Tutup Iklan

Ada Penampakan Buaya di Bengawan Solo, Warga Diminta Hati-Hati

Penampakan seekor buaya di Bengawan Solo membuat warga di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Lamongan Jatim takut.

 Penampakan buaya di Bengawan Solo. (detik.com)

SOLOPOS.COM - Penampakan buaya di Bengawan Solo. (detik.com)

Solopos.com, LAMONGAN — Penampakan seekor buaya di pinggir Bengawan Solo membuat geger warga sekitar. Hewan melata ini muncul di wilayah Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Jatim.

Kemunculan buaya itu direkam oleh salah seorang warga yang kemudian jadi viral. Foto penampakan buaya itu pertama kali diunggah akun Instagram @beritalamongan.

Kemunculan Buaya di Bengawan Solo! Mendapat laporan adanya buaya di Bengawan solo Parengan – Maduran oleh salah satu nitijen. Dari aktivitas buaya yang muncul ke permukaan seiring datangnya musim kemarau semoga kita selalu waspada saat beraktivitas disepanjang bantaran bengawan solo. Rabu (9/6/2021),” berikut caption unggahan foto tersebut.

Salah seorang warga Desa Parengan, Bachtiar Latif, membenarkan penampakan buaya tersebut. Menurutnya, video yang viral tersebut diambil oleh salah seorang temannya, yang ketika itu sedang memancing ikan di bantaran Bengawan Solo.

Terpisah, Camat Maduran juga membenarkan soal penampakan buaya yang ternyata bukan cuma satu, melainkan dua eor buaya. Pihak kecamatan mengaku telah menerima laporan itu.

“Informasi dari perangkat desa benar (penampakan buaya),” kata Camat Maduran, Harwah Yutama, Rabu (9/6/2021).

Pekan Lalu

Dari laporan perangkat desa, kata Harwah, penampakan buaya seperti dalam video yang beredar terjadi pada pekan lalu. Video itu diambil oleh masyarakat yang kebetulan tahu tentang keberadaan buaya tersebut.

“(Sudah) seminggu atau 2 minggu yang lalu. Tapi baru viralnya beberapa jam yang lalu,” ujar Harwah.

Ia mengaku baru kali ini mendapat laporan soal adanya penampakan buaya di Bengawai Solo di Kecamatan Maduran. Dari laporan masyarakat, tambah Harwah, ada 2 buaya yang menampakkan diri di bantaran sungain terpanjang di Jawa itu. Pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Pemkab Lamongan terkait tindak lanjut penanganan, soal laporan penampakan buaya ini.

“Penampakan buaya ada 2 ekor, besar dan kecil dan ini (penanganannya) yang masih saya koordinasikan dengan Pemkab,” terangnya.

Baca Juga: Remaja Pucangsawit Hanyut Di Bengawan Solo Ditemukan Dekat Makam Mbah Lo

Bachtiar Latif mengatakan warga sudah beberapa kali melihat buaya sedang berjemur di bantaran sungai. Namun tidak sempat diabadikan. Buaya tersebut muncul pertama kali sekitar 2 pekan yang lalu.

“Yang pertama muncul itu ukurannya sedang, tidak terlalu besar, seperti masih anakan. Terus muncul lagi yang besar, lebih besar dari jok sepeda motor,” kata Latif.

Warga Takut

Penampakan buaya itu pun sontak membuat warga Desa Parengan dan sekitarnya takut untuk beraktivitas di Bengawan Solo. “Jadi sekarang orang-orang yang dekat bengawan takut, biasanya mancing, nyuci, kan sekarang ini airnya jernih,” ujarnya.

Latif berharap, buaya di Bengawan Solo bisa dievakuasi agar warga Desa Parengan dan sekitarnya tidak merasa takut dan khawatir.

Terpisah, Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) Gresik X BKSDA Jawa Timur, Agus Ariyanto, memperkirakan buaya tersebut muncul karena kondisi air di muara Bengawan Solo terlalu asin.

“Sepertinya fenomena, mungkin air muara terlalu asin, sehingga naik (ke hulu sungai) buayanya,” kata Agus, Kamis (24/6/2021).

Kemungkinan lain soal penampakan buaya itu, papar Agus, adalah adanya keberadaan mangsa. “Saya tanya warga di lokasi penampakan buaya itu memang banyak ikannya,” imbuhnya.

Untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, BKSDA Jatim mengimbau warga Desa Parengan untuk lebih berhati-hati, waspada serta mengurangi aktivitas di Bengawan Solo. Sebab, jarak bantaran sungai dengan permukiman warga cukup dekat.

Sebagai peringatan, lanjut Agus, pihaknya juga akan memasang papan informasi atau peringatan untuk menambah kehati-hatian masyarakat. Saat ini baru ada 1 papan peringatan yang dipasang oleh BPBD Lamongan.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Pengumuman, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp45.000

PT Kereta Api Indonesia menurunkan tarif rapid test antigen dari Rp85.000 menjadi Rp45.000 mulai 24 September 2021.

Kejari Madiun Tahan Tersangka Kasus Korupsi PBB-P2

Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun menahan satu tersangka dalam kasus korupsi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2).

3 Tahun Pimpin Kabupaten Madiun, Ini Pencapaian Kaji Mbing-Hari Wuryanto

Bupati Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Wakil Bupati Hari Wuryanto sudah memimpin Kabupaten Madiun tiga tahun.

3 Tahun Ahmad Dawami-Hari Wuryanto: Bangun Kabupaten Madiun dari Pinggiran

Pemerintah Kabupaten Madiun di tangan Bupati dan Wakil Bupati Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto ingin membangun dari pinggiran.

PT Inka Buat Peti Kemas Canggih Berpendingin, Cocok Angkut Ikan Laut

PT Inka Madiun membuat peti kemas berpendingin yang memudahkan nelayan dalam menyimpan ikan. Sumber dayanya hibrid sehingga tak boros baha bakar.

Salah Kaprah, Pasangan Kekasih di Madiun Justru Kompak Dalangi Pencurian

Perempuan Madiun, Dewi Ayu, nekat menggondol sepeda motor yang diparkir dengan kunci kontak menggantung. Motor tersebut dijual oleh kekasihnya.

Nahas, 3 Warga Ponorogo Luka-Luka Tertimpa Atap Rumah

Tiga warga Ponorogo menjadi korban atap rumah rumah mereka yang mendadak ambrol.

3 Tahun Ahmad Dawami-Hari Wuryanto: Tingkatkan Kualitas SDM, Pemkab Madiun Gandeng UNS Bangun Kampus di Caruban

Mimpi Pemkab Madiun memiliki perguruan tinggi terwujud dengan berdirinya Kampus UNS Solo di Caruban.

Cegah Penularan Covid-19, Parkir Peserta SKD CASN Madiun Dibagi

Masih pandemi Covid-19, pelaksanaan SKD yang dipusatkan di Pendapa Ronggo Djoemeno, Kabupaten Madiun, terapkan prokes ketas.

3 Tahun Ahmad Dawami-Hari Wuryanto: Sejahterakan Petani Kabupaten Madiun Melalui Porang

Pengembangan lahan porang di Kabupaten Madiun merupakan bentuk intervensi dari pemerintah yaitu dengan mempertemukan Perhutani, perbankan, dan Pemkab Madiun.

Bermain di Sungai, Bocah 12 Tahun di Ponorogo Ditemukan Meninggal

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di Ponorogo ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Blabakan Mbah Anom.

3 Tahun Ahmad Dawami-Hari Wuryanto: Respons Cepat Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun

Bupati Ahmad Dawami mengatakan pandemi Covid-19 merupakan kejadian louar biasa atau extra ordinary sehingga responsnya juga harus extra ordinary.

Tak Bermoral, Ustaz Ponpes di Trenggalek Cabuli 34 Santriwati

Seorang ustaz di salah satu ponpes di Trenggalek ditangkap setelah melakukan pencabulan terhadap 34 santriwatinya.

Madiun Naik Level 3, Bupati: Karena Capaian Vaksinasi Baru 40%

Setelah sempat menerapkan PPKM Level 2, kini Kabupaten Madiun kembali lagi berada di level 3.

Ngaku Kasatreskrim, Polisi Gadungan Tipu Guru PNS Hingga Rp68 Juta

Tersangka mengaku kepada korban sebagai anggota Polri berpangkat AKP dan menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Madiun Kota.