Warga memadati kawasan Jembatan Pasar Gede, Solo, yang dihiasi lampion Imlek, Rabu (15/1/2020) malam. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Volume sampah di Kota Solo meningkat 15 ton hingga 50 ton selama rangkaian kegiatan menjelang Tahun Baru Imlek. Volume sampah terbesar di Kota Solo berasal dari wisata lampion di kawasan Pasar Gede.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Gatot Sutanto, menjelaskan, data yang diambil dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo menunjukkan peningkatan volume sampah. DLH menyiapkan 12 petugas yang bersiaga siang dan malam hari di area Pasar Gede Solo untuk membersihkan sampah.

“Ada peningkatan sampah selama rangkaian Imlek. Puncaknya pada Sabtu malam. Kami siagakan petugas lapangan dan tempat sampah, tetapi sedikit sampah yang dibuang pada tempat sampah,” katanya kepada Solopos.com, Selasa (21/1/2020).

Manurut Gatot Sutanto, pihaknya telah menyediakan 20 tong sampah yang cukup menampung sampah di kawasan lampion Pasar Gede Solo. Petugas juga selalu siap mengambil isi tempat sampah tersebut ketika sudah penuh. Namun, kebiasaan warga membuang sampah sembarangan menjadi masalah pelik.

“Kami siagakan petugas lapangan untuk mengimbau pengunjung dan pedagang untuk membuang sampah pada tempat yang disediakan dan dua unit road sweeper secara situasional,” katanya.

Gatot Sutanto mengapresiasi rencana penukaran sampah dengan kue keranjang yang digagas Panitia Bersama Imlek 2571/2020, Panitia Grebeg, Kelenteng Tien Kok Sie, dan PMI Solo. Agenda yang dilakukan untuk mengurangi sampah yang dibuang sembarangan itu rencananya digelar, Jumat (24/1/2020).

DLH menyarankan kepada panitia memberikan apresiasi kepada warga yang membuang sampah ke tempat yang telah disiapkan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten