Ada Aturan Makan di Tempat Maksimal 20 Menit, Begini Tanggapan Pelaku Usaha Kuliner di Boyolali

Sesuai ketentuan baru pada PPKM Level 3 di Kabupaten Boyolali, warga boleh makan di warung makan namun dengan batasan waktu 20 menit saja.

 Warga berada di salah satu warung makan di Boyolali, Kamis (29/7/2021). Pada PPKM Level 3, warga dibolehkan makan di warung makan, namun dengan kapasitas dan waktu yang dibatasi. (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Warga berada di salah satu warung makan di Boyolali, Kamis (29/7/2021). Pada PPKM Level 3, warga dibolehkan makan di warung makan, namun dengan kapasitas dan waktu yang dibatasi. (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI — Meski dinilai tidak mudah, sebuah warung makan di Boyolali tetap berupaya untuk menerapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Sesuai ketentuan baru pada PPKM Level 3, warga boleh makan di warung makan namun dengan batasan waktu 20 menit saja.

Pengelola salah satu warung makan di Boyolali, Dwi Jayadi, mengatakan selama ada ketentuan PPKM, pihaknya berupaya untuk mematuhinya. Termasuk ketentuan baru, ketika pengunjung hanya boleh makan di warung maksimal 20 menit. Salah satu caranya adalah dengan memasang pemberitahuan.

Baca Juga: Kematian Pasien Corona di Soloraya Tinggi, BNPB: Butuh Perhatian Khusus

“Kami mengikuti anjuran pemerintah, supaya bisa makan di tempat maksimal 20 menit. Kami sampaikan ke pelanggan agar bisa jaga jarak dan mengikuti protokol kesehatan. Sementara sampai saat ini tidak ada komplain,” kata dia, Kamis (29/7/2021).

Mengenai aturan tersebut, sebenarnya menurutnya cukup sulit diterapkan. Sebab masing-masing menu, memiliki waktu berbeda dalam penyiapannya. Sedangkan untuk waktu bagi para pengunjung saat makan, rata-rata 20 menit sudah cukup.

Selama pelaksanaan PPKM, dia mengaku warungnya sempat didatangi oleh tim satgas penanggulangan Covid-19 untuk diberi edukasi penerapan protokol kesehatan dan ketentuan PPKM. “Kami juga berupaya menyiapkan alat cuci tangan dengan sabun atau dengan hand sanitizer,” lanjut dia.

Baca Juga: 50 PKL Sragen Dites Swab Antigen Dulu Sebelum Ambil Bantuan Sembako

Salah satu pelanggan, Gunawan, mengatakan cukup kaget dengan adanya tulisan peringatan batas waktu makan. Meskipun dia memaklumi hal itu merupakan aturan pemerintah. “Ini salah satu cara menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, ya bagus lah,” kata dia.

Dia mengatakan untuk waktu yang diperlukan untuk menyantap menu makanan yang sudah siap saji, 20 menit sudah cukup. Namun jika 20 menit itu juga mencakup waktu untuk menghidangkan menu, menurutnya hal itu tergantung menu yang disiapkan.

Berita Terkait

Espos Premium

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan ke Indonesia di bandara dan pelabuhan internasional guna mencegah varian Mu dari virus penyebab Covid-19 masuk ke Tanah Air. Kemunculan varian Mu mendorong pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

Berita Terkini

Meninggal di Gunung Lawu, Pendaki asal Madiun Diduga Kena Serangan Jantung

Pendaki asal Madiun diduga mengalami serangan jantung mendadak sebelum meninggal saat mendaki Gunung Lawu pada Senin (20/9/2021) pagi.

Wow! Setiap Puskesmas di Klaten Mampu Lakukan 1.000 Vaksinasi dalam Sehari

Setiap Puskesmas di Klaten dinilai mampu melakukan hingga 1.000 vaksinasi dalam sehari di tengah pandemi Covid-19.

Masyarakat Peduli Api Dibentuk di Gunung Bromo Karanganyar, Ini Perannya

Pembentukan MPA Singo Serang khusus di lingkungan KHDTK Gunung Bromo diperlukan dalam upaya menciptakan hutan lestari.

Jhon Underground: Pemuda Wonogiri yang Punya Misi Mengenalkan Kampung Halaman lewat Media

Jhon Underground, pemuda asli Wonogiri tergerak untuk memperkenalkan kampung halamannya ke masyarakat luas.

Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Kartasura Sudah Tempati Kontrakan Baru

Sekeluarga yang tidur di kolong meja wedangan di Kartasura, Sukoharjo, sudah menempati kontrakan baru. Kontrakan itu tak jauh dari wedangan yang menjadi usaha keluarga tersebut.

Hindari Yoni di Tengah Sawah, Jalan Tol Solo-Jogja Wilayah Klaten ini Dibuat Melayang

Proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja wilayah Keprabon, Polanharjo, Klaten, dibuat melayang demi menghindari yoni di tengah sawah.

Saking Parahnya Pencemaran, Warga Sragen Sampai Takut Makan Ikan dari Bengawan Solo

Warga Sragen merasakan betul dampak dari pencemaran Sungai Bengawan Solo di wilayah mereka sampai takut makan ikannya.

Ingat! Tempat Wisata di Boyolali Masih Belum Boleh Buka Lur

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali belum membuka tempat wisata selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini.

Nasi Boks I Am In Love, Solusi Praktis Makan Ayam Panggang

I Am In Love Panggang menyajikan menu lunch box bagi masyarakat Kota Solo dan sekitarnya

Dulur Sukoharjo, Ojo Lali Prokes 5M Ya...

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengingatkan warga untuk menaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Tes SKD CPNS Sukoharjo, Puluhan Peserta Gugur pada Hari Pertama

Jumlah peserta tes SKD CPNS Sukoharjo yang tidak lolos karena tidak hadir saat tes masih ada kemungkinan bertambah.

Pemilik Angkringan di Klaten Tetap Ngeyel Usai Ditegur Satpol PP, Sejumlah Gelas Dikukut

Satpol PP Klaten terpaksa menegur keras tiga pemilik angkringan di Klaten Selatan sepanjang PPKM Level 3.

PTM SMP dan SMA Sederajat di Wonogiri Mungkin Digelar Bareng

PTM belum akan digelar dalam waktu dekat karena SMP-SMA sederajat mulai pekan ini menggelar kegiatan tatap muka terbatas ANBK.

Puluhan Kebakaran Terjadi di Wonogiri Tahun Ini, Mayoritas Penyebabnya Karena Ini

Puluhan kebakaran terjadi di Kabupaten Wonogiri dalam kurun waktu Januari hingga September 2021. Human eror mendominasi penyebab kebakaran di kabupaten itu.

Borong 7,5 Kuintal Cabai Petani, Bupati Karanganyar: Spekulan Jangan Mainkan Harga!

Bupati menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk campur tangan mengatasi permainan spekulan.