Warga membeli sembako murah di kios Pasar Mirunggan yang digelar TPID Kota Solo di Pasar Gede, Solo, Rabu (22/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Solo bersama BUMN dan BUMD mengadakan kegiatan pasar murah di Kios Mirunggan Pasar Gede, Solo, 22-24 Januari 2020.

Pasar murah tersebut digelar sebagai upaya pengendalian inflasi. Dalam beberapa hari terakhir, ada sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang harganya naik.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo, Bambang Pramono, mengatakan pasar murah tersebut sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi melalui Program 4K yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang efektif.

Langkahnya dengan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat yang harganya naik. Komoditas dijual dengan harga murah langsung dari distributor utama, khusus komoditas dengan bobot besar terhadap inflasi.

Komoditas itu di antaranya beras, bawang putih, gula pasir, dan telur ayam ras. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian dan upaya pemerintah guna memitigasi fluktuasi ketersediaan stok komoditas pangan strategis yang menjadi salah satu program pengendalian inflasi yaitu menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan masyarakat.

Kisah Tragis Mantan CEO Jadi Sales di Usia Senja, Alasannya Karena Lapar

Menurutnya, keikutsertaan BUMD dalam kegiatan pasar murah ini juga merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Tim Teknis TPID Solo pada tanggal 9 Januari 2020. Tujuannya mendorong penguatan BUMD sebagai salah satu buffer stock pangan serta Kios TPID.

Ke depan, TPID Kota Solo juga akan selalu memantau keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan. Masyarakat diimbau bijak dalam berbelanja, yaitu berbelanja sesuai kebutuhan.

"Pemerintah dan Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat koordinasi dalam rangka mencapai sasaran inflasi 3%±1% di 2020 dan 2021," kata dia, Rabu (22/1/2020).

Di sisi lain dia mengatakan berdasarkan rilis inflasi Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Solo pada Desember 2019 sebesar 2,94% (yoy), masih berada dalam kisaran sasaran target inflasi nasional yang sudah ditetapkan, sebesar 3,5% ±1%.

Tapi, capaian inflasi tahunan Kota Solo tersebut masih lebih tinggi daripada inflasi Jawa Tengah dan nasional yang masing-masing sebesar 2,81% (yoy) dan 2,72% (yoy).

Berkebalikan dengan capaian inflasi Jawa Tengah dan nasional yang cenderung turun dibandingkan tahun sebelumnya yang masing-masing 2,82% (yoy) dn 3,13% (yoy), inflasi tahunan Kota Solo pada Desember 2019 lebih tinggi bila dibandingkan tahun sebelumnya 2,45% (yoy).

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mendata beberapa komoditas bahan pangan bergejolak (volatile food) yang mengalami kenaikan dan perlu mendapatkan perhatian di awal 2020.

Dokter PNS RSUD Gemolong Datang Pukul 11.00 WIB, Bupati Sragen: Etikanya Bermasalah!

Komoditas itu antara lain kelompok cabai (cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit), bawang putih, gula pasir, beras dan minyak goreng. Selain itu, perlu diwaspadai kenaikan cukai rokok.

Pantauan Solopos.com, di lapak Pasar Murah TPID di Pasar Gede, Rabu pagi, beberapa komoditas yang dijual di antaranya gula pasir Rp12.500/kg, bawang putih kating Rp29.000/kg, bawang merah Rp11.000/0,5 kg dan telur ayam ras Rp20.500/kg.

Kepala Dinas Perdagangan Solo, Heru Sunardi, mengatakan keberadaan Kios Mirunggan TPID ke depan akan terus dioptimalkan. "Kios Mirunggan saat ini ada di Pasar Gede dan Pasar Nusukan. Nanti tambah di Pasar Jebres, kemungkinan pekan depan," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten