Ada Kecamatan Tak Punya SMA Negeri Di Solo, Ombudsman Bilang Begini

Ombudsman RI menyoroti tidak adanya SMA negeri di Pasar Kliwon saat kunjungan ke Kota Solo, meminta Pemprov Jateng segera mencari solusi.

 Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih (duduk), Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida (mengenakan kerudung biru), dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Mal Pelayanan Publik Solo, Kamis (30/6/2022). (Espos/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih (duduk), Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida (mengenakan kerudung biru), dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Mal Pelayanan Publik Solo, Kamis (30/6/2022). (Espos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Adanya wilayah kecamatan yang tidak memiliki SMA negeri menjadi salah satu perhatian Ombudsman RI dalam kunjungannya ke Kota Solo, Kamis (30/6/2022). Ombudsman mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan pemerintah pusat memberikan solusi nyata.

“Kawasan zonasi yang tak ada sekolah di Solo Pasar Kliwon, kami mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah pusat diambil langkah langkah yang lebih strategis,” kata Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Solo, Kamis.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Dia mengatakan sembari menunggu langkah nyata pemerintah untuk menyediakan sekolah di kecamatan yang belum ada SMA negeri, Ombudsman memberikan saran untuk jangka pendeknya. “Sementara ini kami mengusulkan zona khusus untuk bisa menampung masyarakat yang belum punya zona,” ungkapnya.

Pemprov Jateng bersama Pemkot Solo mulai bekerja sama dalam penataan serta pemerataan SMA Negeri di Kota Solo untuk mendukung kebijakan zonasi. Salah satunya rencana pembangunan SMA Negeri di Kecamatan Pasar Kliwon.

Sebagai informasi, hanya ada delapan SMA Negeri di Kota Bengawan. Lokasi SMA negeri tidak tersebar rata di lima kecamatan. Kecamatan Pasar Kliwon dan Laweyan belum memiliki SMA Negeri sampai saat ini.

Baca Juga: Tak Hanya Pasar Kliwon, Laweyan Solo Juga Tak Punya SMA Negeri, Tapi…

Berdasarkan keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah No.429/14809 tentang penetapan wilayah zonasi PPDB SMA Negeri Jateng tahun ajaran 2020/2021 ada sejumlah sekolah di Kota Bengawan yang memungkinkan menerima peserta didik dari luar kota.

SMAN 8 Solo memiliki wilayah kecamatan zonasi Jebres, Pasar Kliwon, dua kecamatan di wilayah Karanganyar, masing-masing Gondangrejo dan Jaten. SMAN 7 memiliki wilayah kecamatan zonasi Serengan, Laweyan, dan dua kecamatan di Sukoharjo, yakni Baki dan Grogol.

Mulai Penataan

SMA negeri lain di Kota Solo yakni SMAN 5 memiliki wilayah zonasi Banjarsari, Laweyan, dan Ngemplak, Boyolali. SMAN 3 Solo memiliki wilayah zonasi Jebres; Pasar Kliwon; dan Grogol, Sukoharjo. SMAN 1 Solo memiliki zonasi Jebres; Banjarsari; Pasar Kliwon; dan Jaten, Karanganyar.

Hanya dua SMAN yang menerima peserta didik dengan jalur zonasi wilayah kecamatan di Solo saja. SMAN 2 Solo memiliki zonasi Banjarsari, Pasar Kliwon, dan Jebres. Selanjutnya SMAN 4 Solo memiliki zonasi Laweyan, Banjarsari, dan Serengan.

Baca Juga: Tak Ada SMA Negeri, Berikut Daftar SMA Swasta di Pasar Kliwon Solo 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jateng, Suratno, menjelaskan Kecamatan Banjarsari banyak SMA Negeri berdekatan namun ada wilayah kecamatan di Kota Solo yang tidak memiliki SMA Negeri.

“Kami mulai diadakan untuk penataan contohnya Pasar Kliwon itu kami telah bekerja sama dengan Pemkot Solo untuk mendirikan kampus II dari SMAN 2,” katanya, Kamis (9/6/2022).

Menurutnya, Pemkot Solo telah menghibahkan lahannya untuk dibangun SMA Negeri di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon. Namun saat ditanya kapan proses pembangunan konstruksi gedung Suratno menjawab diplomatis.

“Hla ini kan harus ada prosesnya. Setelahnya nanti ada kepastian penyerahan lahan, ada lahannya, kemudian lahannya ada, ada perencanaan pembangunan. Nanti kami sampaikan provinsi. Yang merencanakan provinsi,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Ada SMA Negeri, Calon Siswa Dari Pasar Kliwon Solo Daftar Ke Mana?

Lahan Kurang

Camat Pasar Kliwon, Solo, Ahmad Khoironi, mengungkapkan lahan untuk membangun SMA negeri di wilayah itu sebenarnya sudah ada. Pemerintah kecamatan mengusulkan sebagian lahan di eks HP 16 Semanggi atau HP 00001 Kelurahan Mojo.

Namun, usulan itu hingga kini mandek alias belum ada tindak lanjutnya. Berdasarkan catatan Solopos.com, wacana pembangunan SMA negeri di Pasar Kliwon sudah mencuat sejak sekitar 2020 lalu.

Ketiadaan SMA negeri di wilayah Pasar Kliwon menjadi masalah terutama sejak pemberlakuan sistem zonasi pada PPDB pada 2017 lalu. Sistem zonasi menuntut pemerataan fasilitas dan layanan pendidikan.

Roni menambahkan Pemerintah Kota Solo menyediakan 3.000 meter persegi di lahan HP 00001 khusus untuk pendidikan, bahkan sudah disetujui oleh DPRD. Akan tetapi, pembangunan gedung SMA atau SMK ternyata standarnya minimal 4.000 meter persegi.

Baca Juga: Tuntutan Zonasi, Pasar Kliwon Solo Bakal Punya SMA Negeri?

Di sisi lain, untuk Kecamatan Laweyan yang juga belum punya SMA negeri, hingga saat ini belum ada rencana dari Disdik Jateng untuk pembangunannya. Meski tak punya SMA negeri, Laweyan memiliki sejumlah SMK negeri yang bisa menjadi pilihan para calon siswa setempat.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

    Espos Plus

    Situs Pekuburan Megalitikum dan Kampung Kuno Pringgoloyo Klaten

    + PLUS Situs Pekuburan Megalitikum dan Kampung Kuno Pringgoloyo Klaten

    Selain di puncak dan lereng Gunung Lawu, peninggalan peradaban megalitikum di Soloraya juga ditemukan situs yang diduga sebagai perkuburan dan penanda kampung kuno di Dukuh Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Klaten, berupa susunan batu besar, serta temuan batu pipisan dan gandik.

    Berita Terkini

    Klaten Sentra Gula di Zaman Hindia Belanda, Ini Deretan Pabrik Gulanya

    Kabupaten Klaten pernah menjadi daerah penghasil gula yang cukup besar di Indonesia.

    Tanggapi Usulan CFD Solo Tanpa Pedagang, Gibran: Tambah Diprotes Aku...

    Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyatakan belum ada rencana untuk menguji coba CFD tanpa pedagang kaki lima seperti usulan DLH untuk mengatasi masalah sampah.

    Diciduk, Belasan Pasangan Tak Resmi Tinggal Sekamar di Indekos Colomadu

    Satpol PP Karanganyar mendapati belasan pasangan tak resmi tinggal satu kamar di indekos di Kecamatan Colomadu.

    Kongres Wanita Indonesia di Klaten Jadi Awal Pembentukan Perwari

    Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) merupakan sebuah organisasi perjuangan dari semangat persatuan perempuan untuk berpartisipasi mempertahankan Indonesia.

    Jawaban Cerdas Ini Antar Alamsyah-Nurazizah Jadi Putra Putri Solo 2022

    Kemampuan memberikan jawaban cerdas atas pertanyaan juri mengantarkan Alamsyah dan Nurazizah menjadi Putra Putri Solo 2022.

    Vaksinasi Booster Kedua Covid-19 di Karanganyar Dimulai Hari Ini

    Untuk tahap awal, Kabupaten Karanganyar mendapatkan 1.715 dosis vaksin booster kedua Covid-19. Sasaran prioritas adalah para tenaga kesehatan atau nakes.

    Tolak Relokasi, Warga Kios Renteng Sragen Minta Negosiasi

    Warga Kios Renteng, Sragen, memasang sejumlah spanduk dan baliho penolakan rencana relokasi ke Pasar Terpadu Nglangon. Ukuran kios yang lebih kecil jadi salah satu alasan.

    Setelah Dilihat Presiden, Begini Progres Penataan Ngarsapura-Gatsu Solo

    Proyek penataan koridor Ngarsopuro-Gatsu, Solo, terus dikerjakan dengan konsep mirip Malioboro Jogja yang memiliki jalur pedestrian lebih tinggi dari jalan.

    Pengelolaan Masjid Bersejarah Karangdowo bakal Tiru Jogokariyan Jogja

    Masjid Al Jami’ yang berlokasi di Jl Karangdowo-Cawas Km 0,1 Kalitengah, Desa/Kecamatan Karangdowo, Klaten direnovasi dengan anggaran senilai Rp1,8 miliar.

    Asal Usul Legenda Dusun Pancot Karanganyar, Berawal dari Sup Kelingking

    Asal-usul Dusun Pancot di Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar tak lepas dari legenda raja kanibal bernama Prabu Baka dan pemuda gagah Putut Tetuko.

    Kios Gerabah di Bugisan Klaten Terbakar, Kerugian Rp20 Juta

    Musibah kebakaran terjadi di kios jualan gerabah di tepi jalan raya Manisrenggo-Prambanan, tepatnya di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten terbakar, Senin (8/8/2022) pukul 10.30 WIB.

    Korsleting! Kios Gerabah di Dekat Pertashop Bugisan Klaten Terbakar

    Kios jualan gerabah di tepi jalan raya Manisrenggo-Prambanan Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten terbakar, Senin (8/8/2022) siang.

    Nekat Jualan di Jl Lawu Karanganyar, PKL Kena Semprit Satpol PP

    Satpol PP Karanganyar masih mendapati belasan PKL yang nekat berjualan di Jl. Lawu meski sudah disediakan lokasi di Pujasera.

    Sejarah Ciu Bekonang, Aset Monopoli Pemerintah Hindia Belanda

    Masyarakat Soloraya dan sekitarnya mengenal ciu sebagai minuman alkohol (minol) tradisional sejak era penjajahan Belanda dan menjadi aset monopoli perdagangan oleh pemerintah kolonial saat itu.

    Ingin Rasakan Tengkleng Kepala Kambing Utuh di Sragen, Segini Harganya

    Tengkleng kepala kambing utuh dihargai Rp150.000 per porsi lengkap dengan empat kaki kambing.