Ada Objek Wisata Baru di Semarang, Tawarkan Sensasi Joging di Hutan

Pemerintah Kota Semarang meluncurkan destinasi wisata baru di tengah masa PPKM, yakni Sports Track Hutan Wisata Tinjomoyo.

 Destinasi wisata baru di Kota Semarang berupa sport track di Hutan Tinjomoyo. (semarangkota.go.id)

SOLOPOS.COM - Destinasi wisata baru di Kota Semarang berupa sport track di Hutan Tinjomoyo. (semarangkota.go.id)

Solopos.com, SEMARANG — Di tengah masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang justru meluncurkan sebuah objek wisata baru. Destinasi wisata baru itu tak lain adalah Sports Track Hutan Wisata Tinjomoyo.

Sports Track Hutan Wisata Tinjomoyo ini pun diharapkan mampu menjadi salah satu objek wisata andalan Kota Semarang. Hal itu dikarenakan objek wisata itu tak hanya menawarkan panorama hutan di tengah kota kepada wisatawan, tapi juga sensasi berolahraga seperti joging dan bersepeda.

Dikutip dari laman Internet resmi Pemkot Semarang, Sports Track Hutan Tinjomoyo merupakan jalur olahraga yang ada di Hutan Tinjomoyo. Jalur ini sebenarnya sudah dibangun sejak 2020, namun baru diluncurkan sekarang karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Begini Upaya Hendi Tepis Horor Hutan Tinjomoyo

Akan tetapi, setelah Kota Semarang dinyatakan berstatus PPKM Level 2 atau dianggap mengalami penurunan kasus Covid-19 yang tajam, destinasi wisata baru ini pun berani dibuka.

“Memang peningkatan sarpras [sarana dan prasarana] di Tinjomoyo dengan membangun jalur olahraga ini sudah selesai sejak 2020, tapi belum diperkenalkan. Jadi sekarang sekarang setelah kita mulai buka sedikit – sedikit aktivitas, kita perkenalkan,” tutur Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Meski sudah dibuka, Wali Kota yang akrab disapa Hendi mengaku belum bisa menerima kunjungan wisatawan secara maksimal. Masih ada penerapan pembatasan, terutama dalam kapasitas jumlah pengunjung.

“Memang belum bisa maksimal karena masih ada pembatasan, tapi harapannya perekonomian bergerak lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan selain membuka jalur olahraga atau sports track di Hutan Tinjomoyo, pihaknya juga akan kembali menghidupkan Pasar Semarangan.

Baca juga: Buka di Tengah Covid-19, Tempat Wisata Semarang Wajib Penuhi Syarat

Meski demikian, untuk wisatawan yang akan masuk ke kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo itu diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan sudah menjalani vaksinasi.

“Kita maksimalkan dengan menerapkan pembatasan yang berlaku dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, serta menunjukkan kartu vaksin bagi pengunjung. Kita juga sudah melengkai fasilitas berupa tempat cuci tangan, ada kamar mandi yang bersih, juga 40 shelter pemberhentian, sehingga tidak berkerumun,” terang perempuan yang karib disapa Iin itu.

Adapun Sports Track Tinjomoyo sendiri dibuka untuk masyarakat umum dan komunitas setiap hari mulai pukul 07.00 – 16.00 WIB. Untuk masuk ke area wisata ini, masyarakat diwajibkan membayar tiket masuk Rp4.500.


Berita Terkait

Berita Terkini

Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai Kudus

Sebanyak 358.560 batang rokok ilegal disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah.

Tak Kuat Tanjakan, Truk Kontainer Sebabkan Kecelakaan di Tol Semarang

Kecelakaan melibatkan truk kontainer dengan empat mobil terjadi di Tol Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Petani Di Grobogan Tewas Tersetrum Jebakan Tikus di Sawah

Warijo, 56, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawahnya.

109 Objek Wisata Banyumas Buka Lagi, Pemerintah Wajibkan Ini

Sebanyak 109 objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai buka kembali di tengah PPKM level dua, tetapi wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Mantap! Seniman Soloraya Dominasi Bhayangkara Mural Festival

Polda Jateng menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021, di mana urutan 11 terbaik didominasi seniman dari wilayah Soloraya.

Tak Hanya di Salatiga, Gempa Juga Guncang Semarang & Temanggung

Gempa bumi di daratan atau gempa darat tidak hanya terjadi di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), tapi juga di wilayah Kabupaten Semarang dan Temanggung.

Waduh! Solar Kian Langka, Nelayan di Rembang Enggan Melaut

Nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng) harus menghentikan aktivitas melaut menyusul solar langka.

Menikmati Night View Purwokerto dari Puncak Agaran, Syahdu...

Bukit Agaran ini berada di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanten, atau sekitar 15 km dari Purwokerto menuju arah utara.

Jangan Panik! Rentetan Gempa Salatiga Tak Berpengaruh ke Merapi

BPPTKG menyebutkan rentetan 15 kali gempa bumi yang terjadi di Salatiga dan Ambarawa tak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

Rentetan 15 Kali Gempa Terjadi di Salatiga & Ambarawa, Ini Kata BMKG

Sejak Sabtu (23/10/2021) dini hari hingga siang pukul 14.00 WIB, rentetan 15 kali gempa bumi terjadi di wilayah Kota Salatiga dan Ambarawa.

Salatiga & Ambarawa Diguncang Gempa, Netizen: Setiap 15 Menit Gempa

Rentetan gempa bumi yang terjadi di Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya membuat warganet panik.

Salatiga-Ambarawa Diguncang Gempa, BMKG: Dangkal, Warga Tak Perlu Panik

BKMG menyebut gempa yang terjadi di Kota Salatiga dan Ambarawa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal Merapi-Merbabu.

Istimewanya Lentog Tanjung, Perpaduan Opor dan Semur yang Nikmat

Lentog tanjung merupakan hidangan lontong dicampur dengan sayur lodeh tahu dan gori atau nangka muda.

2 Gempa Susulan Kembali Goyang Ambarawa

Gempa susulan pada 09.34 WIB berkekuatan Magnitudo 3.0 dan gempa kedua pada pukul 09.51 WIB berkekuatan Magnitudo 3.3.

Dipicu Sesar Aktif, Inilah Rentetan 8 Kali Gempa Salatiga-Ambarawa

Dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Ambarawa, Salatiga, Banyubiru, dan Bawen dalam skala intensitas II MMI dimana benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Gempa Guncang Salatiga, Diduga Dipicu Sesar Merbabu, Merapi, & Telomoyo

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.