Ada Kelonggaran di PPKM Kota Semarang

Wali Kota Hendrar Prihadi mengatakan Kota Semarang yang saat ini menjalankan PPKM dengan sedikit kelonggaran pada beberapa aturan pembatasan.

 Lanskap Kota Semarang. (Bisnis-Hotel Po Semarang)

SOLOPOS.COM - Lanskap Kota Semarang. (Bisnis-Hotel Po Semarang)

Solopos.com, JAKARTA — Wali Kota Hendrar Prihadi mengatakan Kota Semarang yang saat ini menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 sedikit kelonggaran pada beberapa aturan pembatasan PPKM yang diberlakukan. Salah satu pembatasan yang sedikit dilonggarkan itu misalnya terkait kegiatan usaha tempat makan, di mana sebelumnya pada pemberlakuan PPKM Darurat sama sekali tidak diperbolehkan melayani makan di tempat.

Kali ini, meski ditekankan tetap harus mengedepankan layanan pesan antar. Namun, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut memperbolehkan adanya kegiatan makan di tempat sebanyak 30% dari kapasitas pengunjung, dengan syarat mampu menjalankan prokes yang ketat.

“Tempat makan itu dibatasi kalau di dalam Inmendagri adalah tiga orang. Tapi kalau dalam peraturan wali kota kita sesuaikan menjadi 30%, karena situasi di lapangan ini kan kita boleh memodifikasi. Jadi boleh buka sampai jam 20.00 WIB, dan pengunjungnya yang mau makan juga diperbolehkan maksimal 30%, tapi harus diutamakan untuk take away atau delivery order,” katanya, Senin (26/7/2021).

Baca Juga: Kasus Harian Covid-19 1.200, Korsel Tingkatkan Pembatasan Sosial

Sedangkan untuk mal, Hendi mengatakan saat ini tetap memberlakukan penutupan sementara. Meskipun begitu, dia mengungkapkan adanya kemungkinan Kota Semarang bisa mengizinkan mal untuk kembali beroperasi, dengan catatan tidak adanya peningkatan penderita Covid dalam seminggu ke depan.

“Untuk mal masih harus tutup, tapi clue daripada Pak Menko Marinves dalam beberapa kali rapat, kemungkinan daerah-daerah akan diperbolehkan untuk membuka mal seminggu kemudian, atau setelah tanggal 2 Agustus, asal catatannya penderita Covid-nya tidak meningkat,” tutur Hendi.

Dia lalu mengklaim kondisi Semarang kini semakin membaik. “Jadi seperti di Semarang ini kan kondisinya semakin membaik. Penderita semakin menurun, BOR rumah sakit dan karantina semakin menurun, angka kematian semakin menurun. Ya mudah-mudahan kalau ini bisa dipertahankan, di minggu depan mal di Kota Semarang bisa dibuka,” tambahnya.

Buka Sebagian Jalan

Di sisi lain terkait penyekatan ruas jalan, Hendi menyebutkan telah memutuskan membuka sebagian ruas jalan yang sebelumnya ditutup. Tak kurang dari 16 ruas jalan kembali dibuka mulai hari Senin (26/7/2021) sebagai bagian kelonggaran dalam PPKM Kota Semarang.

“Kita sudah koordinasi dengan Pak Kapolrestabes, kemudian Pak Kasatlantas, dan teman-teman Dishub. Dari total 44 ruas yang ditutup ada 16 ruas yang mulai dibuka, termasuk satu titik jalur menuju Simpang Lima setiap pagi jam enam boleh dibuka, kemudian jam delapan malam harus ditutup kembali,” ungkap Hendi.

Adapun selebihnya untuk aturan lain, dia menegaskan pemberlakuannya masih sama dengan aturan sebelumnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Berita Terkait

Berita Terkini

UMR Jateng 2022 Diusulkan Naik 10% Jadi Rp1,9 Juta

Kaum buruh di Jawa Tengah meminta UMP atau UMR 2022 naik 10% menjadi Rp1,9 juta yang disesuaikan dengan standar kelayakan hidup.

12 Sekolah di Semarang Ini Belum Gelar PTM, Ini Alasannya

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sudah berlangsung hampir dua bulan.

Sidang Perdana Kasus Nasabah Gugat Bank Mandiri Di PN Kudus

Gugatan nasabah terhadap PT Bank Mandiri Kantor Cabang (Kancab) Kudus terkait dugaan pembobolan rekening mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kudus.

Krisis Air Bersih di Pesisir Kendal Makin Parah

Selain akses jalan yang masih bebatuan dan tanah, warga Dusun Mulyosari masih harus menghadapi krisis air bersih.

Selamat! Desa Ini Didapuk Jadi Desa Wisata Terbaik di Jateng

Desa Cikakak di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) didapuk sebagai desa wisata terbaik se-Jateng.

Duar! Mobil Tertabrak Kereta Barang di Grobogan, 3 Orang Tewas

Sebuah minibus tertabrak kereta api di perlintasan tanpa penjaga di Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, tiga orang meninggal.

Sedih! Ratusan Anak di Banyumas Jadi Yatim Piatu Gegara Covid-19

Ratusan anak di Banyumas menjadi yatim piatu gara-gara orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Konsleting Kembali Jadi Penyebab Kebakaran 1 Rumah Di Grobogan

Kebakaran disebabkan konsleting menimpa satu rumah warga di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Rabu (27/10) dini hari.

Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Tanah Bulog di Grobogan Ditahan

Kejari Grobogan menahan K, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Perum Bulog, di Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan.

ASN Kendal Diajari Mode Pembelajaran Kolaborasi

(BKPP) Kabupaten Kendal meresmikan Sosialisasi Model Pembelajaran Kolaborasi dalam Rangka Membangun Sistem Pengembangan SDM Aparatur Sipil Negara.

Lontong Tuyuhan Khas Rembang Penuh Makna

Ada filosofi tersendiri dalam bentuk lontong segitiga yang digunakan sebagai sajian lontong tuyuhan khas Rembang.

Ada Bekas Dahi & Kaki Sunan Bonang di Batu Ini

Pasujudan Sunan Bonang terletak kurang lebih 4 kilometer ke arah utara dari Kota Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa tengah.

Keren! Pemuda Jepara Ini Sulap Desa Terpencil Jadi Super Megah

Pngusaha muda asal Kabupaten Jepara itu menyulap desa yang sebelumnya sangat terpencil menjadi sangat maju dengan membuat ratusan perumahan klaster bersubsidi dan komersil dengan berbagai macam tipe.

Demak Diprediksi Tenggelam, Selat Muria Bakal Muncul Lagi?

Dengan tenggelamnya Kabupaten Demak beserta daerah lainnya , memungkinkan selat muria yang dulu pernah ada, pemisah antara Pulau Jawa dan Gunung Muria akan muncul kembali.

Prediksi UMP 2022 Naik 1-2% Lur, Jateng Berapa?

Upah minimun provinsi (UMP) di Indonesia diprediksi naik sekitar satu hingga dua persen. Lantas, berapa besaran UMP Jawa Tengah (Jateng) 2022?