Ada Pembalut Wanita Menempel di Rambu-Rambu Lalu Lintas Boyolali, Ulah Siapa?

 Petugas Satpol PP Boyolali melepas pembalut wanita yang menempel di rambu-rambu lalu lintas di kompleks baru perkantoran terpadu Boyolali, Rabu (10/1/2018). (Istimewa/Tri Joko Mulyono)

SOLOPOS.COM - Petugas Satpol PP Boyolali melepas pembalut wanita yang menempel di rambu-rambu lalu lintas di kompleks baru perkantoran terpadu Boyolali, Rabu (10/1/2018). (Istimewa/Tri Joko Mulyono)

Petugas Satpol PP Boyolali harus turun tangan melepas pembalut wanita yang menempel di rambu-rambu lalu lintas.

Solopos.com, BOYOLALI — Ada pemandangan yang cukup mengganggu dan membuat risih pengendara yang melintas di Jl. Merdeka Barat, kompleks baru perkantoran terpadu Pemkab Boyolali, Rabu (10/1/2018).

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Tidak diketahui siapa yang memasang pembalut di rambu-rambu dilarang melintas (verboden) itu. Ada dua lembar pembalut yang menempel di atas dan bawah garis putih horizontal di tengah rambu berbentu lingkarang itu.

Tidak jelas kapan pembalut itu ditempel di rambu-rambu itu. Begitu pula dengan tujuannya, belum diketahui apakah sekadar iseng atau punya maksud tertentu. Yang jelas warga yang melihatnya itu merasa risih dan tidak nyaman.

“Yang jelas risih lah melihat pembalut ada di rambu-rambu lalu lintas kayak begitu,” ujar Widodo, warga Boyolali, Rabu.

Foto rambu-rambu lalu lintas dengan pembalut yang menempel itu juga sempat yang ini juga sempat beredar di media sosial Facebook pada Rabu dan ramai dibicarakan warganet. Akhirnya ada warga yang melaporkan hal itu kepada petugas Satpol PP Boyolali.

Mendapatkan laporan itu, petugas langsung menuju lokasi guna mengecek. Setelah dipastikan pembalut itu masih ada, petugas melepas pembalut yang belum digunakan tersebut memakai sarung tangan.

Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, mengatakan akan mencari tahu orang yang memasang pembalut wanita itu pada rambu-rambu lalu lintas tersebut. “Kami akan coba menelusuri siapa pelakuknya,” ujarnya kepada Solopos.com di lokasi rambu tersebut.

Menurutnya, pelaku melanggar Perda No. 5/2016 tentang Ketertiban Umum dan bisa dikenai hukuman kurungan selama tiga bulan. ”Kami juga akan meningkatkan pengawasan dengan patroli rutin di seluruh Kompleks Setda Boyolali. Patroli akan melibatkan jajaran kepolisian setempat.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

+ PLUS Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

Di balik keindahan Gunung Lawu yang menjadi magnet bagi para pendaki, rupanya menyimpan tragedi dan petaka yang tewaskan banyak orang, di antaranya Tragedi Gunung Lawu 1987 dan Petaka Kebakaran Gunung Lawu 2015.

Berita Terkini

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Bakul Boyolali: Ribet!

Pembelian minyak goreng curah di Boyolali belum menggunakan aplikasi PeduliLindungi per Selasa (28/6/2022), tetapi pedagang menyebut kebijakan tersebut lebih ribet dibandingkan memakai KTP.

Jadwal 8 Besar Piala Presiden: Persib vs PSS, PSIS vs Bhayangkara FC

Persib Bandung akan melawan PSS Sleman dan PSIS vs Bhayangkara FC pada babak perempat final atau 8 besar Piala Presiden 2022.

Misteri Burung Jalak Lawu, Jelmaan Pengikut Prabu Brawijaya V?

Burung Jalak Lawu yang kerap membantu pendaki diyakini sebagai jelmaan patih Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit.

Puluhan SD Negeri di Solo Kekurangan Siswa, Ada yang Dapat 2 Pendaftar

Sebanyak lebih dari 20 Sekolah Dasar (SD) negeri di Kota Solo, Jawa Tengah kekurangan siswa saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022.

Satpol PP Tutup 12 Outlet Holywings di Jakarta, Ini 3 Jenis Pelanggaran

Penutupan Holywings di Jakarta menyikapi arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencabut izin operasi Holywings.

Manfaatkan REC PLN, Seluruh Istana Kepresidenan Diterangi Energi Hijau

Seluruh lingkungan kesekretariatan presiden, mulai dari istana kepresidenan di Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogya dan Tampaksiring sudah 100 persen menggunakan listrik dari energi terbarukan.

Jadwal Piala Presiden 2022 Hari Ini, Perebutan 1 Tiket Tersisa 8 Besar

Satu tiket tersisa perempat final Piala Presiden 2022 diperebutkan oleh RANS Nusantara FC dan Barito Putera.

Beli Migor Curah via PeduliLindungi, Luhut: Bisa Cepat Beradaptasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan ingin agar selama dua pekan masa sosialisasi dan transisi ini dijalankan, masyarakat mulai mencoba sistem baru ini.

Soal Warga Karanganyar Meninggal di Saluran Irigasi, Polisi: Dia Pikun

Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh Sukardi, 71, warga Kaling, Tasikmadu, Karanganyar yang ditemukan meninggal di saluran irigasi Desa Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (28/6/2022).

Latihan Timnas Amputasi Indonesia Persiapan Piala Dunia di Turki

Akan berlangsung di Turki pada akhir September hingga Oktober 2022

Kisah Misteri Lokasi Pasar Setan Gunung Lawu

Inilah lokasi dan wujud Pasar Setan di Gunung Lawu yang menyimpan sederet kisah misteri.

Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

Di balik keindahan Gunung Lawu yang menjadi magnet bagi para pendaki, rupanya menyimpan tragedi dan petaka yang tewaskan banyak orang, di antaranya Tragedi Gunung Lawu 1987 dan Petaka Kebakaran Gunung Lawu 2015.

Prosedur Pencarian Orang Hilang di Luar Negeri Seperti Kasus Marshanda

Bila mengalami kejadian serupa Marshanda, bagaimana prosedur pencarian orang hilang di luar negeri?

Kurs Rupiah di BRI, BNI, Mandiri, dan BCA, Selasa (28/6/2022)

Mayoritas mata uang Asia juga tampak bertahan di teritori positif. Adapun, indeks dolar AS terpantau melemah 0,12% menjadi 103,9 pada akhir perdagangan.

Hilang 3 Hari, Warga Tasikmadu Karanganyar Ditemukan di Saluran Irigasi

Warga Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Sukardi, 71, ditemukan meninggal di saluran irigasi Desa Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (28/6/2022) pagi.