Tampilan website calegpedia.id. (calegpedia.id)

Solopos.com, KLATEN – Sejumlah -2.383-pemilih-di-klaten-terindikasi-ganda” title=”Waduh, 2.383 Pemilih di Klaten Terindikasi Ganda”>pemilih di Klaten masih condong menelusuri rekam jejak calon anggota legislatif (caleg) di Pileg 2019 dengan cara konvensional. Sebaliknya, para pemilih mengaku belum familier dengan menelusuri rekam jejak dengan menggunakan aplikasi.

Salah satu pemilih pemula asal Klaten, Ike Nurhakiki Wahyu Ningsih, 18, mengatakan tak tahu menahu soal aplikasi rekam jejak caleg melalui empat platform digital. Dalam memilih wakil rakyat, Ike memiliki kriteria tersebut. Masing-masing kriteria itu, yakni harus bersedia bekerja total untuk rakyat, beragama, dan bebas dari korupsi.

“Biasanya ada caleg yang datang ke desa-desa. Saya biasanya cari tahu soal latar belakang caleg tersebut, baik bertanya dengan orang lain atau pun menelusuri sendiri. Jadi, tidak menggunakan aplikasi. Yang sesuai dengan kriteria saya, itu caleg yang saya pilih nantinya,” kata Ike Nurhakiki Wahyu Ningsih, warga Kalikotes, Klaten, kepada Solopos.com, belum lama ini.

Hal senada dijelaskan pemilih pemula lainnya asal Polanharjo, Aditama, 18. Sejauh ini, pemilih pemula tersebut hanya mengadalkan cara konvensional saat memilih seorang caleg.

“Saya tak tahu soal aplikasi rekam jejak caleg. Saat memilih caleg, saya hanya mengandalkan dengan cara konvensional. Saya melihat program kerja yang diusung para -klaten-sby-minta-caleg-demokrat-tak-banyak-obral-janji” title=”Kunjungi Klaten, SBY Minta Caleg Demokrat Tak Banyak Obral Janji”>caleg yang turun ke daerah. Setelah itu, baru saya bandingkan. Program yang menurut saya paling baik [mengutamakan kepentingan rakyat], yang akan saya pilih,” kata Aditama.

Jenarto, 45, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, mengatakan belum mengetahui ada platform untuk mengetahui rekam jejak caleg. Ia tertarik untuk mengakses platform tersebut agar mengenal caleg yang mau pada Pemilu 2019.

“Bagi saya itu penting. Untuk mereka yang sudah pernah menjabat saya ingin mengetahui apa yang sudah mereka lakukan selama ini. Sementara yang belum pernah, saya tertarik untuk mengetahui bagaimana latar belakang mereka. Yang terjadi selama ini kan asal milih saja. Mayoritas tidak mengenal siapa yang akan mereka pilih. Jangan sampai memilih kucing dalam karung,” kata Jenarto saat berbincang dengan Solopos.com di Sidorejo.

Warga Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Yuliana, 27, mengaku baru mengetahui ada platform untuk mengecek rekam jejak caleg melalui siaran televisi. “Saya baru tahu kemarin [Selasa (26/2/2019)]. Kalau saya tidak tertarik mengakses karena sudah ada caleg yang akan saya pilih pada Pemilu nanti. Saya mengenal caleg tersebut dari sepak terjang mereka selama ini melalui berita. Para caleg seperti DPR dari Dapil V itu selama ini vokal dalam menyuarakan aspirasi. Saya yakin caleg pilihan saya bersih,” kata dia.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten, Kartika Sari Handayani, mengaku tak mengelola aplikasi khusus guna mengetahui rekam jejak para caleg di Pileg 2019. Meski seperti itu, KPU Klaten turut menyosialisasikan informasi terkait rekam jejak para caleg yang bertarung di Pileg 2019.

“Di Klaten ini tak ada caleg yang tersangkut kasus korupsi. Jumlah caleg di Klaten mencapai 517 orang. Satu orang meninggal dunia. Terkait aplikasi -gabungan-klaten-cekcok-dengan-caleg-saat-penertiban-apk” title=”Tim Gabungan Klaten Cekcok dengan Caleg Saat Penertiban APK”>rekam jejak caleg, kami selipkan saat melakukan sosialisasi,” kata Kartika Sari Handayani.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten