan Tak Balik ke Pondok Pesantren Dulu
Ilustrasi virus corona atau covid-19 (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI -- Kasus Covid-19 dari Pondok Pesantren di Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, menjadi perhatian khusus oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri.

Seperti diketahui ada ustaz di pondok pesantren tersebut yang terpapar Covid-19. Setelah dilakukan tracing, ada enam orang yang dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalin kontak dengan ustaz tersebut. Atas kasus ini, persebran Covid-19 di pondok pesantren menjadi perhatian.

Curhat Pelaku Usaha Sewa Kuda Tawangmangu Karanganyar, Baru bisa Dapat 50 Persen Penghasilan

Ketua Gugus Tugas Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan saat ini pihaknya tengah memerintahkan Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri untuk berkonsultasi dengan Kemenag Wilayah Jawa Tengah.

Konsultasi tersebut, menurut dia, berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran atau pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar.

Terungkap! Pengemudi Truk Terguling Tewaskan 3 Orang di Sragen Nyopir Sambil Momong Balita

Selanjutnya, Kemenag Wonogiri diperintahkan untuk menentukan kebijakan untuk pondok pesantren yang ada di Wonogiri. Kebijakan tersebut berupa surat edaran sebagai fungsi kontrol terhadap ponpes. Bahwa saat ini telah terjadi klaster baru di Wonogiri.

"Sebelumnya ada imbauan santri masuk pada Senin pekan ini. Tetapi karena ada lonjakan kasus Covid-19 di Wonigiri, kami berharap ditiadakan dahulu kegiatan belajar mengajar di ponpes," kata Joko Sutopo kepada wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (13/7/2020).

Pelajar Berseragam SD Tampak di Cangakan Karanganyar, Gimana Nih Disdikbud?

Di Wonogiri, terdapat 27 ponpes, dengan jumlah 444 tenaga pengajar dan 4.603 santri. jekek mengatakan, pondok pesantren yang santrinya belum masuk, diharapkan untuk tidak balik ke ponpes dahulu.

Jika sudah terlanjur masuk, diharapkan melakukan isolasi di dalam pondok pesantren, sembari menunggu perkembangan kasus Covid-19 di Wonogiri. "Kami berharap regulasi yang dikeluarkan Kemanag nanti proses kegiatan belajar mengajar ditunda dahulu," tutup Joko Sutopo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho