Ada PSBB, 6 Penggawa Persis Solo Masih di Jabodetabek
Sansan Fauzi (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Persiapan Persis Solo di ajang Liga 2 berpotensi terdampak dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di DKI Jakarta per Senin (14/9/2020). Pasalnya, sebanyak enam penggawa Laskar Sambernyawa diketahui masih berada di kawasan Jabodetabek karena belum ada panggilan untuk berlatih kembali.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, duo striker Sansan Fauzi, Rishadi Fauzi, gelandang Syahroni dan bek Golfriedo Syauta tinggal di Jakarta selama vakum kompetisi. Adapun pelatih kiper, Hermansyah, dikabarkan berada di Tangerang, sedangkan kiper Wildan Mauluddin Achyar tinggal di Bekasi.

Mereka bisa kesulitan balik ke Kota Bengawan apabila kebijakan penyekatan diberlakukan DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya. Sejauh ini DKI belum berencana membatasi pergerakan keluar masuk daerah dengan pemberlakuan surat izin keluar masuk (SIKM) seperti beberapa waktu lalu.

Pengakuan Syekh Ali Jaber: Pelaku Hampir Tusuk Bagian Vital

Di sisi lain, Pemprov Jawa Tengah belum memberi aturan terperinci soal pemudik yang datang dari DKI Jakarta. Sementara itu, pedoman pengendalian transportasi masih mengacu pada Permenhub 41 Tahun 2020 beserta Surat Edaran Gugus Tugas nomor 9 tahun 2020. Salah satu poin adalah pemberlakuan kewajiban syarat rapid test (hasil non reaktif) atau tes PCR (hasil negatif) sebelum menaiki transportasi umum.

“Memang ada beberapa pemain dan pelatih yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Namun kami pikir penerapan PSBB di Jakarta tak akan terlalu berpengaruh, kami rasa mereka tetap bisa keluar Jakarta ketika ada panggilan latihan,” ujar Hari Purnomo saat dihubungi Solopos.com, Senin (14/9/2020).

Arahan

Manajer Persis Solo ini meyakini PSSI sudah punya solusi tersendiri untuk menyiasati PSBB agar tidak mengganggu jalannya persiapan hingga kompetisi digelar. Disinggung adakah arahan khusus pada penggawa yang tinggal di DKI dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19, Hari mengatakan para pemain sudah profesional.

“Mereka bisa mengukur potensi bahaya penularan wabah. Kalau kami lihat mereka juga sudah mulai mengurangi laga-laga sparring di lapangan.”

Jangan Berlebihan Dalam Cinta, Ini Cara Agar Tak Jadi Bucin

Lebih jauh, medical workshop yang sedianya digelar PSSI pada Senin-Rabu (14-16/9) di Hotel Fairmont, Jakarta, akhirnya batal digelar menyusul penerapan PSBB ketat. Workshop sempat hendak dipindah ke Jogja. Namun pada Senin pagi otoritas menyatakan rencana tersebut juga batal.

“Workshop jadinya digelar melalui Zoom hari Rabu, hanya satu hari,” ujar Asisten Manajer Persis, Riyadi Syarifudin. Medical workshop digelar untuk memberi panduan bagi tim dalam pemberlakuan protokol kesehatan selama persiapan latihan hingga berlangsungnya kompetisi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom