Ada Penunggunya, Tak Semua Orang Bisa Masuk Lorong Bawah Tanah Solo

Lorong rahasia di bawah tanah salah satu rumah warga Laweyan, Solo, disebut-sebut ada penunggunya sehingga tak sembarang orang bisa masuk.

 Pencinta sejarah Kota Solo, KRMT L. Nuky Mahendranata Nagoro (kanan) melihat sebuah lorong bawah tanah di rumah salah satu warga Kelurahan/Kecamatan Laweyan, Solo, belum lama ini. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Pencinta sejarah Kota Solo, KRMT L. Nuky Mahendranata Nagoro (kanan) melihat sebuah lorong bawah tanah di rumah salah satu warga Kelurahan/Kecamatan Laweyan, Solo, belum lama ini. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Pencinta sejarah Kota Solo, KRMT L Nuky Mahendranata Nagoro, menuturkan cerita tentang sosok penunggu lorong rahasia bawah tanah di Laweyan, Solo. Sosok penunggu itu pula yang disebut-sebut membuat lorong itu rahasia itu tak bisa dimasuki sembarang orang.

Ketika melihat lorong tersebut, beberapa hari lalu, Nuky sempat berbincang dengan pemilik rumah yang terdapat lorong rahasia tersebut. Pintu masuk lorong tersebut berada di lantai ditutup meja bundar. “Yang bercerita pemilik rumah, ada penunggunya. Ya mestinya sebangsa jin,” ujar Nuky saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (30/11/2021).

Berdasarkan penuturan si empunya rumah, Nuky menjelaskan ada beberapa tamu yang sempat ingin melihat lorong tersebut. Tapi ternyata tidak semua tamu yang datang bisa masuk ke dalam lorong hingga ke ruangan yang berukuran sekitar 2 meter x 2,5 meter.

Baca Juga: Pencairan Dana Bermasalah, KSP Sejahtera Bersama Ditegur Pemkot Solo

“Kemarin ada beberapa kali orang yang mau masuk tidak bisa. Ya karena dilempar, kadang di dalam tidak bisa masuk, tidak ada lorong, kok tertutup, tidak bisa masuk. Mereka belum sampai ruangan yang agak besar. Bila tidak dikersake [diperkenankan] biasanya ditolak,” urainya.

lorong rahasia bawah tanah solo
Kondisi bagian dalam lorong rahasia bawah tanah di Laweyan, Solo. (Istimewa)

Nuky mengaku diberi tahu oleh pemilik rumah ihwal sosok dan nama sosok penunggu lorong rahasia bawah tanah di Laweyan, Solo, yang dulu menjadi jalur distribusi candu itu. Tapi dengan pertimbangan tertentu ia tidak mau menyebutkan nama sosok tersebut.

Sosok Astral

Ia lantas bercerita ihwal kepercayaan terhadap sosok astral. Percaya atau tidak, masyarakat Jawa masih sangat mempercayai terhadap keberadaan sosok-sosok gaib di tempat-tempat tertentu. Seperti di sebuah lorong bawah tanah yang jarang disentuh manusia. “Ada yang tidak berani masuk lorong itu,” terangnya.

Baca Juga: Misteri Lorong Bawah Tanah di Solo, Ternyata Eks Jalur Distribusi Candu

Pada waktu-waktu tertentu, lorong rahasia di Laweyan, Solo, tersebut digunakan untuk bertirakat atau bersemedi beberapa orang yang mempercayai keberadaan sosok penunggu lorong. “Terkadang untuk tirakat, di luar dan di dalam. Di situ dipercaya ada energi penunggunya,” katanya.

Sedangkan mengenai jumlah sosok makhluk gaib penunggu lorong di Laweyan, menurut cerita yang diperoleh Nuky, hanya satu. Lorong rahasia bawah tanah di Laweyan diyakini sudah berusia sangat tua karena sudah ada semasa Kerajaan Pajang dan Keraton Solo.

Tempat lain yang dalam kepercayaan masyarakat Jawa diyakini ada sosok makhluk gaibnya yaitu tempuran sungai atau lokasi pertemuan dua atau lebih sungai. Sehingga di tempat-tempat seperti itu dipercaya wingit dan orang tak berani sembarangan.

Berita Terkait

Espos Plus

Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

+ PLUS Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

QZRUH yang pada era 1980-an hingga 1990-an dikenal sebagai geng remaja anarkistis di Kota Jogja kini mengubah citra menjadi geng dengan aneka kegiatan sosial. QZRUH Reborn berusaha mengubah citra geng ini menjadi lebih humanis.

Berita Terkini

Sosiolog UNS Solo: Penanganan Vandalisme Butuh Pemahaman Akar Persoalan

Menurut sosiolog, mengatasi kasus vandalisme yang marak di Kota Solo harus dengan pemahaman pada akar persoalan dan latar belakang munculnya aksi tersebut.

Tanpa Ini, Pemimpin Baru Mangkunegaran Solo Tidak akan Punya Otoritas

Pemimpin baru Pura Mangkunegaran Solo mempunyai tanggung jawab besar, termasuk dalam menjadi petugas hubungan masyarakat (humas).

Ada 80 IPAL, Pencemaran Limbah di Kali Jenes Solo Masih Saja Terjadi

Meski sudah ada 80 IPAL untuk mengolah limbah industri, pencemaran air Kali Jenes di Kota Solo terus saja terjadi dan menjadi keluhan masyarakat di sepanjang DAS.

Saran Warga Solo: Pelaku Vandalisme Dihukum Coret-Coret Rumah Sendiri

Pemkot Solo diharapkan lebih tegas dalam menerapkan aturan dan sanksi bagi para pelaku vandalisme, salah satunya hukuman mencoret-coret rumah sendiri.

Pedagang Gorengan di Sragen Kesulitan Dapat Minyak Goreng di Minimarket

Para pedagang kesulitan mendapatkan minyak di minimarket karena pembelian dibatasi dan saat mau beli sering habis.

Edukasi Budaya, KKN UGM Klego Gelar Lomba Mewarnai Wayang

Tim KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar lomba mewarnai wayang dan pameran lukisan wayang di Klego, Boyolali.

Bertahan Lebih dari 250 Tahun, Begini Kisah Perjalanan Pasar Legi Solo

Pasar Legi Solo telah melewati perjalanan panjang sejarah sejak kali pertama didirikan oleh Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa alias Mangkunagoro I pada 1750-an.

DPC Partai Demokrat Boyolali Ingin Berkolaborasi dengan PDIP

Partai Demokrat Boyolali akan menjalin komunikasi dengan PDIP baik di tingkat DPC, PAC, maupun ranting.

Keren! Kisah Bakul Mi Ayam Solo Diangkat Jadi Serial Drama Komedi

Kisah nyata seorang bakul mi ayam di Kota Solo diangkat menjadi cerita drama seri komedi yang akan tayang di Youtube tak lama lagi.

Panasi Mesin, Partai Demokrat Boyolali Targetkan 1 Dapil 1 Kursi

DPC Partai Demokrat Boyolali menargetkan satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2024.

Hujan Angin Landa Karangmalang Sragen, 5 Rumah Tertimpa Pohon

Lima rumah di wilayah Bantar RT 007 Kecamatan Karangmalang Sragen tertimpa pohon setelah hujan deras disertai angin kencang di Sragen.

Uji Laboratorium Vaksin Booster, Antibodi Naik 100-800 Kali Lipat

Peningkatan antibodi sampai 100-800 kali lipat itu diketahui berdasarkan hasil uji laboratorium para nakes yang melakukan vaksinasi booster lebih dulu.

Menu Plaza Rawa Jombor Kini Bervariasi, Ada Soto hingga Chicken Katsu

Sejak pindah ke Plaza Kuliner Nyi Ageng Rakit, eks pengusaha warung apung Rawa Jombor kini tak hanya menyajikan menu olahan ikan air tawar.

Plaza Kuliner Rawa Jombor Dibuka, Diisi 17 Pedagang Eks Warung Apung

Dari 28 kios, Plaza kuliner Nyi Ageng Rakit kini diisi 17 pedagang yang sebelumnya memiliki usaha warung apung dan pemancingan di Rawa Jombor.

Tumbuh Cepat, Eceng Gondok Kembali Penuhi Rawa Jombor

Sekitar 20 persen dari total luas perairan Rawa Jombor hijau gegara tertutup tumbuhan air tersebut.

Seliweran di Kartasura Sukoharjo, 7 Motor Knalpot Brong Disita Polisi

Tujuh pengendara motor yang menggunakan knalpot brong dan berkeliaran di wilayah Kartasura, Sukoharjo, terjaring razia dan motornya disita.