Beberapa calon siswa menyerahkan botol plastik bekas untuk ditukar dengan map pendaftaran PPDB di SMPN 1 Jogonalan, Klaten, Selasa (2/7/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Tujuh sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten https://soloraya.solopos.com/read/20190708/493/1004012/asyik-desa-barukan-klaten-bikin-sirkuit-motocross-sepanjang-400-m" title="Asyik, Desa Barukan Klaten Bikin Sirkuit Motocross Sepanjang 400 M">Klaten masih kekurangan siswa baru saat pendaftaran peserta didik baru (PPDB) 2019.

Padahal, tujuh sekolah tersebut sudah diberi anggaran oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten yang antara lain untuk pemberian seragam gratis dengan harapan bisa menjadi daya tarik calon siswa.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, ada sembilan sekolah di perbatasan Klaten yang mendapat anggaran senilai total Rp1,4 miliar untuk pengadaan seragam dan peralatan sekolah gratis.

Sembilan sekolah itu, yakni SMPN 3 Manisrenggo, SMPN 3 Jatinom, SMPN 3 Tulung, SMPN 3 Cawas, SMPN 2 Bayat, SMPN 3 Gantiwarno, SMPN 2 Polanharjo, SMPN 2 Prambanan, dan SMPN 3 Karanganom. Dari jumlah tersebut ada tujuh sekolah yang masih kekurangan siswa.

“Hari ini [kemarin] sebenarnya sudah memasuki tahapan daftar ulang. Tapi, sekolah di perbatasan masih kekurangan siswa," jelas Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik https://soloraya.solopos.com/read/20190706/493/1003484/ngopi-bareng-bupati-klaten-ratusan-kader-pkk-heboh" title="Ngopi Bareng Bupati Klaten, Ratusan Kader PKK Heboh">Klaten, Lasa, saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (8/7/2019).

Sekolah yang kuotanya belum penuh diperbolehkan memperpanjang pendaftaran secara offline pada Senin-Selasa (8-9/7/2019). Ini bersifat pengecualian agar daya tampung di masing-masing sekolah itu terpenuhi.

"Dengan terpenuhinya daya tampung, fasilitas negara juga dapat dioptimalkan. Perpanjangan pendaftaran ini tanpa mengenal sistem zonasi,” lanjut Lasa.

Hal senada dijelaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Klaten, Sri Nugroho. Selama PPDB 2019, Disdik Klaten sudah memprediksi sembilan sekolah di perbatasan https://soloraya.solopos.com/read/20190706/493/1003461/begini-gaya-bupati-klaten-saat-dicurhati-pedagang-pasar-buah-sungkur" title="Begini Gaya Bupati Klaten Saat Dicurhati Pedagang Pasar Buah Sungkur">Klaten itu bakal kekurangan siswa.

Karenanya Bupati Klaten menginstruksikan pengalokasian anggaran guna membantu sembilan sekolah perbatasan itu. “Dengan diberi anggaran seperti itu, sebenarnya sudah ada dampak positif. Artinya, jumlah peminat yang akan diterima jauh lebih besar dibandingkan 2018. Meski jumlah saat ini [2019] masih terjadi kekurangan siswa,” katanya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi PPDB 2019 di Disdik Klaten hingga Sabtu (6/7/2019), tujuh SMPN di perbatasan yang masih mengalami kekurangan siswa yakni:
1. SMPN 3 Manisrenggo (daya tampung 192 siswa, pendaftar 188 siswa)
2. SMPN 2 Polanharjo (daya tampung 192 siswa, pendaftar 107 siswa)
3. SMPN 2 Prambanan (daya tampung 160 siswa, pendaftar 90 siswa)
4. SMPN 3 Gantiwarno (daya tampung 224 siswa, pendaftar 143 siswa)
5. SMPN 3 Karanganom (daya tampung 224 siswa, pendaftar 164 siswa)
6. SMPN 2 Bayat (daya tampung 192 siswa, pendaftar 126 siswa)
7. SMPN 3 Cawas (daya tampung 192 siswa, pendaftar 93 siswa).

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten