Ada Penjara Bawah Tanah Di Benteng Vastenburg Solo? Cek Faktanya
Pintu masuk Benteng Vastenburg Solo yang akan jadi lokasi RS lapangan Korem Warastratama. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO — Jajaran Korem 074 Warastratama Surakarta saat ini tengah menyiapkan rumah sakit (RS) lapangan di Benteng Vastenburg Kota Solo.

RS tersebut targetnya beroperasi pada akhir Januari 2021. Dalam persiapan itu, petugas maupun sukarelawan menemukan banyak ular bersembunyi dalam ruang-ruang tembok bagian dalam benteng.

Ruangan itu dipercaya merupakan penjara bawah tanah pada masa kolonial. Namun, Ketua Solo Societeit Komunitas Sejarah dan Budaya Solo, Dani Saptoni, berpendapat lain.

Vaksinasi Covid-19 Belasan Nakes Kota Solo Tertunda, Ini Alasannya

Dalam wawancara dengan Solopos.com Jumat (15/1/2021) malam, Dani mengungkapkan ruang-ruang pada tembok bagian dalam Benteng Vastenburg Solo itu bukan penjara melainkan ruang perlindungan.

Selain itu juga ruang penyimpanan amunisi meriam pada zaman dahulu. Namun, seiring berkembangnya teknologi persenjataan, ruangan itu tidak lagi digunakan dalam peperangan.

Dani mengatakan bangunan penjara justru berada di sebelah barat Benteng Vastenburg atau sebelah barat bangunan Kantor Pos Solo. Sebelum akhirnya penjara itu berpindah ke sebelah barat lagi yang sekarang menjadi Rutan Solo.

Tak Bisa Jualan Selama PPKM, PKL Karanganyar Bakal Dapat Kompensasi Dari Pemkab

Barak-Barak Militer

Ia menceritakan dahulu bagian dalam Benteng Vastenburg Solo tidak seperti saat ini yang berupa tanah lapang luas. Dahulu, bagian dalam benteng berupa barak-barak militer.

Menurutnya, sejak digunakan militer Belanda pada era Kasunanan, Benteng Vastenburg sempat mangkrak pada 1942 atau saat Jepang masuk.

Benteng kembali digunakan pada 1948 oleh Belanda untuk menyerang balik taktik perang gerilya Jenderal Sudirman. Baru setelah 1949 Benteng Vastenburg diambil alih oleh Pemerintah Indonesia.

Layani Pasien Covid-19 OTG Hingga Bergejala, Ini Fasilitas RS Lapangan Vastenburg Solo

“Pembangunan Benteng Vastenburg Solo dibangun semata-mata demi kepentingan militer Belanda. Pembangunannya beberapa tahun setelah Keraton Surakarta berdiri dan sempat beberapa kali renovasi,” papar Dani.

Setelah dikuasai Indonesia, Dani menyebut Benteng Vastenburg sempat digunakan untuk markas militer TNI AD dan TNI AU namun hanya sebentar.

Menurutnya, Benteng Vastenburg tidak lepas dari bangunan Gedung Juang 1945 di sebelah selatan benteng. Bangunan Gedung Juang dahulunya merupakan panti asuhan untuk merawat anak-anak tentara Belanda yang meninggal dunia dalam peperangan.

Ini Sosok Pasutri Pedagang Satai Yang Viral Seusai Ribut Dengan Bupati Sukoharjo

Jembatan Layang

Dani mengatakan menjelang reformasi sempat ada wacana Benteng Vastenburg Solo akan jadi pusat perbelanjaan besar. Bahkan, sudah ada rencana pembangunan jembatan layang menghubungkan ke bangunan yang saat ini menjadi PGS dan BTC.

“Ada situs penting dalam Benteng Vastenburg yaitu pohon beringin. Pohon itu menengarai pertemuan Paku Buwono II dengan Ki Gede Sala saat bernegosiasi soal lokasi perpindahan keraton dari Kartasura ke Solo,” papar Dani.

Danrem Siapkan Ini Untuk Cegah Ular Masuk RS Lapangan Vastenburg Solo

Menurutnya, zaman dahulu pohon beringin kerap jadi pertanda monumental pertemuan tokoh-tokoh besar. Sementara itu, Dani menyebut masyarakat umum mengetahui pembangunan benteng itu sebagai strategi Belanda dalam memantau pergerakan Keraton Surakarta.

Namun, saat itu sudah ada kesepakatan antara Belanda dengan Keraton Surakarta terkait politik.  Keraton Surakarta pun pada era Paku Buwono III membangun panggung Sanggabuwana sebagai cara Keraton Surakarta memantau aktivitas tentara Belanda.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom