Ilustrasi pembersihan sarang tawon. (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SOLO -- Sejak bulan Januari 2018 hingga saat ini Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar)Kota Solo telah menerima sejumlah 98 laporan terkait keberadaan sarang tawon ndas atau Apis dorsata.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembersihan sarang tawon secara mandiri karena sangat berbahaya. Beberapa kali ditemukan korban meninggal akibat serangan tawon di wilayah Soloraya.

Rescuer Pemadam Kebakaran Kota Solo, Matias Andri, saat ditemui solopos.com di wilayah Kecamatan Banjarsari, Sabtu (15/12/2018), mengatakan penanganan sarang tawon dilakukan pada malam hari saat tawon berada di sarang sehingga tidak membahayakan.

Di Kota Solo, seringkali ditemukan sarang tawon pada plafon rumah dan pepohonan pada kebun milik warga.

"Kami lakukan pembersihan secara tuntas sampai tidak bersisa. Pembersihan menggunakan cairan fum sehingga tawon lengket. Kalau hanya dengan menggunakan obat serangga saja tawon susah untuk mati," ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan sarang tawon untuk melapor kepada petugas pemadam kebakaran. Pasalnya, untuk memusnahkan sarang tawon memerlukan cara-cara khusus.

Selain itu, para orang tua juga turut mengawasi anak-anaknya jangan sampai anak-anak mengusik sarang tawon karena sangat berbahaya. Menurutnya, tawon cukup sulit apabila diatasi dengan obat serangga dan justru berbahaya, ia meminta masyarakat melapor kepada pemadam kebakaran dan akan dibersihkan oleh petugas secara gratis.

Ia menambahkan apabila masyarakat tersengat oleh tawon segera menuju ke rumah sakit untuk mendapat penanganan. Gejala demam apabila tersengat lebah harus segera mendapat penanganan secara medis dan tidak boleh asal-asalan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten