Ilustrasi hantu. (Jeda.id)

Solopos.com, SOLO – Cerita horor masih dianggap sebagai genre paling seksi di dunia perfilman Tanah Air. Buktinya, film horor selalu berada di posisi teratas film box office Indonesia.

Sebut saja Danur 3: Sunyaruri, Kuntilanak 2, dan Perempuan Tanah Jahanam yang masuk 10 besar penonton terbanyak sepanjang 2019. Lalu Rasuk 2, dan Mangkujiwo di urutan lima teratas film terbaru laris 2020 ini.

Tol Solo-Jogja Dibangun Mulai Agustus 2020, Klaten Kena 28 Km

Beberapa judul film horor Indonesia memang mengusung kisah fiktif. Tapi, tak sedikit pula yang mengangkat realitas budaya lokal. Film terbaru itu membawa beberapa unsur budaya sebagai pemanis misalnya gamelan atau gending Lingsir Wengi.

Pegiat film Tanah Air, Eddie Karsito, menilai kedekatan cerita horor dengan budaya lokal ini cukup menarik. Para sineas yang menggarap film horor berarti juga ikut andil dalam mempromosikan budaya lokal.

Siap-Siap Baper! Film Milea Suara Hati Dilan Tayang 13 Februari 2020

Saat diwawancara Solopos.com, Rabu (5/2/2020), Eddie Karsito, mengatakan, mitologi dan budaya adalah kekuatan bangsa Indonesia. Semua sineas harus memberi perhatian khusus pada genre ini.

Kisah-kisah mitos ini bakal menjadi karakter Indonesia yang tak akan ditemukan di negara lain. Sehingga bisa menembus pasar penonton yang lebih luas asalkan digarap dengan kualitas internasional.

Sudah Implan Payudara, Millendaru Ngaku Masih Salat Pakai Sarung

Sebagai bentuk dukungan dan perayaan pada genre horor, Eddie Karsito bersama Persatuan Artis dan Film Indonesia (Parfi) bakal menggelar festival film bertema Ghost Mania Festival. Acara tersebut berisi diskusi, workshop, dan lomba dengan tema ghost.

Mereka menggandeng pegiat film di 12 kota besar seperti Medan, Palembang, Padang, Bengkulu, Lampung, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Bali. Di Solo, festival ini diadakan Senin (17/2/2020) di kawasan Pasar Ngarsapuro.

Mengusung tema Film Mistik dan Praktik-pratik Supranatural Dalam Perspektif Kebudayaan Tradisional Indonesia, acara tersebut akan dihadiri tiga bintang horor senior, yaitu Ozy Syahputra, Sultan Saladin, dan Yati Surachman.

Pencinta Kuliner Gorengan Wajib Tahu! Ini Asal-Usul Tempe Mendoan

“Wacana supranatural ini memiliki makna historis dan kultural yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Kearifan lokal ini pula banyak menginspirasi cerita-cerita film mistik Indonesia,” terang Eddie Karsito.

Melalui kegiatan tersebut, Eddie Karsito, berharap bisa menumbuhkan kebanggaan masyarakat Indonesia pada genre film horor. Ini juga dilakukan sebagai upaya meregenerasi penonton maupun pemain. Sekaligus membantu menggali potensi mitos-mitos di daerah yang kemungkinan bisa digarap dalam bentuk film.

4 Bagian Tubuh Beraroma Tak Sedap yang Sering Diciumi

Seusai road show di 12 kota ini, Parfi akan menggelar Parfi Award 2020 di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Bali, pada Maret 2020. Film bergenre horor bakal masuk sebagai salah satu kategori penghargaan. Disusul tiga genre lainnya yaitu drama, action, dan komedi.

“Setiap genre akan ada film terbaik sebagai bentuk penghargaan kita pada insan perfilman Tanah Air. Kalau selama ini setiap festival kan hanya memilih satu film terbaik yang mewakili semua genre,” kata Eddie Karsito.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten