Kategori: Solo

Ada Pertandingan Piala Menpora 2021, Dagangan PKL Manahan Solo Tetap Sepi Pembeli


Solopos.com/Kurniawan

Solopos.com, SOLO -- Aparat kepolisian dan Satpol PP Solo menjaga ketat setiap pintu masuk Stadion Manahan Solo ketika berlangsung pertandingan sepak bola Piala Menpora 2021 pada Minggu (21/3/2021) sore.

Pantauan Solopos.com, mereka berjaga di setiap pintu masuk. Setiap ada warga yang ingin masuk kompleks stadion tak dibolehkan. Menurut mereka hal itu sudah menjadi aturan saat digelar Piala Menpora.

Warga yang ingin berolahraga atau lari sore di dalam kompleks Stadion Manahan pun tidak dibolehkan masuk. Padahal selama ini kompleks stadion kerap digunakan masyarakat untuk berolahraga sore.

Baca Juga: PSP Hingga Tembok Berlin, Ini 6 Tempat Judi Legendaris Soloraya Di Masa Lalu

Alhasil mereka berlari-lari di luar kompleks stadion mulai dari jalur lambat Jl Adisucipto, Jl Gelora Manahan, Jl Menteri Sumpeno, dan Jl KS Tubun. Pada sisi lain berdasarkan pengamatan tak terlihat satu pun suporter yang menonton pertandingan.

Seperti diketahui pertandingan sepak bola Piala Menpora di Stadion Manahan Solo berlangsung tertutup bagi para suporter. Polisi mengerahkan puluhan personel untuk menjaga semua pintu masuk stadion agar kompetisi aman.

Dampak Ekonomi

Sementara itu, bagi para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Stadion Manahan, pertandingan sepak bola itu tidak memberikan dampak bagi penjualan. Saat wawancara dengan wartawan, mereka mengaku tidak merasakan dampak ekonomi dari ajang Piala Menpora itu.

Baca Juga: 11,2 Juta Meter Kubik Air PDAM Solo Hilang Selama 2020, Ke Mana?

Omzet penjualan harian mereka tidak mengalami peningkatan pada Minggu. “Hari ini malah sepi, mungkin karena sudah tanggal tua. Biasanya kalau tanggal muda ramai pas Minggu,” ujar Feni, penjual jagung.

Pada hari Minggu ketika tanggal muda ia bisa mendapat omzet hingga Rp400.000. Sedangkan pada hari biasa saat tanggal muda omzetnya Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari. “Kalau tidak hujan ramai,” katanya.

Baca Juga: Perjudian di Kota Solo: Dulu Membudaya, Kini Jadi Penyakit Masyarakat

Hal senada disampaikan Abdul, 40, pedagang empek-empek. Menurutnya, tidak ada peningkatan penjualan yang dirasakan pada hari pertama penyelenggaraan Piala Menpora di Stadion Manahan Solo.

Justru ia mengatakan omzetnya yang cenderung menurun beberapa waktu terakhir. “Kalau dulu ramai, sekarang berkurang,” katanya. Nasib sama dirasakan Sari, 36, pedagang tahu aci ketika berjualan pada Minggu.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih